Kesehatan Tubuh
Mengenal 4 Jenis Pneumonia pada Anak yang Perlu Diketahui

Table of Contents
Pneumonia adalah gangguan sistem pernapasan yang sering terjadi pada anak-anak. Hal ini dikarenakan anak-anak masih memiliki sistem imun yang belum terbentuk sempurna, sehingga lebih rentan terinfeksi oleh patogen penyebab pneumonia.
Lantas, apa saja jenis pneumonia pada anak yang umum terjadi? Mari kenali berbagai jenis pneumonia pada anak selengkapnya di sini.
Mengenal Jenis-Jenis Pneumonia pada Anak
Jenis pneumonia pada anak dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu pneumonia bakterial, pneumonia atipikal, pneumonia viral, dan pneumonia fungal. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Pneumonia Bakterial
Pneumonia bakterial adalah jenis pneumonia pada anak yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Terdapat beberapa jenis bakteri yang bisa menyebabkan pneumonia pada anak, di antaranya sebagai berikut.
-
Streptococcus grup A, bakteri ini paling sering menyebabkan pneumonia pada anak berusia di bawah 5 tahun.
-
Streptococcus grup B, bakteri ini umumnya menyebabkan pneumonia pada bayi baru lahir.
-
Staphylococcus aureus.
Bakteri penyebab pneumonia bakterial pada anak diketahui dapat menyebar dengan mudah melalui droplet atau percikan air liur yang dikeluarkan oleh penderitanya saat berbicara, bernapas, bersin, atau batuk.
Kondisi ini dapat membuat anak yang terinfeksi pneumonia bakterial mengeluhkan sejumlah gejala, seperti demam tinggi, batuk berdahak, sesak napas, nyeri dada, mual dan muntah, diare, hingga kelelahan.
Di samping itu, berdasarkan tempat terjadinya infeksi, pneumonia bakterial pada anak juga dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu community-acquired pneumonia (CAP) dan hospital-acquired pneumonia (HAP). Berikut adalah masing-masing penjelasannya.
-
Community-acquired pneumonia (CAP): Pneumonia yang terjadi akibat penyebaran virus, bakteri, atau jamur di luar rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Adapun salah satu jenis CAP adalah tuberkulosis paru (TB paru).
-
Hospital-acquired pneumonia (HAP) atau infeksi nosokomial: Jenis pneumonia yang didapatkan oleh pasien yang sedang dirawat di rumah sakit dengan kondisi seperti menggunakan alat bantu napas ventilator, tidak dapat batuk secara normal, terdapat pemasangan selang di leher untuk bantuan pernapasan (trakeostomi), dan mempunyai imun tubuh yang lemah. Kondisi ini umumnya bersifat serius karena bakteri penyebabnya bisa jadi bersifat resisten atau kebal terhadap antibiotik.
2. Pneumonia Atipikal
Pada dasarnya, pneumonia atipikal atau juga dikenal dengan walking pneumonia adalah jenis pneumonia yang umumnya disebabkan oleh bakteri, yaitu Mycoplasma pneumoniae atau Chlamydophila pneumoniae, hanya saja gejala yang ditimbulkan cenderung lebih ringan, seperti demam, batuk berkepanjangan, dan batuk berdahak.
Karena menimbulkan gejala yang cenderung ringan, penderita pneumonia atipikal sering kali hanya menganggapnya sebagai common cold (selesma) atau bahkan tidak menyadarinya sama sekali.
3. Pneumonia Viral
Pneumonia viral adalah jenis pneumonia pada anak yang disebabkan oleh infeksi virus, seperti adenovirus, respiratory syncytial virus (RSV), virus parainfluenza, serta virus influenza. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Selain itu, pneumonia viral juga dapat terjadi pada orang dewasa, terutama para lansia, yang memiliki sistem imun tubuh lemah.
Secara umum, pneumonia viral dapat menimbulkan gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan pneumonia bakterial. Namun terkadang, beberapa kasus pneumonia viral juga bisa menimbulkan kondisi yang lebih serius, terutama jika disebabkan oleh virus influenza, MERS, atau SARS-CoV-2 (COVID-19).
4. Pneumonia Fungal
Pneumonia fungal merupakan radang paru-paru yang disebabkan oleh infeksi jamur. Kondisi ini cenderung jarang terjadi, namun dapat dialami oleh anak yang sistem imunnya masih belum terbentuk sempurna atau orang dewasa yang menderita penyakit kronis.
Salah satu jenis pneumonia fungal adalah pneumocystis pneumonia, yaitu radang paru-paru yang disebabkan oleh infeksi jamur Pneumocystis jirovecii. Pada orang dewasa, kondisi ini kerap dialami oleh penderita HIV/AIDS atau kanker, serta pasien yang mengonsumsi obat imunosupresan.
Itu dia penjelasan lengkap mengenai berbagai jenis pneumonia pada anak yang penting untuk dipahami. Jika si kecil mengeluhkan gejala yang mengarah pada gangguan pernapasan, sebaiknya segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.
Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Kesehatan Paru yang meliputi tes darah lengkap, foto rontgen, dan spirometri. Paket Skrining Kesehatan Paru bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya gangguan yang terkait dengan paru-paru.
Dapatkan paket Skrining Kesehatan Paru dengan mudah melalui aplikasi MySiloam. Manfaatkan juga aplikasi ini untuk memudahkan Anda dalam melakukan check in secara mandiri hingga antre secara online. Mari percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







