Jenis-Jenis Sel Darah Putih pada Hasil Tes Laboratorium
Kesehatan Tubuh

Jenis-Jenis Sel Darah Putih pada Hasil Tes Laboratorium

29 Oktober 2025 5 menit waktu baca
Jenis dan pengertian sel darah putih yang muncul dalam hasil tes laborat (neutrophil, lymphocyte,monocyte, eosinophil,basophil)

Sel darah putih atau leukosit adalah komponen darah yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan infeksi atau penyakit lainnya. Maka dari itu, sel darah putih menjadi salah satu komponen sel darah yang penting untuk dievaluasi melalui pemeriksaan darah di laboratorium. Lantas, apa saja jenis sel darah putih yang dapat ditemukan pada hasil pemeriksaan laboratorium?

 

Mari ketahui macam-macam jenis sel darah putih yang dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan laboratorium dalam artikel berikut ini.

 

Macam-Macam Jenis Sel Darah Putih yang Muncul pada Hasil Tes Darah

 

Terdapat beberapa jenis sel darah putih atau leukosit, di antaranya adalah neutrofil, limfosit, monosit, basofil, dan eosinofil. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Neutrofil

 

Neutrofil adalah salah satu jenis sel darah putih yang bertugas untuk memberikan respons pertama dalam melawan serangan infeksi virus, bakteri, atau kuman patogen lainnya. Jenis sel darah putih ini bekerja dengan mengirimkan sinyal ke sel-sel darah putih lainnya di dalam sistem kekebalan tubuh agar dapat melawan infeksi patogen tersebut.

 

Terdapat beberapa kondisi yang membuat hasil pemeriksaan darah menunjukkan kadar neutrofil melebihi batas normal, di antaranya adalah:

  • Infeksi virus, bakteri, atau kuman patogen lainnya.

  • Luka atau cedera.

  • Peradangan, seperti radang usus, rheumatoid arthritis, dan lain-lain.

  • Leukemia atau kanker darah.

  • Stres berlebihan.

  • Kehamilan, terutama saat usia kehamilan sudah memasuki trimester terakhir.

 

2. Limfosit

 

Limfosit adalah salah satu komponen darah yang terdiri dari dua macam, yaitu limfosit B dan limfosit T.

  • Limfosit B: Berfungsi untuk membentuk antibodi di dalam tubuh.

  • Limfosit T: Berfungsi untuk menghancurkan sel-sel di dalam tubuh yang bermasalah, seperti sel yang telah terinfeksi oleh virus atau bakteri dan sel kanker. Limfosit T juga dapat memproduksi sitokin yang membantu mengaktifkan bagian-bagian lain dalam sistem kekebalan tubuh.

 

Jumlah limfosit di dalam tubuh dapat meningkat apabila seseorang mengalami beberapa kondisi seperti berikut ini:

  • Infeksi bakteri atau virus.

  • Kanker.

  • Infeksi mononukleosis, yaitu penyakit yang menyerang sel limfosit B akibat infeksi Epstein-Barr virus (EBV).

 

3. Monosit

 

Kadar normal monosit adalah sekitar 2–8% dari total jumlah sel darah putih di dalam tubuh. Jenis sel darah putih ini berfungsi untuk menangkap serta melawan serangan jamur, bakteri, virus, ataupun parasit yang masuk ke dalam tubuh.

 

Kadar monosit dapat meningkat apabila seseorang mengalami sejumlah kondisi berikut ini:

  • Infeksi virus, bakteri, atau parasit.

  • Leukemia.

  • Penyakit Limfoma Hodgkin.

  • Peradangan kronis, seperti systemic lupus erythematosus (SLE), vaskulitis, dan rheumatoid arthritis.

  • Endokarditis.

 

4. Basofil

 

Basofil adalah salah satu jenis sel darah putih yang berperan dalam proses reaksi alergi, baik ringan maupun berat. Ketika seseorang terpapar alergen, sel basofil akan melepaskan histamin sehingga memicu terjadinya reaksi alergi.

 

Adapun sejumlah kondisi medis yang dapat memicu terjadinya peningkatan kadar basofil di dalam tubuh adalah sebagai berikut:

  • Kelainan pada sumsum tulang (penyakit mieloproliferatif) yang dapat memengaruhi produksi sel darah putih di dalam tubuh.

  • Hipotiroidisme.

  • Leukemia.

  • Peradangan kronis, seperti kolitis ulseratif dan rheumatoid arthritis.

 

5. Eosinofil

 

Eosinofil adalah salah satu jenis leukosit yang berfungsi untuk menghancurkan bakteri, virus atau patogen lainnya yang masuk ke dalam tubuh. Sel darah putih ini juga dapat memicu respons peradangan, seperti reaksi alergi, asma, dan eksim.

 

Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan jumlah eosinofil tinggi dalam hasil pemeriksaan darah.

 

Lakukan Skrining Darah untuk Memeriksa Komponen Sel Darah secara Keseluruhan

 

Lakukan pemeriksaan darah di Siloam Hospitals untuk mengetahui dan mengevaluasi komponen sel darah di dalam tubuh. Tak perlu khawatir, Siloam Hospitals telah dilengkapi dengan peralatan laboratorium berteknologi canggih sehingga mampu memberikan hasil pemeriksaan yang tepat dan akurat.

 

Selain itu, Anda dapat memesan paket skrining darah secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Tersedia fitur Patient Portal yang dapat memudahkan Anda untuk memantau hasil skrining kesehatan di mana pun.

 

Siloam Hospitals menyediakan dua pilihan paket skrining darah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, di antaranya:

 

1. Skrining Hematologi Lengkap

 

Skrining hematologi lengkap merupakan pemeriksaan darah yang terdiri dari complete blood count (CBC), pemeriksaan differential count (DIFF), dan tes laju endap darah (LED)

  • Complete blood count (CBC): Pemeriksaan kadar seluruh komponen darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, trombosit, hemoglobin, dan trombosit.

  • Pemeriksaan differential count (DIFF count): Pemeriksaan kadar dari jenis-jenis sel darah putih secara keseluruhan menggunakan bantuan mikroskop.

  • Tes laju endap darah (LED): Skrining darah dengan mengukur lama waktu yang dibutuhkan sel darah merah untuk mengendap atau menggumpal di dalam tubuh. Pemeriksaan ini biasanya digunakan untuk mengetahui tingkat keparahan dari peradangan tubuh serta memantau efektivitas pengobatan.

 

Skrining hematologi lengkap kerap digunakan untuk mengevaluasi kesehatan seseorang secara menyeluruh. Selain itu, skrining darah ini juga dapat dilakukan untuk mendeteksi berbagai kemungkinan penyakit, seperti:

  • Infeksi bakteri, virus, ataupun parasit.

  • Anemia

  • Leukemia.

  • Kemungkinan alergi.

  • Kelainan perdarahan.

  • Polisitemia.

  • Dan lain-lain.

 

2. Skrining Koagulasi Darah (D-DIMER)

 

Skrining koagulasi darah (D-DIMER) adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan dengan memeriksa fragmen protein D-dimer guna menilai tingkat dan waktu yang dibutuhkan darah untuk menggumpal (koagulasi) di dalam tubuh.

 

Pemeriksaan ini juga biasanya dilakukan untuk mendeteksi gangguan pembekuan darah serta mengevaluasi efektivitas pengobatan yang sedang dijalani oleh pasien.

 

Segera pesan paket skrining darah dari Siloam Hospitals untuk deteksi dini berbagai gangguan kesehatan sekarang juga. Dengan berbagai fasilitas yang tersedia di Siloam Hospitals, Anda dapat menikmati kemudahan untuk memesan paket skrining, cek hasil pemeriksaan, hingga konsultasi dengan dokter.

 

Di samping itu, penting pula untuk memahami hasil tes sebaik mungkin guna memahami kondisi tubuh dan mencegah potensi gangguan kesehatan di masa depan. Oleh karenanya, dapatkan juga informasi seputar interpretasi hasil tes, saran perawatan, hingga langkah-langkah preventif yang tersedia pada laman artikel kesehatan kami.


Selain itu, untuk memperoleh diagnosis dan penanganan lebih lanjut terkait dengan hasil pemeriksaan, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda. Sebelum itu, jadwalkan terlebih dahulu pertemuan Anda dengan dokter menggunakan fitur Cari Dokter yang juga tersedia pada aplikasi MySiloam. Mari nikmati akses layanan kesehatan dengan mudah dan praktis #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-anik-widajati-mkes-spmk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anik Widajati, M.Kes, SpMK

Laboratorium Medis

Spesialis Mikrobiologi Klinik


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tri-nugraheni-sppa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tri Nugraheni, SpPA

Laboratorium Medis

Spesialis Patalogi Anatomik


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ida-rahayu-sppa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ida Rahayu, SpPA

Laboratorium Medis

Spesialis Patalogi Anatomik


Siloam Hospitals Surabaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail