Kesehatan Tubuh
Jenis-Jenis Stem Cell dalam Penanganan Ortopedi

Table of Contents
- Jenis-Jenis Stem Cells
- Peran Stem Cell dalam Penanganan Ortopedi
- A. Lesi Osteokondral
- B. Osteoartritis
- C. Defek Tulang Kritis
- D. Fraktur Non-union
- E. Cedera Medulla Spinalis
- F. Degenerasi Diskus Intervertebralis
- G. Defek Tulang Belakang
- H. Osteoporosis
- I. Spondyloarthrosis
- J. Skoliosis Kongenital (Hemivertebra)
- K. Lesi Pleksus Brakhialis
- L. Reparasi dan Rekonstruksi Tendon/Ligamen
- M. Cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament)
- N. Cedera Otot
- O. Cedera Meniskus Lutut
- Risiko, Efek Samping, dan Keterbatasan Terapi Stem Cell
Stem cell atau sel punca adalah sel yang memiliki kemampuan untuk berubah menjadi berbagai jenis sel dalam tubuh serta membantu memperbaiki jaringan yang rusak. Dalam bidang ortopedi, pengobatan stem cell dapat bermanfaat untuk meregenerasi tulang, tulang rawan, tendon, ligamen, dan jaringan lain yang mengalami kerusakan akibat cedera atau penyakit degeneratif.
Stem cell dikelompokkan menjadi berbagai jenis berdasarkan potensi dan jaringan asalnya. Untuk memahami lebih lanjut jenis-jenis stem cell, mari simak penjelasan berikut ini.
“Terapi stem cell merupakan terapi “on-top” dari keseluruhan rangkaian terapi. Seperti contoh untuk OA pasien tetap memerlukan modifikasi gaya hidup ditambah dengan pemberian stem cell agar penyembuhan tercapai pada kondisi pasien.”
Prof. Dr. dr. Ismail Hadisoebroto Dilogo, Sp.OT (K)
Jenis-Jenis Stem Cells
Sel punca adalah sel yang belum mengalami diferensiasi, sehingga dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel spesifik, seperti sel jantung, sel darah, dan sel tulang. Sel punca diperoleh dari dua sumber utama, yaitu jaringan embrio dan tubuh orang dewasa. Berikut penjelasannya.
1. Embryonic Stem Cells (ESC)
Embryonic stem cell (ESC) berasal dari embrio dan memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi hampir semua jenis sel dalam tubuh. Namun, penggunaannya di bidang medis masih terbatas karena pertimbangan etika dan regulasi yang ketat.
2. Adult Stem Cells (ASC)
Adult stem cells (ASC) adalah sel punca yang berasal dari jaringan tubuh orang dewasa. Jenis yang paling sering digunakan dalam bidang ortopedi adalah mesenchymal stem cells (MSC).
MSC memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi jaringan tulang, tulang rawan, otot, dan jaringan ikat lainnya sehingga banyak dimanfaatkan dalam terapi regeneratif ortopedi. MSC dapat berasal dari beberapa sumber, antara lain:
-
Bone marrow-derived MSC (BM-MSC), yaitu MSC yang berasal dari sumsum tulang. BM-MSC telah lama digunakan dalam penelitian ortopedi dan memiliki kemampuan regenerasi tulang yang baik, tetapi proses pengambilannya cenderung lebih invasif karena memerlukan tindakan aspirasi sumsum tulang.
-
Adipose-derived MSC (AD-MSC), yaitu MSC yang berasal dari jaringan lemak/adiposa. AD-MSC relatif lebih mudah diperoleh dari jaringan lemak dan jumlah sel yang didapat biasanya lebih banyak.
-
Umbilical cord MSC (UC-MSC), yaitu MSC yang berasal dari jaringan tali pusat donor. UC-MSC memiliki kemampuan proliferasi yang baik, sifat antiinflamasi, dan tidak memerlukan prosedur pengambilan jaringan dari tubuh pasien sehingga menjadi salah satu sumber MSC yang banyak digunakan saat ini.
Pemilihan jenis MSC akan disesuaikan dengan kondisi pasien, indikasi medis, serta pertimbangan dokter.
3. Induced Pluripotent Stem Cells (iPSC)
Induced pluripotent stem cells (iPSC) merupakan jenis stem cell yang dikembangkan dari sel tubuh orang dewasa, seperti sel kulit atau sel darah, yang diprogram ulang agar memiliki kemampuan menyerupai embryonic stem cells.
iPSC memiliki potensi besar dalam pengobatan regeneratif karena dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel tubuh tanpa menggunakan embrio. Saat ini, penggunaan iPSC masih lebih banyak dikembangkan dalam penelitian dan belum digunakan secara luas dalam terapi ortopedi rutin.
Peran Stem Cell dalam Penanganan Ortopedi
Di Indonesia, penyelenggaraan terapi stem cell dalam bidang ortopedi diatur melalui Kementerian Kesehatan melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01.07/MENKES/1359/2024. Berikut adalah beberapa kondisi ortopedi yang dapat diatasi dengan terapi stem cell:
A. Lesi Osteokondral
Lesi osteokondral merupakan kerusakan yang terjadi pada tulang rawan serta tulang di bawahnya (subkondral) akibat trauma, cedera berulang, atau proses degeneratif seperti osteoartritis. Terapi stem cell dapat membantu memperbaiki jaringan yang rusak dengan merangsang pertumbuhan sel baru di area cedera, mengurangi nyeri, serta meningkatkan fungsi sendi.
B. Osteoartritis
Osteoartritis adalah kondisi degeneratif yang menyebabkan penipisan tulang rawan pada sendi, terutama di lutut dan pinggul. Terapi stem cell dapat memperbaiki struktur tulang rawan dan mengurangi peradangan, sehingga membantu mengembalikan mobilitas pasien tanpa perlu operasi besar.
C. Defek Tulang Kritis
Terapi defek tulang kritis bertujuan untuk mengatasi kehilangan sebagian besar struktur tulang akibat trauma, infeksi, atau penyakit degeneratif yang menghambat penyembuhan alami. Dalam prosedur ini, mesenchymal stem cells (MSCs) digunakan untuk merangsang regenerasi tulang dengan cara dikombinasikan dengan scaffold, yaitu struktur pendukung yang berfungsi sebagai kerangka bagi pertumbuhan sel baru.
D. Fraktur Non-union
Terapi ini bermanfaat bagi kondisi patah tulang yang gagal menyatu setelah pengobatan konvensional. Terapi stem cell memicu pertumbuhan tulang sehingga tercapai regenerasi dari fraktur yang mengalami gangguan penyembuhan.
E. Cedera Medulla Spinalis
Cedera medulla spinalis adalah kerusakan pada sumsum tulang belakang yang dapat menyebabkan kelumpuhan atau kehilangan fungsi sensorik. Pengobatan stem cell dapat membantu memperbaiki jaringan saraf dengan membantu regenerasi sel-sel saraf yang rusak dan meningkatkan fungsi neurologis pasien.
F. Degenerasi Diskus Intervertebralis
Merupakan penipisan bantalan antar tulang belakang yang menyebabkan nyeri punggung kronis. Cara kerja stem cell dalam terapi ini adalah dengan membantu meregenerasi diskus yang rusak, mengurangi peradangan, dan mengembalikan elastisitas serta fungsi bantalan tulang belakang.
G. Defek Tulang Belakang
Selanjutnya, stem cell juga dapat berperan dalam perbaikan kelainan atau kerusakan pada struktur tulang belakang. Terapi ini dapat membantu pembentukan jaringan tulang baru serta mendukung stabilitas struktur tulang belakang.
H. Osteoporosis
Osteoporosis adalah penurunan kepadatan tulang yang meningkatkan risiko patah tulang. Pengobatan stem cell dapat merangsang pembentukan sel tulang baru, memperkuat struktur tulang, dan mengurangi risiko fraktur di masa depan.
I. Spondyloarthrosis
Kondisi degeneratif pada sendi tulang belakang yang menyebabkan nyeri kronis. Terapi stem cell membantu memperbaiki jaringan sendi yang rusak serta mengurangi inflamasi, sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien.
J. Skoliosis Kongenital (Hemivertebra)
Skoliosis kongenital merupakan kelainan bentuk tulang belakang sejak lahir. Stem cell dapat membantu mendukung pertumbuhan tulang yang lebih baik dalam prosedur rekonstruksi tulang belakang.
K. Lesi Pleksus Brakhialis
Cedera pada pleksus brakialis yang merupakan kumpulan saraf di bahu yang mengontrol gerakan tangan dan lengan, dapat menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan. Terapi stem cell bertujuan untuk meregenerasi jaringan saraf dan memperbaiki fungsi motorik serta sensorik.
L. Reparasi dan Rekonstruksi Tendon/Ligamen
Cedera tendon atau ligamen, seperti robekan akibat olahraga atau trauma, sering kali membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Stem cell dapat mempercepat regenerasi jaringan ikat, memperkuat tendon atau ligamen, serta meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan sendi.
M. Cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament)
ACL merupakan salah satu cedera ligamen di lutut yang sering terjadi pada atlet. Terapi stem cell dapat membantu mempercepat penyembuhan ligamen, mengurangi peradangan, dan meningkatkan stabilitas lutut tanpa perlu operasi rekonstruksi yang invasif.
N. Cedera Otot
Cedera otot akibat trauma atau aktivitas berlebihan sering kali membutuhkan pemulihan yang panjang. Stem cell dapat membantu merangsang regenerasi serat otot yang rusak, mengurangi peradangan, dan mempercepat pemulihan kekuatan otot.
O. Cedera Meniskus Lutut
Cedera meniskus adalah robekan bantalan lunak di lutut yang dapat menyebabkan nyeri dan gangguan mobilitas. Stem cell dapat membantu memperbaiki jaringan meniskus yang rusak, mengurangi nyeri, dan memulihkan fungsi sendi lutut secara alami.
Risiko, Efek Samping, dan Keterbatasan Terapi Stem Cell
Meskipun terapi stem cell tergolong menjanjikan dalam bidang ortopedi, terapi ini tetap memiliki risiko dan keterbatasan yang perlu dipahami pasien. Beberapa efek samping yang dapat terjadi meliputi:
-
Nyeri atau bengkak di area injeksi.
-
Kemerahan atau inflamasi ringan.
-
Risiko infeksi meskipun relatif jarang.
-
Respons terapi yang berbeda pada setiap pasien.
Selain itu, tidak semua pasien dapat menjalani terapi stem cell. Terapi ini mungkin tidak direkomendasikan pada pasien dengan:
-
Infeksi aktif.
-
Gangguan pembekuan darah tertentu.
-
Kondisi medis yang tidak stabil.
-
Kanker tertentu atau riwayat keganasan aktif, sesuai pertimbangan dokter.
Perlu diketahui bahwa terapi stem cell bukan pengganti operasi maupun terapi utama lainnya pada semua kondisi ortopedi. Terapi ini umumnya berperan sebagai terapi tambahan (on-top therapy) yang melengkapi penanganan sesuai kondisi pasien.
Sebagai contoh, pada osteoartritis (OA), pasien tetap perlu menjalani modifikasi gaya hidup, menjaga berat badan ideal, dan mengikuti terapi yang dianjurkan dokter. Pada kasus dengan kerusakan sendi atau tulang yang berat, operasi tetap dapat menjadi pilihan terapi utama.
Karena itu, pasien perlu menjalani evaluasi menyeluruh oleh Dokter Spesialis Orthopaedi (Tulang) dan Traumatologi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.
Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait gangguan tulang, jaringan ikat, dan sendi dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Tidak perlu pergi jauh ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan dengan standar internasional. Dengan teknologi medis modern dan tim dokter berpengalaman di Siloam International Hospitals, Siloam Medical Concierge hadir untuk membantu Anda memperoleh informasi seputar jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis terbaik. Mari, temukan solusi kesehatan Anda bersama kami, di Indonesia.
Sumber
Tim Sel Punca FKKMK UGM. Mengenal Berbagai Jenis Sel Punca. Diakses pada 2025 | Pubmed Central. The Current Role of Stem Cells in Orthopaedic Surgery. Diakses pada 2025 | Orthoinfo. Use of Stem Cells in Orthopaedics. Diakses pada 2025 | Journal of Orthopaedic Reports. Stem cells in orthopaedics and sports injuries: A comprehensive review and future research directions. Diakses pada 2025 | Kemkes. Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terapi Sel Punca di Bidang Orthopaedi dan Traumatologi. Diakses pada 2025 | Journal of Experimental and Basic Mediacl Science. Stem Cell Applications in Orthopedics. Diakses pada 2025 | Orthopaedics and Trauma. Stem cells: the evidence for their application in trauma and orthopaedics. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Prof. Dr. dr. Ismail Hadi Soebroto Dilogo, Sp.OT. Subsp.P.L (K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Mampang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






