Kesehatan Tubuh
Apa itu Myositis? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Myositis adalah kondisi medis yang ditandai dengan pembengkakan dan peradangan pada otot. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri otot hingga kelemahan pada berbagai anggota tubuh. Mari pahami lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, hingga pengobatan myositis dalam artikel berikut ini.
Apa itu Myositis?
Seperti yang telah dijelaskan bahwa miositis atau myositis adalah peradangan pada otot yang dapat merusak serat-serat dalam jaringan otot tersebut. Pada dasarnya, myositis adalah penyakit autoimun. Kondisi ini dapat membuat sistem imun tubuh secara keliru menyerang jaringan otot yang sehat, sehingga bisa menyebabkan peradangan kronis (jangka panjang).
Myositis biasanya memengaruhi otot-otot yang digunakan untuk bergerak, seperti otot lengan, bahu, kaki, dan pinggul. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi pada otot perut serta tulang belakang. Penderita myositis sering kali mengalami kelemahan otot pada bagian tubuh tertentu, di antaranya adalah mata, kerongkongan, dan diafragma.
Berdasarkan penyebab dan lokasi otot yang terdampak, myositis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut:
-
Polimiositis: Jenis miositis yang memengaruhi beberapa otot secara bersamaan.
-
Dermatomiositis: Jenis miositis yang dapat memengaruhi kulit.
-
Inclusion body myositis: Gangguan otot degeneratif yang kerap menyerang seseorang berusia di atas 50 tahun. Kondisi ini dapat menyebabkan kelemahan otot pada tangan, kaki, atau bahkan tenggorokan.
-
Juvenile myositis: Jenis miositis ini terjadi pada anak-anak atau remaja, khususnya perempuan berusia di bawah 18 tahun.
-
Toxic myositis: Gangguan otot yang berhubungan dengan konsumsi obat-obatan tertentu.
Penyebab Myositis
Penyebab utama myositis adalah gangguan autoimun yang membuat sistem imun tubuh secara keliru menyerang jaringan yang sehat. Sayangnya, belum diketahui secara pasti apa penyebab gangguan autoimun tersebut. Namun, seseorang berpotensi mengalami myositis jika menderita penyakit autoimun lainnya, seperti:
-
Scleroderma.
Selain karena penyakit autoimun, beberapa kondisi yang juga bisa menyebabkan terjadinya myositis adalah sebagai berikut:
-
Infeksi bakteri atau virus tertentu, seperti selesma, influenza, atau HIV.
-
Penyalahgunaan alkohol.
-
Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti statin, colchicine, omeprazole, dan lain sebagainya.
-
Cedera.
-
Rhabdomyolysis (kerusakan otot).
Di samping itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami myositis adalah:
-
Faktor usia. Kondisi ini lebih rentan terjadi pada seseorang berusia 45–60 tahun.
-
Berjenis kelamin wanita.
-
Kelainan genetik.
-
Sering terpapar sinar matahari.
Gejala Myositis
Myositis biasanya menimbulkan gejala berupa kelemahan. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua penderita myositis sudah pasti mengalami kelemahan otot. Lebih jelasnya, beberapa gejala yang kerap dialami oleh penderita myositis adalah sebagai berikut:
-
Munculnya ruam pada kulit.
-
Kelelahan.
-
Penebalan pada kulit tangan.
-
Kesulitan untuk menelan dan bernapas.
-
Nyeri otot dan sendi.
-
Pembengkakan pada bagian tubuh yang terdampak.
-
Aritmia (apabila myositis memengaruhi otot jantung).
Di samping itu, myositis juga dapat menimbulkan gejala yang beragam, tergantung pada jenisnya. Secara umum, berikut adalah gejala umum dari masing-masing jenis myositis:
Polimiositis (miositis yang melemahkan otot-otot di banyak bagian tubuh, terutama yang paling dekat dengan batang tubuh):
-
Nyeri pada tulang dan otot.
-
Kesulitan menelan (dysphagia) dan bernapas.
-
Suara serak.
-
Demam.
-
Sering terjatuh.
-
Kelelahan.
-
Susah bangkit dari posisi duduk.
-
Berat badan menurun.
-
Batuk kering kronis.
-
Penebalan pada kulit tangan.
Dermatomiositis (miositis yang memengaruh otot dan kulit):
-
Kulit kasar, bersisik, dan mengelupas.
-
Munculnya benjolan pada buku-buku jari, siku, dan lutut.
-
Kelelahan.
-
Kelemahan pada otot di area leher, pinggang, bahu, dan punggung.
-
Nyeri otot.
-
Radang sendi.
-
Kuku terlihat tidak normal.
-
Detak jantung abnormal.
-
Tukak lambung.
Inclusion-body myositis (gejala miositisdimulai setelah usia 50 tahun dengan kelemahan otot seluruh tubuh yang terjadi secara bertahap):
-
Kehilangan keseimbangan.
-
Kesulitan berjalan.
-
Sering terjatuh.
-
Kesulitan untuk menggenggam barang.
-
Refleks otot berkurang.
-
Nyeri dan lemah otot.
Juvenile myositis (bentuk miositis yang paling umum menyerang anak-anak):
-
Nyeri dan lemah otot.
-
Munculnya ruam pada kelopak mata atau persendian.
-
Kelelahan.
-
Kesulitan untuk bergerak.
-
Kesulitan untuk mengangkat kepala.
-
Bengkak dan kemerahan pada kulit di sekitar kuku jari tangan.
-
Demam.
-
Sakit perut.
-
Rewel (pada anak-anak) dan mudah marah.
Diagnosis Myositis
Dalam menegakkan diagnosis myositis, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis atau anamnesis terkait dengan keluhan serta riwayat kesehatan pasien. Lalu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi pasien secara keseluruhan.
Setelah itu, guna membantu menegakkan diagnosis myositis, dokter dapat mengarahkan pasien untuk menjalani beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Tes darah, seperti pemeriksaan enzim otot (creatinine kinase), penanda autoantibodi.
-
MRI.
-
Biopsi otot.
Pengobatan Myositis
Tujuan utama pengobatan myositis adalah untuk mengelola gejala sampai terjadi remisi (kondisi ketika hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada peradangan pada otot). Dengan begitu, pasien bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara optimal. Adapun beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menangani myositis adalah:
-
Pemberian obat antiinflamasi nonstreoid (OAINS).
-
Pemberian imunosupresan, yaitu obat yang digunakan untuk menekan atau mengurangi reaksi sistem imun tubuh seperti prednisone, azathioprine, dan methotrexate.
-
Intravenous immunoglobulin.
-
Fisioterapi. Terapi fisik dapat membantu mempertahankan rentang gerak pada lengan dan kaki yang melemah dan mencegah pemendekan otot permanen. Melakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuan pasien juga dapat membantu meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup penderita miositis.
-
Pencegahan aspirasi. Pasien yang mengalami kesulitan menelan harus berhati-hati untuk menghindari makanan dan cairan ke dalam paru-paru. Hal ini dapat dilakukan dengan meninggikan kepala tempat tidur saat makan atau minum, menambahkan bahan pengental pada minuman, atau pemasangan selang nasogastrik pada kasus yang parah.
Myositis adalah masalah kesehatan yang perlu segera mendapatkan penanganan medis yang tepat agar tidak berdampak pada kualitas hidup sehari-hari. Jika mengalami kondisi yang menyerupai gejala myositis, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals untuk mendapatkan diagnosis dan tindakan medis secara komprehensif.
Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam yang menyediakan berbagai fitur untuk mengakses layanan kesehatan lebih praktis, mulai dari cek jadwal praktik dokter, check in mandiri, hingga antre secara online.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
TERPOPULER
Creatinine / Kreatinin
Darah, Skrining Ginjal
1 Service/Item
Rp55.800
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300
Creatinine Urine / Urin Kreatinin
1 Service/Item
Rp72.000







