Arteritis Temporalis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Arteritis Temporalis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

28 Maret 2025 5 menit waktu baca
mengenal arteri temporalis

 

Arteritis temporalis (giant cell arteritis) merupakan salah satu jenis vaskulitis (peradangan pada pembuluh darah) yang sering terjadi pada arteri temporal. Pada jenis vaskulitis ini, arteri temporal mengalami pembengkakan dan penyempitan sehingga dapat mengganggu aliran darah. Kondisi ini biasanya ditandai dengan sakit kepala berdenyut. Simak penjelasan selengkapnya mengenai arteritis temporalis melalui ulasan di bawah ini.

Apa itu Arteritis Temporalis?

Giant cell arteritis (GCA) adalah vaskulitis (peradangan pembuluh darah) kronis yang utamanya menyerang arteri berukuran besar dan sedang pada individu dengan usia lebih dari 50 tahun. Kondisi ini sering terjadi pada arteri yang berada di kepala, terutama pada pelipis. Karena alasan itulah, GCA terkadang disebut arteritis temporal. Arteri ini terletak persis di depan telinga dan naik ke hingga kulit kepala.

 

Arteri temporal merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke kulit kepala, otot rahang, dan saraf optik (mata). Adanya peradangan pada arteri temporal dapat menyebabkan gangguan pada aliran darah menuju organ dan jaringan tersebut.

 

Terjadinya arteritis temporalis dapat melibatkan pembuluh darah lain, seperti arteri siliaris posterior pada mata, yang bisa menyebabkan kebutaan. Kondisi ini juga memengaruhi pembuluh darah besar, seperti aorta dan cabang-cabangnya yang juga dapat mengakibatkan masalah serius. Selain itu, kondisi ini juga kerap dikaitkan dengan rematik polimialgia.

Penyebab Arteritis Temporalis

Belum diketahui secara pasti apa penyebab arteritis temporalis. Namun, banyak ahli meyakini bahwa penyakit autoimun bisa menjadi salah satu penyebab kondisi arteritis temporalis. Penyakit autoimun diduga dapat menyebabkan sistem imun tubuh secara tidak sengaja menyerang pembuluh darah yang sehat.

 

Selain itu, kondisi ini juga dikaitkan dengan pertambahan usia karena sering ditemukan pada orang-orang dengan usia yang lebih tua. Para ahli juga percaya bahwa beberapa faktor lain turut berperan dalam menyebabkan kondisi ini, seperti faktor genetik dan lingkungan.

 

Secara umum, beberapa faktor yang diketahui bisa meningkatkan risiko arteritis temporalis adalah sebagai berikut:

 

  • Usia. Giant cell arteritis sangat jarang terjadi pada usia di bawah 50 tahun. Biasanya, kondisi ini dialami oleh orang berusia 70–80 tahun.

  • Ras dan wilayah geografis. Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang kulit putih Eropa Utara atau keturunan Skandinavia.

  • Mengidap rematik polimialgia.

  • Terdapat keluarga dengan kondisi serupa.

Gejala Arteritis Temporalis

Gejala umum arteritis temporalis adalah nyeri kepala dan nyeri tekan pada kedua pelipis. Nyeri tersebut bisa memburuk secara progresif, datang dan pergi, atau mereda sementara. Adapun gejala lain yang menyertai adalah:

 

  • Nyeri rahang saat mengunyah atau membuka mulut lebar-lebar.

  • Demam.

  • Mudah lelah.

  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

  • Kehilangan penglihatan atau penglihatan ganda, terutama pada orang yang juga mengalami nyeri rahang.

  • Kehilangan penglihatan permanen secara tiba-tiba dan permanen di satu sisi mata.

  • Nyeri, kaku, dan penurunan rentang gerak persendian pada leher, bahu, atau pinggul. Gejala ini berkaitan dengan rematik polimialgia.

  • Peradangan pada pembuluh darah besar, terutama pada aorta dan cabang utamanya, dapat menimbulkan gejala klaudikasio (nyeri pada otot saat sedang beraktivitas) pada ekstrimitas atas, nyeri punggung maupun dada akibat aortitis, atau diseksi aorta.

Diagnosis Arteritis Temporalis

Giant cell arteritis terkadang sulit didiagnosis karena gejala awalnya mirip dengan kondisi lain. Itulah sebabnya, dokter perlu menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya. Pertama-tama, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat medis pasien.

 

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, mulai dari tanda-tanda vital (tekanan darah, laju nadi, laju pernapasan, suhu), pemeriksaan jantung dengan stetoskop, periksaan pada arteri temporal, serta gejala-gejala yang dialami pasien.

 

Selanjutnya, dokter juga dapat merekomendasikan beberapa tes penunjang guna mengonfirmasi diagnosis. Tes penunjang tersebut meliputi:

 

  • Tes darah, termasuk darah lengkap, tes laju sedimentasi eritrosit (mengukur seberapa cepat sel darah merah jatuh ke dasar tabung darah), protein C-reaktif/C-reactive protein (mengukur zat yang diproduksi hati saat terjadi peradangan), gula darah, dan lain-lain.

  • Tes pencitraan, seperti USG doppler, CT angiography (CTA), MRA, dan PET scan.

  • Biopsi. Pemeriksaan yang paling efektif untuk mengonfirmasi arteritis temporalis.

Pengobatan Arteritis Temporalis

Pengobatan utama untuk giant cell arteritis adalah pemberian obat steroid dalam dosis tinggi. Kondisi ini biasanya perlu segera diobati untuk mencegah pasien kehilangan penglihatan. Pasien umumnya akan merasa lebih baik dalam beberapa hari setelah memulai pengobatan. Namun, bila pasien sudah kehilangan penglihatan sebelum dimulai pengobatan, kecil kemungkinannya untuk mengembalikan kemampuan penglihatan pasien.

 

Pasien mungkin perlu minum obat selama 1–2 tahun atau lebih. Setelah satu bulan pertama, dokter biasanya mulai menurunkan dosis secara bertahap hingga mencapai dosis steroid terendah untuk mengendalikan peradangan. Selama periode penurunan dosis, beberapa gejala arteritis temporalis bisa kembali, terutama sakit kepala.

 

Pemberian obat steroid dalam dosis tinggi dan durasi yang lama berisiko menyebabkan efek samping yang serius, seperti osteoporosis, tekanan darah tinggi, dan kelemahan otot. Untuk mengatasi potensi efek samping, dokter biasanya akan memantau kepadatan tulang pasien serta meresepkan suplemen kalsium dan vitamin D atau obat lain untuk membantu mencegah pengeroposan tulang.

 

Pada tahun 2017, U.S. Food and Drug Administration menyetujui obat biologis yang disebut tocilizumab sebagai pengobatan giant cell arteritis. Pasien akan diberikan obat ini melalui suntikan subkutan (bawah kulit) atau infus (intravena). Obat ini juga dapat membantu mengurangi kebutuhan pasien terhadap obat steroid.

 

Sebagai informasi, tanda serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi arteritis temporalis. Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Mayo Clinic. Giant cell arteritis. Diakses pada 2024 | NHS. Temporal arteritis. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Temporal Arteritis (Giant Cell Arteritis). Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail