5 Gangguan pada Sistem Peredaran Darah yang Perlu Diwaspadai
Kesehatan Tubuh

5 Gangguan pada Sistem Peredaran Darah yang Perlu Diwaspadai

01 Juli 2025 5 menit waktu baca
gangguan pada sistem peredaran darah

 

Gangguan pada sistem peredaran darah merupakan salah satu kondisi medis yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kerja jantung dan pembuluh darah dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Darah sendiri berfungsi untuk menyediakan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan jaringan tubuh agar bisa bekerja secara optimal.

 

Agar bisa mewaspadainya, penting bagi setiap individu untuk mengenal macam-macam gangguan pada sistem peredaran darah yang kerap terjadi. Mari simak informasi tersebut selengkapnya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Sistem Peredaran Darah?

 

Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah sistem yang berfungsi untuk mengalirkan darah kaya oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh melalui pembuluh darah yang digunakan sebagai energi untuk beraktivitas, tumbuh, hingga memperbaiki berbagai jaringan tubuh. Selain itu, sistem ini juga bertanggung jawab untuk membuang karbon dioksida dan produk limbah lain yang tidak dibutuhkan sel-sel tubuh.

 

Sistem peredaran darah manusia terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

 

  • Jantung: Organ yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh.

  • Arteri: Pembuluh darah berdinding tebal yang membawa darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh, kecuali arteri pulmonalis.

  • Vena: Pembuluh darah ini berfungsi membawa darah yang miskin oksigen dari berbagai bagian tubuh kembali ke organ jantung, kecuali vena pulmonalis.

  • Pembuluh kapiler: Pembuluh darah kecil yang berfungsi sebagai penghubung pembuluh darah arteri dan vena. Selain itu, pembuluh kapiler juga menjadi tempat terjadinya pertukaran oksigen, nutrisi, dan limbah antara sistem peredaran darah dengan organ serta jaringan tubuh.

 

Macam-Macam Gangguan pada Sistem Peredaran Darah

 

Pada dasarnya, gangguan pada sistem peredaran darah bisa menimbulkan berbagai masalah, seperti kelainan cara kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh, perubahan struktur jantung, hingga penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini bisa muncul secara tiba-tiba ataupun berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. 

 

Beberapa jenis gangguan pada sistem peredaran darah yang umum terjadi adalah sebagai berikut:

 

1. Aterosklerosis

 

Aterosklerosis adalah kondisi pengerasan dan penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak yang terbentuk dari kumpulan lemak, kalsium, kolesterol, dan zat lain pada dinding pembuluh darah arteri. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala awal. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, tumpukan plak tersebut bisa menyumbat pembuluh darah arteri dan mengganggu aliran darah kaya oksigen ke seluruh tubuh.

 

Karena itulah, aterosklerosis juga bisa berkaitan dengan penyakit jantung koroner yang dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung. Selain itu, kondisi ini pun kerap memicu terjadinya gangguan peredaran darah lainnya, seperti penyakit arteri perifer yang memengaruhi aliran darah ke tungkai, telapak kaki, lengan, dan tangan.

 

2. Gangguan Tekanan Darah

 

Tekanan darah merupakan indikator untuk menunjukkan seberapa kuat darah mengalir melalui pembuluh darah. Umumnya, tekanan darah dapat berubah-ubah pada setiap kondisi, tergantung dari tingkat aktivitas dan kondisi medis yang dialami pasien. Tekanan darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat membahayakan kondisi tubuh.

 

Beberapa jenis gangguan yang berkaitan dengan tekanan darah di dalam tubuh, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Hipertensi: Kondisi ketika tekanan darah di pembuluh darah arteri terlalu tinggi, yaitu di atas 140/90 mmHg.

  • Hipotensi: Kondisi ketika tekanan darah di dalam tubuh terlalu rendah, yaitu di bawah 90/60 mmHg.

  • Hipertensi portal: Jenis hipertensi di pembuluh darah vena porta di liver (hati) yang berfungsi membawa darah dari lambung, usus, pankreas, dan limpa ke liver. Hipertensi portal dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah sirosis hati, yaitu jaringan parut yang memenuhi organ hati sehingga hati tidak dapat berfungsi dengan baik. Hipertensi portal dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya, seperti pecahnya pembuluh darah di kerongkongan. 

  • Hipertensi pulmonal: Jenis hipertensi yang terjadi ketika tekanan darah di pembuluh darah arteri paru-paru dan sisi kanan jantung meningkat. 

 

3. Aneurisma

 

Aneurisma adalah penonjolan atau pelebaran pembuluh darah di dalam tubuh yang terjadi akibat melemahnya dinding pembuluh darah. Kondisi ini bisa membuat dinding pembuluh darah arteri mengembang menyerupai balon. Jika terus membesar, maka aneurisma tersebut berisiko pecah dan menyebabkan perdarahan organ dalam yang mengancam nyawa.

 

Kondisi ini bisa terjadi di pembuluh darah mana pun, namun paling sering terjadi di pembuluh darah aorta, yakni pembuluh darah arteri terbesar di dalam tubuh. Sementara itu, terdapat beberapa bagian tubuh lainnya yang kerap terjadi aneurisma, di antaranya otak, leher (aneurisma karotis), hingga limpa.

 

4. Stroke

 

Stroke merupakan kondisi ketika aliran darah menuju otak terganggu. Stroke tergolong sebagai kondisi kegawatdaruratan medis yang bisa mengancam nyawa dan perlu mendapatkan perhatian medis sesegera mungkin. Berdasarkan jenis gangguannya, stroke bisa dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

 

  • Stroke iskemik: Jenis stroke yang terjadi ketika aliran darah di pembuluh darah arteri otak tersumbat.

  • Stroke hemoragik: Jenis stroke yang terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak.

  • Transient ischemic attack (TIA) atau stroke ringan: Serangan stroke yang berlangsung dalam jangka waktu pendek (biasanya berlangsung dalam hitungan menit atau jam) dan dapat kembali normal seperti semula dalam 24 jam.

 

5. Gangguan pada Sistem Peredaran Darah Lainnya

 

Selain dari yang disebutkan di atas, masih ada beberapa jenis gangguan pada sistem peredaran darah lainnya yang penting untuk diwaspadai, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Gagal jantung: Kondisi ketika jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh secara optimal.

  • Penyakit katup jantung: Kondisi yang ditandai dengan katup jantung tidak bisa membuka serta menutup dengan baik.

  • Vaskulitis: Peradangan pada pembuluh darah.

  • Chronic venous insufficiency: Kondisi ketika dinding atau katup vena di kaki tidak dapat bekerja secara optimal.

  • Miokarditis: Peradangan pada otot jantung.

 

Cara Mencegah Gangguan pada Sistem Peredaran Darah

 

Perlu dipahami bahwa beberapa faktor risiko gangguan sistem jantung dan peredaran darah mungkin tidak bisa diubah, seperti pertambahan usia dan riwayat keluarga dengan kondisi serupa. Meski demikian, kondisi ini sebagian besar berkaitan dengan pola hidup tidak sehat, seperti sering mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh secara berlebihan hingga jarang berolahraga.

 

Maka dari itu, terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan kardiovaskular dan meminimalkan faktor risiko gangguan sistem peredaran darah, seperti:

 

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, termasuk membatasi asupan makanan tinggi lemak, garam, dan gula agar tidak berlebihan.

  • Minum air putih yang cukup.

  • Rutin berolahraga.

  • Berhenti merokok dan menjauhi paparan asap rokok. 

 

Demikian penjelasan tentang macam-macam jenis gangguan sistem peredaran darah serta cara mencegahnya. Namun, perlu diingat bahwa informasi yang dijelaskan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan tidak bisa menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter.

 

Jika Anda atau kerabat Anda mengalami gejala-gejala yang mungkin mengarah pada kondisi di atas atau permasalahan kardiovaskular lainnya, seperti sesak napas dan nyeri dada, segera kunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis serta penanganan medis yang tepat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani oleh pasien terkait dengan kondisinya bisa berbeda-beda di setiap fasilitas kesehatan. Dalam hal ini, tenaga medis akan memastikan seluruh prosedur pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis masing-masing pasien.

 

Selain itu, Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Jantung yang dapat digunakan untuk membantu deteksi dini berbagai gangguan sistem peredaran darah, seperti aritmia hingga kardiomiopati. Paket ini bisa dipesan secara praktis, dari mana saja dan kapan saja, melalui aplikasi MySiloam.

Sumber

Cleveland Clinic. Circulatory System Diseases. Diakses pada 2024 | Healthdirect Australia. Circulatory system. Diakses pada 2024 | Healthline. What Makes Up Your Circulatory System and How Does It Work?. Diakses pada 2024 | Medical News Today. What Diseases Affect the Circulatory System?. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail