Kesehatan Tubuh
Rematik Polimialgia - Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya

Table of Contents
Rematik polimialgia (polymyalgia rheumatica) adalah gangguan peradangan yang dapat menyebabkan timbulnya nyeri dan kekakuan pada otot-otot di berbagai lokasi, seperti bahu serta pinggul. Kondisi ini biasanya dialami oleh orang berusia di atas 65 tahun. Ketahui penyebab hingga penanganan polymyalgia rheumatica melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Rematik Polimialgia?
Seperti yang sudah dijelaskan, rematik polimialgia adalah kondisi peradangan yang dapat menimbulkan nyeri dan kekakuan pada leher, bahu, serta pinggul. Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa terjadi pada lengan atas, paha, pantat, dan punggung. Biasanya, rasa nyeri serta kekakuan timbul di kedua sisi tubuh.
Selain itu, nyeri dan kekakuan akibat polymyalgia rheumatica biasanya memburuk di pagi hari atau ketika penderitanya tidak bergerak selama beberapa saat. Gejala ini biasanya berlangsung cepat, kurang lebih 30 menit di pagi hari. Meskipun rasa nyerinya bisa muncul dengan hebat, nyeri akan membaik dengan beraktivitas.
Penyebab Rematik Polimialgia
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab polymyalgia rheumatica. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan, seperti infeksi virus. Selain itu, penuaan (kondisi ini lebih banyak dialami oleh orang berusia 50 tahun ke atas), kondisi autoimun, dan peradangan pada bursa di pinggul dan bahu (bursitis).
Gejala Rematik Polimialgia
Gejala umum polymyalgia rheumatica adalah timbulnya rasa nyeri dan kekakuan secara tiba-tiba pada kedua sisi tubuh di sekitar sendi-sendi besar, utamanya bahu dan pinggul. Beberapa orang mungkin juga merasakan ketidaknyamanan di sekitar lengan, punggung, pantat, dan leher.
Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa membuat penderitanya kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berpakaian atau menyisir rambut. Di samping nyeri dan kekakuan otot, beberapa gejala lain dari rematik polimialgia di antaranya adalah sebagai berikut:
-
Kekakuan yang berlangsung lebih dari 30 menit, terutama di pagi hari atau setelah beristirahat (sendi lama tidak digerakkan).
-
Kelemahan.
-
Kelelahan.
-
Pembengkakan pada tangan atau pergelangan tangan.
-
Demam ringan.
-
Malaise (lelah dan tidak enak badan).
-
Kehilangan nafsu makan.
-
Penurunan berat badan.
-
Depresi.
Dilansir dari Cleveland Clinic, sekitar 10–20% orang dengan polymyalgia rheumatica mungkin memiliki kondisi medis lain yang disebut arteritis temporal (giant cell arteritis). Kondisi ini merupakan bentuk vaskulitis yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah besar arteri temporal yang berada di bagian pelipis. Di sisi lain, sekitar 40–60% orang dengan arteritis temporal mungkin memiliki rematik polimialgia.
Diagnosis Rematik Polimialgia
Untuk menegakkan diagnosis polymyalgia rheumatica, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis atau anamnesis mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien serta keluarganya.
Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien, termasuk pemeriksaan sendi dan neurologis. Biasanya, pemeriksaan dilakukan dengan menggerakkan kepala dan anggota tubuh dengan lembut untuk menilai rentang gerak pasien.
Guna mengetahui penyebab yang mendasari dan mengonfirmasi diagnosis rematik polimialgia, dokter akan merekomendasikan beberapa tes berikut:
-
Tes darah: Pemeriksaan ini meliputi tes darah lengkap, tes indikator peradangan, dan protein C-reaktif.
-
Tes pencitraan: Dokter bisa melakukan USG atau MRI untuk menyingkirkan kondisi lain dengan gejala yang mirip, seperti rheumatoid arthritis dan myositis, serta mengidentifikasi penyebab yang sebenarnya.
Komplikasi Rematik Polimialgia
Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, rematik polimialgia dapat mengganggu mobilitas tubuh. Hal ini tentu akan menyulitkan penderitanya melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mandi, berpakaian, bahkan mengangkat lengan atas.
Menurut berbagai penelitian, pasien dengan rematik polimialgia lebih berisiko mengalami penyakit kardiovaskular. Selain itu, penderita kondisi ini juga memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami radang sendi.
Penanganan Rematik Polimialgia
Pengobatan utama untuk rematik polimialgia adalah pemberian kortikosteroid dosis rendah. Dokter mungkin akan meresepkan prednison yang dapat membantu meredakan rasa nyeri dan kekakuan.
Ketika gejala sudah membaik, maka dokter akan mengurangi dosis steroid secara bertahap. Terkadang, kondisi ini bisa kambuh sehingga diperlukan steroid dalam dosis rendah untuk jangka panjang guna mencegahnya.
Selain itu, dokter juga dapatmeresepkan suplemen kalsium dan vitamin D dosis untuk membantu mencegah pengeroposan tulang akibat efek samping pengobatan kortikosteroid jangka panjang.
Istirahat yang cukup dan olahraga juga penting dalam penanganan rematik polimialgia. Olahraga secara teratur dapat meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas sendi. Beberapa jenis olahraga yang disarankan adalah berenang, jalan kaki, dan bersepeda. Apabila diperlukan, dokter mungkin juga menyarankan terapi fisik (fisioterapi).
Perlu dipahami bahwa tanda serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi rematik polimialgia. Dengan kata lain, tanda dan gejala yang disebutkan mungkin terjadi pada kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Reumatologi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.
Penting pula untuk dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Bila disarankan oleh dokter, Anda dapat memesan paket Fisioterapi dari Siloam at Home yang praktis dan mudah karena dilayani langsung di rumah Anda sehingga Anda tidak perlu keluar rumah. Fisioterapi adalah tindakan rehabilitasi untuk menghindari atau meminimalkan keterbatasan fisik akibat cedera atau penyakit.
Sumber
Mayo Clinic. Polymyalgia Rheumatica. Diakses pada 2024 | NHS. Polymyalgia rheumatica. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Polymyalgia rheumatica. Diakses pada 2024 | Arthritis Foundation. Polymyalgia rheumatica. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
TERPOPULER
CRP / Penanda Infeksi Akut
Darah, Infeksi, Jantung
1 Service/Item
Rp185.400
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300
LED-Erythrocyte Sedimen Rate ESR / Laju Endap Darah
1 Service/Item
Rp56.700






