Ibu dan Anak
Manfaat Vaksin Rotavirus untuk Anak dan Jadwal Pemberiannya

Table of Contents
Mengingat sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna, anak-anak disarankan untuk mendapatkan berbagai jenis vaksin guna meminimalkan risiko terjadinya penyakit tertentu. Salah satu jenis vaksin yang direkomendasikan adalah vaksin rotavirus. Lantas, apa manfaat vaksin rotavirus untuk anak? Mari simak pembahasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Manfaat Vaksin Rotavirus untuk Anak
Pada dasarnya, manfaat vaksin rotavirus untuk anak adalah meminimalkan risiko terjadinya infeksi rotavirus. Sebagai informasi, rotavirus adalah virus yang dapat menyerang saluran pencernaan dan menyebabkan terjadinya gastroenteritis. Kondisi ini dapat membuat anak mengalami diare parah, demam, muntah, sakit perut, hingga dehidrasi.
Angka kejadian kematian diare masih tinggi di Indonesia. Pemberian vaksin rotavirus dapat dilakukan untuk mencegah diare karena rotavirus. Vaksin ini penting untuk diberikan pada bayi karena penularan rotavirus antara bayi dan anak sangatlah mudah, sehingga dibutuhkan vaksin sebagai pertahanan serta pencegahan terhadap infeksi virus tersebut.
Vaksin rotavirus umumnya berisi rotavirus hidup yang telah dilemahkan. Vaksin ini dapat bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang bisa melawan rotavirus apabila sewaktu-waktu virus tersebut menginfeksi tubuh anak.
Pemberian vaksinasi rotavirus dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan imunisasi rutin lainnya sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Vaksin rotavirus sangat efektif dan memberikan perlindungan yang baik terhadap infeksi rotavirus. Meski demikian, infeksi rotavirus pada bayi yang telah divaksinasi rotavirus mungkin tetap dapat terjadi. Namun, biasanya gejala yang timbul lebih ringan daripada jika bayi tidak divaksinasi.
Jadwal Pemberian Vaksin Rotavirus untuk Anak Berdasarkan Jenisnya
Vaksin rotavirus merupakan salah satu jenis vaksin yang masuk ke dalam jadwal imunisasi dasar lengkap anak. IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan pemberian vaksin rotavirus dilakukan kepada bayi mulai dari usia 2–6 bulan. Vaksin ini dapat diberikan melalui tetes mulut (oral).
Terdapat dua jenis vaksin rotavirus yang umum digunakan dalam imunisasi dasar lengkap anak, yaitu vaksin rotavirus monovalen dan pentavalen.
1. Vaksin Rotavirus Monovalen
Vaksin rotavirus monovalen adalah jenis vaksin yang berisi satu jenis (strain) rotavirus yang sudah dilemahkan. Vaksin ini dapat diberikan sebanyak 2 dosis yang diteteskan ke dalam mulut. Sejak tahun 2022, vaksin rotavirus monovalen sudah dimasukkan ke dalam program nasional secara bertahap.
Dosis pertama dapat diberikan ketika anak berusia 6–12 minggu. Sementara itu, dosis kedua diberikan dengan jarak minimal 4 minggu setelah mendapatkan vaksin dosis pertama, atau paling lambat saat anak berusia 24 minggu.
2. Vaksin Rotavirus Pentavalen
Vaksin rotavirus pentavalen adalah jenis vaksin yang mengandung 5 jenis (strain) rotavirus yang sudah dilemahkan. Secara umum, vaksin ini dapat diberikan sebanyak 3 kali. Adapun jadwal pemberian vaksin rotavirus pentavalen adalah sebagai berikut:
-
Dosis pertama: Usia 6–12 minggu.
-
Dosis kedua: Diberikan dengan jarak setidaknya 4–10 minggu setelah vaksin sebelumnya.
-
Dosis ketiga: Diberikan dengan jarak setidaknya 4–10 minggu setelah vaksin sebelumnya. Dosis ketiga paling lambat diberikan saat anak berusia 32 minggu.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memberikan Vaksin Rotavirus untuk Anak
Jika anak belum memperoleh vaksinasi rotavirus dosis pertama sampai ia berusia 15 minggu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna mengetahui saran pemberian vaksin yang tepat. Secara umum, vaksin rotavirus tidak disarankan untuk diberikan pada bayi yang sudah berusia di atas 8 bulan. Pasalnya, belum ada bukti yang menunjukkan efektivitas manfaat vaksin rotavirus untuk anak di usia tersebut.
Di samping itu, beberapa kondisi yang mungkin membuat anak perlu menunda atau bahkan tidak bisa menerima vaksin rotavirus, di antaranya:
-
Mengalami reaksi alergi yang mengancam nyawa (anafilaksis) setelah mendapatkan vaksin rotavirus sebelumnya.
-
Mengalami reaksi alergi yang mengancam nyawa terhadap komponen dari vaksin rotavirus. Infokan kepada tenaga kesehatan apabila anak memiliki alergi terhadap sesuatu, misalnya lateks.
-
Menderita atau pernah menderita intususepsi.
-
Menderita SCID (severe combined immunodeficiency), yaitu kelainan genetik yang sangat langka yang menyebabkan masalah sistem imun tubuh yang mengancam jiwa.
Sebagai catatan, anak yang sedang sakit namun tidak terlalu parah masih bisa mendapatkan vaksin ini. Selain itu, penting pula untuk menginformasikan kepada tenaga kesehatan apabila anak memiliki sistem imun lemah (immunocompromised), seperti pada beberapa kondisi berikut ini:
-
Sedang menderita penyakit akut sedang atau berat, termasuk gastroenteritis (tunda sampai gejala membaik).
-
Menderita HIV/AIDS atau penyakit lain yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
-
Menderita spina bifida atau ekstrofi kandung kemih.
Orang tua bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai hal-hal di atas sebelum si Kecil mendapatkan vaksin rotavirus. Dengan begitu, dokter dapat melihat kondisi kesehatan anak secara keseluruhan sehingga bisa menentukan jadwal yang tepat.
Efek Samping Vaksin Rotavirus
Secara umum, vaksin rotavirus jarang menimbulkan efek samping. Namun, sebagian anak mungkin dapat mengalami reaksi alergi ringan setelah mendapatkan vaksinasi rotavirus dan bisa membaik dengan sendirinya selama beberapa hari. Sejumlah reaksi alergi ringan tersebut, di antaranya sebagai berikut:
-
Mual dan muntah ringan.
-
Lebih rewel.
-
Diare ringan.
Vaksin rotavirus juga bisa menimbulkan reaksi alergi berat pada anak, namun hal tersebut cenderung jarang terjadi. Adapun beberapa reaksi alergi berat yang dapat muncul, di antaranya:
-
Sesak napas.
-
Mengi.
-
Wajah terlihat pucat.
-
Jantung berdebar.
-
BAB berdarah.
-
Intususepsi.
Perlu diketahui bahwa informasi yang disebutkan di atas tidak dapat menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Jika si kecil baru mendapatkan vaksinasi rotavirus dan mengalami gejala efek samping atau si kecil baru mau menjalani vaksin rotavirus namun Anda membutuhkan informasi yang lebih detail, disarankan untuk segera mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatri (Anak).
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







