Kesehatan Tubuh
Mengenal Jenis-Jenis Benjolan yang Tidak Ganas

Table of Contents
Benjolan abnormal di dalam tubuh sering kali dikaitkan dengan kanker. Padahal, tidak semua benjolan bersifat ganas atau berpotensi menjadi kanker. Benjolan atau tumor yang tumbuh di jaringan lunak, seperti otot dan lemak, biasanya bersifat jinak (nonkanker). Lebih jelasnya, mari pahami beberapa jenis benjolan yang tidak ganas melalui ulasan di bawah ini.’
Jenis-Jenis Benjolan yang Tidak Ganas
Tumor (benjolan) yang tidak ganas bisa timbul di mana saja. Pada beberapa kasus, benjolan ini dapat menyebabkan rasa nyeri, namun sebagian lainnya mungkin tidak. Bentuknya pun sangat bervariasi. Berikut uraian selengkapnya mengenai jenis-jenis benjolan yang jinak.
1. Tumor Jaringan Lemak
Terdapat beberapa jenis benjolan yang jinak bermula dari jaringan lemak, di antaranya sebagai berikut:
-
Lipoma: Ini merupakan benjolan atau tumor nonkanker yang paling umum terjadi. Lipoma biasanya berkembang sebagai benjolan yang tidak ganas dan tidak menimbulkan rasa nyeri, tepat di bawah kulit (subkutan). Benjolan ini kerap ditemukan di bagian leher, bahu, punggung, lengan, dan paha.
-
Lipoblastoma (lipoblastomatosis): Tumor jinak ini biasanya berkembang pada bayi dan anak kecil. Benjolan ini terdiri dari sel-sel lemak yang belum matang.
-
Hibernoma: Tumor jinak ini cenderung tumbuh secara perlahan dan biasanya ditemukan di dada. Namun, pada beberapa kasus, hibernoma bisa ditemukan di paha, bahu, leher, dan bahu.
2. Tumor Jaringan Fibrosa
Beberapa jenis benjolan yang jinak juga dapat tumbuh di jaringan fibrosa. Adapun berbagai tumor jinak yang bisa berkembang di dalam jaringan fibrosa adalah sebagai berikut:
-
Fibroma: Istilah ini mengacu pada sekelompok tumor jinak yang bermula di kulit atau jaringan lunak berserta, seperti ligamen dan tendon. Tumor ini biasanya tumbuh secara lambat.
-
Elastofibroma: Tumor jinak ini terbilang langka dan tumbuh dengan lambat. Elastofibroma biasanya ditemukan di antara bagian bawah tulang belikat dan dinding dada. Tumor ini lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua dan diduga disebabkan oleh gerakan yang berulang pada bahu. Elastofibroma bisa tumbuh hingga mencapai ukuran diameter 5–10 cm.
-
Fibromatosis superfisial: Tumor jinak yang berkembang di jaringan telapak tangan (fibromatosis palmaris), telapak kaki (fibromatosis plantar), atau penis (fibromatosis penis). Fibromatosis superfisial tumbuh secara perlahan. Jenis tumor ini memiliki potensi untuk tumbuh kembali setelah diangkat.
-
Fibromatosis tipe desmoid: Ini merupakan salah satu jenis tumor jaringan lunak yang biasanya jinak. Meski sudah dilakukan pengobatan, tumor ini cenderung kembali lagi dan tumbuh ke dalam jaringan di dekatnya.
-
Histiositoma fibrosa jinak: Tumor jinak ini terbentuk di jaringan yang jauh di bawah kulit, biasanya di kaki, area kepala, atau leher. Jika tumor ini dimulai dari lapisan kulit, biasanya disebut juga dengan dermatofibroma.
3. Tumor Jaringan Otot
Benjolan yang tidak ganas bisa tumbuh di jaringan otot dan paling sering terjadi pada otot polos (involuntary), namun juga dapat berkembang pada otot rangka (voluntary). Beberapa jenis tumor yang bisa tumbuh di jaringan otot, di antaranya:
-
Leiomyoma: Tumor nonkanker yang berkembang pada otot polos. Benjolan ini sering kali muncul disertai rasa nyeri dan bisa tumbuh di mana saja, namun paling sering di saluran pencernaan dan rahim (mioma uteri). Tumor jinak ini juga bisa berkembang di dalam tungkai (kaki dan tangan) dan di dalam rongga perut atau di bagian belakang rongga perut (retroperitoneum).
-
Rhabdomyoma: Tumor jinak langka yang berawal dari otot rangka.
4. Tumor Pembuluh Darah dan Getah Bening
Tumor jinak pada pembuluh darah dan getah bening disebut juga sebagai tumor vaskular nonkanker. Adapun beberapa jenisnya adalah sebagai berikut:
-
Hemangioma: Tumor jaringan lunak nonkanker yang umum terjadi akibat penumpukan pembuluh darah yang tidak normal. Hemangioma biasanya ditemukan di kulit atau organ dalam. Jika berukuran kecil, tumor ini bisa hilang dengan sendirinya. Namun, bila tumbuh besar atau menyebabkan masalah, hemangioma perlu diobati dengan bedah laser atau obat-obatan, seperti steroid.
-
Glomus tumours: Tumor ini berkembang di sekitar pembuluh darah, biasanya di bawah kulit jari, tangan, pergelangan tangan, dan kaki. Tumor langka ini mencakup 1–5% dari semua tumor jaringan lunak tangan. Jenis benjolan ini umumnya berukuran kecil dan berwarna merah kebiruan di bawah kulit, serta bisa terasa sangat menyakitkan.
-
Limfangioma: Jenis benjolan yang tidak ganas ini berkembang di dalam pembuluh getah bening. Limfangioma dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering muncul sejak lahir atau saat berusia 2 tahun. Tumor ini biasanya ditemukan di area kepala dan leher. Limfangioma tumbuh perlahan (namun bisa sangat besar) dan tampak seperti massa yang lembut.
5. Tumor Jaringan Saraf
Jaringan saraf terdapat di seluruh tubuh, sehingga tumor jinak bisa berkembang di mana saja di sepanjang jaringan saraf. Beberapa jenis tumor jaringan saraf, di antaranya:
-
Neurofibroma: Benjolan kecil yang tumbuh lambat pada saraf tepat di bawah kulit atau di bagian tubuh lainnya. Neurofibroma biasanya menyerang orang dewasa berusia 30-an. Kondisi ini sering kali terjadi pada orang dengan neurofibromatosis tipe 1.
-
Schwannoma: Tumor ini berasal dari sel Schwann, yaitu kumpulan sel yang membentuk selubung pelindung di sekitar saraf yang berguna untuk mempercepat jalannya sinyal atau transmisi saraf. Tumor ini tumbuh secara lambat sering kali tumbuh di kepala, leher, tungkai, atau di sekitar tulang belakang di sepanjang bagian belakang perut. Schwannoma ini biasanya terjadi pada orang dewasa berusia 20–50 tahun.
-
Tumor sel granular: Tumor ini diperkirakan berkembang dalam jaringan saraf, biasanya di dalam mulut. Kendati demikian, tak menutup kemungkinan bahwa jenis tumor ini tumbuh di bagian tubuh mana saja.
6. Tumor Jaringan yang Tidak Pasti
Tumor biasanya diberi nama dan dikelompokkan berdasarkan jenis sel normal yang terlihat di bawah mikroskop. Namun, beberapa tumor nonkanker tidak terkait dengan jenis sel jaringan lunak, sehingga dokter tidak tahu dari jenis sel apa tumor ini berasal. Jenis-jenis tumor tersebut, di antaranya:
-
Myxoma: Tumor jinak langka yang biasanya ditemukan pada otot-otot besar anggota tubuh. Namun, tumor ini tidak benar-benar berkembang dari sel otot. Adapun hal yang membedakan myxoma dengan jenis tumor lainnya adalah tumor ini mengeluarkan sesuatu, seperti lendir, dalam jumlah banyak.
-
Perivascular epithelioid cell tumours (PEComas): Tumor ini tampaknya bermula dari sel-sel dinding pembuluh darah. Namun, para ahli belum ada yang bisa memastikannya. Sebagian besar PEComas bersifat jinak, tapi dalam beberapa kasus yang jarang dapat menjadi kanker.
Itulah penjelasan mengenai beberapa benjolan yang jinak. Sebagai informasi, beberapa benjolan yang bersifat jinak bisa berpotensi berubah menjadi kanker. Selain itu, walaupun jinak, apabila tumor ini menekan organ vital, hal tersebut bisa menimbulkan gejala yang perlu diwaspadai.
Namun, penting untuk dipahami bahwa uraian di atas hanya bersifat edukatif sehingga tidak bisa dijadikan sebagai acuan yang menggantikan diagnosis dari tenaga medis profesional. Apabila Anda merasakan adanya benjolan yang tidak normal di bagian tubuh mana pun, segera periksakan diri ke Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Onkologi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.
Penting pula untuk dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Jika ingin mendapatkan perawatan yang efektif dan terpercaya terhadap kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Sebagai salah satu pusat unggulan kanker di Siloam Hospitals Group, MRCCC menyediakan beragam layanan kesehatan untuk menangani kanker, mulai dari deteksi dini, onkologi bedah, kemoterapi, radioterapi, dan lain sebagainya.
Sumber
Canadian Cancer Society. Non-cancerous soft tissue tumours. Diakses pada 2024 | Cedars Sinai. Soft Tissue Tumors - Benign. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Benign Soft Tissue Tumors. Diakses pada 2024 |



