Komplikasi Mikrovaskular dan Makrovaskular pada Penyakit Diabetes Melitus
Kesehatan Tubuh

Komplikasi Mikrovaskular dan Makrovaskular pada Penyakit Diabetes Melitus

08 Oktober 2025 6 menit waktu baca
Komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular pada diabetes melitus

Terdapat dua jenis komplikasi yang dapat mengancam penderita diabetes melitus, yaitu komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Komplikasi mikrovaskular diabetes melitus adalah komplikasi yang menyerang pembuluh darah kecil, sedangkan komplikasi makrovaskular terjadi pada pembuluh darah besar.

 

Apa saja contoh dari komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular pada penderita diabetes melitus? Mari simak penjelasannya berikut cara mencegah komplikasi diabetes melitus melalui artikel berikut ini. 

 

Komplikasi Mikrovaskular Diabetes Melitus

 

Penderita diabetes melitus dapat mengalami penyakit-penyakit lainnya yang merupakan komplikasi dari penyakit diabetes itu sendiri. Hal ini bisa terjadi jika kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik. Adapun sejumlah penyakit yang termasuk dalam komplikasi mikrovaskular diabetes melitus adalah sebagai berikut.

 

1. Retinopati Diabetik

 

Retinopati diabetik adalah komplikasi penyakit diabetes yang paling sering ditemui. Komplikasi ini ditandai dengan adanya kerusakan pada pembuluh darah retina di mata karena kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol. Retinopati diabetik termasuk dalam komplikasi yang serius karena dapat memicu gangguan penglihatan hingga kebutaan.

 

Perlu diketahui, retinopati diabetik dapat berkembang sejak 7 tahun setelah pasien didiagnosis diabetes tipe 1. Sementara itu, pada pasien diabetes tipe 2, retinopati diabetik biasanya mulai muncul atau berkembang 20 tahun setelah penderita didiagnosis diabetes. Guna mencegah hal ini, penderita diabetes pun disarankan melakukan pemeriksaan mata secara rutin.

 

2. Nefropati Diabetik

 

Komplikasi mikrovaskular diabetes melitus berikutnya adalah nefropati diabetik, yaitu kondisi ketika organ ginjal mengalami kerusakan sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

 

Pada kondisi yang lebih parah, nefropati diabetik dapat menyebabkan penurunan kemampuan fungsi ginjal dalam mengeluarkan cairan berlebih dan racun dari dalam tubuh, sehingga sistem penyaringan ginjal dapat mengalami kerusakan yang berujung pada terjadinya gagal ginjal. Jika hal ini terjadi, penderita perlu menjalani hemodialisis (terapi cuci darah) atau bahkan transplantasi ginjal.

 

Guna mencegah terjadinya nefropati diabetik, penderita diabetes melitus disarankan untuk menjalani pemeriksaan secara rutin serta mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah dengan baik. Pasalnya, risiko kerusakan ginjal juga dapat meningkat apabila tekanan darah tidak dikontrol dengan baik.

 

3. Neuropati Diabetik

 

Neuropati diabetik juga menjadi salah satu komplikasi mikrovaskular diabetes melitus yang perlu diwaspadai. Kondisi ini terjadi ketika saraf di bagian-bagian tubuh tertentu mengalami kerusakan akibat kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol.

 

Kerusakan tersebut yang pada akhirnya dapat melemahkan dinding pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi ke sel saraf. Meski dapat terjadi pada bagian tubuh mana pun, neuropati diabetik sering kali menyerang kaki.

 

Gejala neuropati diabetik di antaranya adalah munculnya rasa kesemutan, mati rasa, sensasi seperti tersetrum listrik, serta penurunan fungsi anggota gerak. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan berkemih, gangguan keseimbangan tubuh, hingga impotensi atau disfungsi ereksi pada pria.

 

Salah satu komplikasi lanjutan dari neuropati diabetik yang paling umum terjadi adalah kaki diabetes (diabetic foot). Akibat kerusakan saraf, kaki diabet sering kali tidak disadari penderitanya karena sudah mengalami mati rasa, sehingga luka menjadi semakin parah dan bisa berujung pada amputasi. Terlebih lagi, tingginya kadar gula darah juga dapat menghambat proses penyembuhan luka pada penderita diabetes melitus.

 

Tidak ada pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan kondisi ini. Jadi, langkah paling efektif dalam mengatasi neuropati diabetik adalah dengan mengontrol kadar gula darah untuk mengendalikan perkembangan penyakit serta mencegah perburukan kondisi.

 

Komplikasi Makrovaskular Diabetes Melitus

 

Salah satu komplikasi makrovaskular diabetes adalah aterosklerosis, yaitu kondisi di mana terjadi penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak lemak di dinding pembuluh darah.

 

Hal ini diduga dapat terjadi karena kondisi diabetes turut memengaruhi proses metabolisme lemak, sehingga dapat memicu peningkatan kadar kolesterol. Penyakit kardiovaskular seperti aterosklerosis ini perlu diwaspadai karena merupakan salah satu penyebab utama kematian pada penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2.

 

Selain aterosklerosis, penyakit jantung koroner juga sering dikaitkan dengan penyakit diabetes. Namun, di antara penderita penyakit diabetes melitus, penderita berjenis kelamin wanita diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner dibandingkan pria.

 

Tidak sampai di situ, penderita penyakit diabetes juga diketahui memiliki risiko tinggi terkena infark miokard (serangan jantung) yang sama dengan seseorang yang memiliki riwayat serangan jantung. 

 

Selain pembuluh darah jantung, komplikasi makrovaskular ini juga dapat terjadi pada pembuluh darah otak. Sehingga penyakit diabetes yang tidak ditangani dengan tepat juga dapat menyebabkan stroke hingga berujung pada kematian.

 

Cegah Komplikasi Diabetes Melitus dengan Cek Gula Darah secara Rutin

 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu cara paling efektif dalam mencegah komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular pada penyakit diabetes adalah dengan mengontrol kadar gula darah. 

 

Siloam Hospitals menyediakan berbagai pilihan paket tes laboratorium untuk pemeriksaan kadar gula darah yang sesuai dengan kondisi kesehatan pasien. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu

 

Sama dengan namanya, pemeriksaan gula darah sewaktu dapat dilakukan sewaktu-waktu tanpa mengharuskan pasien untuk berpuasa. Beberapa manfaat pemeriksaan gula darah sewaktu adalah sebagai berikut:

 

  • Mengukur kadar gula darah dengan cepat sehingga dapat segera mendeteksi kondisi hiperglikemia atau hipoglikemia.

  • Melakukan deteksi dini terhadap penyakit diabetes.

  • Memantau efektivitas pengobatan atau terapi pada penderita penyakit diabetes.

 

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel darah dari pembuluh darah lengan menggunakan jarum suntik. Karena dapat dilakukan sewaktu-waktu, maka tidak diperlukan persiapan khusus sebelum melakukan prosedur ini.

 

2. Pemeriksaan Gula Darah Puasa

 

Pemeriksaan gula darah puasa dilakukan setelah pasien berpuasa, di mana tubuh tidak mendapatkan glukosa dari makanan. Pasien perlu melakukan puasa selama 10–12 jam (namun masih diperbolehkan minum air putih) sebelum dilakukan pengambilan darah.

 

Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mendeteksi kondisi hipoglikemia dan hiperglikemia, melakukan deteksi dini terhadap penyakit diabetes, serta mengevaluasi efektivitas pengobatan atau terapi pada penderita penyakit diabetes.

 

3. Pemeriksaan Gula HbA1c

 

Pemeriksaan gula HbA1c dilakukan untuk mengukur rata-rata kadar gula yang terikat dengan hemoglobin (hemoglobin terglikasi) setiap 2–3 bulan sekali. Pemeriksaan ini penting untuk dilakukan guna memonitor pengendalian kadar gula darah serta mendeteksi penyakit diabetes melitus.

 

Di samping itu, pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk memperkirakan keadaan gula darah dalam jangka waktu yang panjang serta mengevaluasi efektivitas pengobatan penyakit diabetes. Seperti pada umumnya, pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien menggunakan jarum suntik.

 

4. Pemeriksaan Gula Darah 2 Jam Setelah Makan

 

Tes gula darah 2 jam setelah makan dapat digunakan untuk memantau efektivitas dari obat diabetes yang dikonsumsi pasien serta mendeteksi penyakit diabetes.

 

Melalui pemeriksaan ini, dokter juga dapat menentukan apakah pasien mengalami hiperglikemia atau hipoglikemia. Adapun prosedurnya dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dari pembuluh darah lengan menggunakan jarum suntik pada saat 2 jam setelah makan.

 

5. Paket Cek Diabetes

 

Paket cek diabetes sudah mencakup pemeriksaan kadar gula darah puasa dan HbA1c, sehingga bisa mengetahui kadar gula darah rata-rata dan gula darah saat puasa.

 

Anda dapat memesan Paket Cek Gula Darah sesuai rekomendasi dokter tanpa harus ke rumah sakit, yakni dengan memanfaatkan fitur Siloam Digital Lab & Radiologi yang telah tersedia di aplikasi MySiloam. Fitur tersebut juga memungkinkan Anda untuk menemukan berbagai paket Cek Laboratorium lainnya. Kemudian, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat sesuai dengan lokasi pemesanan.

 

Apabila ingin melakukan pemeriksaan terkait keluhan kesehatan lainnya, Anda dapat membuat janji temu dengan dokter terkait melalui fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam. Dengan membuat janji temu sebelumnya, Anda bisa melakukan check in mandiri dan mengantre secara virtual. Mari unduh aplikasinya dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail