Dentophobia - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Mental

Dentophobia - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
dentophobia adalah

Odontophobia atau dentophobia adalah jenis fobia spesifik yang membuat seseorang takut ke dokter gigi. Dalam beberapa kondisi, dentophobia juga bisa berhubungan dengan iatrophobia (takut terhadap dokter) atau trypanophobia (takut terhadap jarum suntik). Untuk mengetahui penyebab, gejala, hingga cara mengatasi fobia ke dokter gigi selengkapnya, Anda dapat menyimak ulasan berikut ini sampai tuntas.

 

Apa itu Dentophobia (Odontophobia)?

 

Seperti yang telah disebutkan, dentophobia atau odontophobia adalah fobia atau rasa takut berlebih untuk mengunjungi dokter gigi. Bahkan, kondisi ini dapat membuat seseorang merasa cemas berlebihan saat hanya memikirkan pergi ke dokter gigi. Secara umum, dentophobia dapat dibagi menjadi beberapa elemen, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Takut terhadap dokter gigi.

  • Takut terhadap rasa nyeri saat menjalani perawatan gigi.

  • Takut terhadap mati rasa karena obat bius atau tersedak saat menjalani perawatan gigi.

  • Takut terhadap darah.

  • Takut terhadap jarum suntik.

  • Takut terhadap suara atau aroma di klinik gigi.

 

Sebagian orang dengan fobia ini biasanya takut dengan lebih dari satu elemen. Bahkan, pada kasus yang parah, orang dengan dentophobia bisa merasa cemas berlebihan pada sebagian besar atau semua elemen tersebut secara bersamaan.

 

Dentophobia diperkirakan memengaruhi 6–15% populasi dunia, baik orang dewasa maupun anak-anak. Ketakutan ini merupakan hambatan besar dalam pengobatan, karena penderita dapat mengabaikan kunjungan kontrol dan menghindari pengobatan. Di samping itu, dentophobia juga kerap dikaitkan dengan beberapa jenis fobia spesifik lainnya, seperti:

 

  • Algophobia (fobia terhadap rasa nyeri).

  • Emetophobia (fobia terhadap muntah).

  • Haphephobia (fobia terhadap sentuhan).

  • Iatrophobia (fobia terhadap dokter).

  • Trypanophobia (fobia terhadap jarum suntik).

 

Penyebab Dentophobia

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab seseorang mengalami dentophobia. Kendati demikian, para ahli menduga bahwa kondisi ini dapat dipicu oleh beberapa faktor. Adapun sejumlah faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami dentophobia adalah sebagai berikut:

 

  • Memiliki keluarga dengan riwayat fobia atau anxiety disorder.

  • Merasa malu dengan dokter gigi karena khawatir dengan penampilan gigi atau bau napas yang buruk.

  • Merasa tidak berdaya dan kehilangan kendali saat tidak bisa melakukan apapun ketika sedang menjalani perawatan gigi, dengan keadaan berbaring di kursi dan mulut terbuka.

  • Sering mendengar cerita dari orang lain mengenai rasa takutnya terhadap dokter gigi.

  • Trauma masa lalu yang terkait dengan kunjungan ke dokter gigi.

 

Gejala Dentophobia

 

Dentophobia dapat menimbulkan gejala ketika penderitanya sedang berada di dalam klinik gigi, mendengar atau melihat alat perawatan gigi, atau bahkan saat berpikir tentang mengunjungi dokter gigi. Gejala yang muncul cenderung beragam, mulai dari ringan hingga ekstrem. Beberapa gejala umum dari dentophobia adalah sebagai berikut:

 

  • Menggigil.

  • Pusing dan sakit kepala ringan.

  • Berkeringat secara berlebihan (hiperhidrosis).

  • Jantung berdebar (palpitasi).

  • Mual.

  • Sesak napas.

  • Tubuh gemetar.

  • Sakit perut atau gangguan pencernaan (dispepsia).

  • Insomnia.



Diagnosis Dentophobia

 

American Psychiatric Association (APA) mengakui dentophobia sebagai gangguan fobia spesifik dalam buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders 5th Edition (DSM)-5. Secara umum, seseorang dapat dirujuk ke psikiater atau psikolog untuk melakukan evaluasi kondisi psikologis apabila merasa cemas dan takut berlebihan saat memikirkan maupun mengunjungi dokter gigi.

 

Diagnosis dentophobia dapat ditegakkan apabila hasil evaluasi psikologis pasien menunjukkan beberapa hal berikut ini:

 

  • Rasa takut dan cemas yang berlebihan terjadi ketika pasien sedang berpikir untuk mengunjungi atau bahkan saat sudah mendatangi dokter gigi.

  • Rasa takut yang dialami dapat menghambat atau mencegah pasien untuk mengunjungi dokter gigi, meskipun sedang kesakitan atau membutuhkan perawatan sesegera mungkin.

  • Rasa takut dan cemas yang muncul tidak dipicu oleh kondisi yang benar-benar berbahaya.

  • Kondisi di atas berlangsung setidaknya selama 6 bulan.

 

Cara Mengatasi Dentophobia

 

Pengobatan utama yang dapat dilakukan untuk menangani dentophobia adalah exposure therapy. Melalui terapi ini, dokter dapat memaparkan pasien terhadap situasi atau gambaran yang terkait dengan dokter gigi. Saat terapi berlangsung, dokter dapat menunjukkan video klinik gigi atau orang yang sedang mengunjungi dokter gigi, dan sebagainya.

 

Selain itu, dokter juga dapat mengajarkan pasien untuk melakukan teknik pernapasan dan relaksasi otot sebelum serta selama terapi. Di luar exposure therapy, beberapa metode yang juga dapat dilakukan untuk menangani dentophobia adalah sebagai berikut:

 

  • Akupunktur: Dilakukan dengan memasukkan jarum tipis ke tubuh pasien pada titik-titik tertentu untuk membantu meredakan kecemasan.

  • Terapi perilaku kognitif: Terapi ini biasanya dilakukan bersamaan dengan exposure therapy. Tujuannya adalah untuk membantu mengubah pola pikir dan respons pasien terhadap situasi yang dapat memicu gejala fobia.

  • Distraction: Melalui metode ini, dokter gigi dapat menawarkan pasien untuk mendengarkan musik atau menonton film selama menjalani perawatan gigi guna membantu mengalihkan perhatian pasien.

  • Hipnoterapi: Dokter dapat menggunakan teknik relaksasi terpadu dan perhatian terfokus untuk memasuki alam bawah sadar pasien guna memberikan sugesti tertentu yang dapat membantu mengubah persepsi pasien terhadap rasa cemasnya.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu: Dokter gigi dapat memberikan obat penenang untuk membantu pasien menjadi lebih rileks selama perawatan.

 

Komplikasi Dentophobia

 

Dentophobia adalah kondisi yang perlu segera ditangani dengan tepat. Sebab, apabila dibiarkan, fobia ini dapat memengaruhi kesehatan mulut seseorang karena selalu menghindari atau enggan mengunjungi dokter gigi. Adapun beberapa risiko komplikasi yang dapat muncul akibat dentophobia adalah:

 

  • Komplikasi dari diabetes.

  • Kerusakan struktur gigi.

  • Penyakit gusi.

  • Penyakit jantung.

  • Infeksi saluran pernapasan dan pneumonia.


Perlu diingat, masalah kesehatan mental, seperti dentophobia, bukanlah hal yang harus ditutupi dan diabaikan. Kondisi ini perlu segera mendapatkan penanganan yang tepat dari Psikiatri agar tidak memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Selain mengunjungi psikiatri secara langsung, Anda juga bisa memanfaatkan layanan Telekonsultasi untuk memperoleh saran perawatan dari dokter tanpa harus keluar rumah.

 

telechat

message

ArticleDetail