Granuloma Inguinale - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Granuloma Inguinale - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
granuloma inguinale adalah (donovanosis)

Donovanosis atau granuloma inguinale adalah salah satu jenis infeksi menular seksual yang menyerang kulit pada area genital dan sekitarnya. Kondisi ini dapat menimbulkan jaringan parut dan peradangan kronis di area alat kelamin. Bahkan, pada beberapa kasus, granuloma inguinale juga bisa menimbulkan komplikasi yang lebih serius, seperti kanker.

 

Untuk memahami penyebab, gejala, hingga pengobatan granuloma inguinale selengkapnya, mari simak pembahasan berikut ini sampai tuntas.

 

Apa itu Granuloma Inguinale?

 

Granuloma inguinale atau donovanosis adalah jenis infeksi menular seksual atau sexually transmitted infections (STIs) yang menyerang kulit pada alat kelamin dan area di sekitarnya. Kondisi ini termasuk jenis STI yang jarang terjadi, yaitu kurang dari 100 kasus per tahun. 

 

Secara umum, granuloma inguinale lebih sering dialami oleh individu berusia 20–40 tahun, sudah aktif secara seksual, dan berjenis kelamin pria. Kondisi ini lebih sering terjadi di wilayah tropis dan subtropis.

 

Penyebab Granuloma Inguinale

 

Penyebab utama granuloma inguinale adalah infeksi bakteri Klebsiella granulomatis. Bakteri tersebut dapat menular saat penderitanya melakukan hubungan seksual, baik melalui vagina (vaginal) ataupun anus (anal). Pada kasus yang jarang terjadi, infeksi ini juga bisa menular saat melakukan hubungan seksual melalui mulut (oral) atau kontak langsung dengan cairan yang keluar dari luka pada kulit penderitanya (skin to skin contact).

 

Gejala Granuloma Inguinale

 

Pada dasarnya, gejala granuloma inguinale dapat muncul dan berkembang secara perlahan. Gejala kondisi ini biasanya muncul dalam waktu 1–12 minggu setelah terinfeksi. Namun terkadang, gejala juga bisa tidak muncul hingga waktu satu tahun.

 

Adapun gejala awal dari granuloma inguinale adalah munculnya benjolan kemerahan di area selangkangan. Benjolan tersebut cenderung berukuran kecil dan tidak menimbulkan nyeri, sehingga sering kali tidak disadari oleh penderitanya.

 

Secara umum, gejala granuloma inguinale dapat berkembang dalam tiga tahap, di antaranya adalah sebagai berikut.

 

  • Tahap pertama: Benjolan akan menyebar ke area di luar selangkangan. Selain itu, benjolan juga akan membesar, menonjol, dan tampak lebih merah menyerupai daging (beefy red appearance). Pada tahap ini, benjolan masih belum terasa nyeri dan mudah berdarah jika bergesekan dengan pakaian atau bagian tubuh lain.

  • Tahap kedua: Bakteri mulai merusak kulit penderita dan akan membentuk luka terbuka yang berbau tidak sedap di selangkangan. Pada pria, luka tersebut bisa muncul di pangkal paha, skrotum, dan penis. Sementara pada wanita, luka terbuka dapat terbentuk di vulva, vagina, serta area sekitarnya.

  • Tahap ketiga: Luka akan semakin dalam dan membentuk jaringan parut di area selangkangan. Pada tahap ini, granuloma inguinale juga bisa menyebar ke kelenjar getah bening pada lipatan paha sehingga membuat area tersebut membengkak yang disebut granuloma subkutan (pseudobubo). Selain itu, infeksi juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti tulang, mulut, sendi, dan liver melalui aliran darah.

 

Komplikasi Granuloma Inguinale

 

Jika tidak segera ditangani dengan tepat, infeksi granuloma inguinale dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti tulang, persendian, atau liver. Selain itu, sejumlah komplikasi yang dapat muncul akibat granuloma inguinale adalah sebagai berikut.

 

  • Perubahan warna kulit pada area selangkangan.

  • Pembentukan jaringan parut permanen di alat kelamin. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan alat kelamin secara permanen.

  • Penyumbatan kelenjar getah bening di sekitar kelamin.

  • Perdarahan vagina.

  • Nyeri kronis.

  • Stenosis (penyempitan) pada anus, uretra, atau vagina.

  • Osteomielitis.

  • Poliartritis.

  • Pertumbuhan sel kanker pada area genital, seperti kanker penis, kanker vagina, atau kanker vulva.

 

Diagnosis Granuloma Inguinale

 

Granuloma inguinale dapat menimbulkan gejala yang bisa dikatakan mirip dengan infeksi menular seksual lainnya, seperti lymphogranuloma venereum (LGV), sifilis, chancroid, kanker vulva, dan kanker penis, sehingga sering kali sulit didiagnosis.

 

Kendati demikian, untuk mendiagnosis granuloma inguinale, dokter terlebih dahulu akan melakukan wawancara medis (anamnesis) guna mengetahui keluhan, riwayat kesehatan, dan riwayat aktivitas seksual pasien. Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa luka yang muncul di area selangkangan.

 

Selain itu, sejumlah pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis granuloma inguinale adalah sebagai berikut:

 

  • Pemeriksaan sampel cairan dari luka.

  • Biopsi.

  • Tes darah.

 

Pengobatan Granuloma Inguinale

 

Pengobatan granuloma inguinale perlu dilakukan sedini mungkin untuk menghindari risiko terjadinya pembengkakan serta pembentukan jaringan parut permanen di sekitar alat kelamin. Untuk mengobati granuloma inguinale, dokter dapat memberikan antibiotik dalam bentuk obat minum (oral) atau suntik.

 

Selama masa pemulihan, pasien disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu. Pasien juga diharuskan melakukan kontrol ke dokter secara rutin selama 6 bulan setelah dinyatakan sembuh. Pasien yang terdiagnosis granuloma inguinale juga harus melakukan tes HIV.

 

Pencegahan Granuloma Inguinale

 

Pada dasarnya, granuloma inguinale dapat dicegah dengan menerapkan praktik hubungan seksual yang sehat. Adapun beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya granuloma inguinale adalah sebagai berikut.

 

  • Tidak bergonta-ganti pasangan seksual.

  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

  • Mengidentifikasi kontak seksual dengan orang yang menderita infeksi menular seksual. Segera kunjungi dokter jika pernah kontak seksual dengan penderita infeksi menular seksual.

 

Granuloma inguinale adalah infeksi menular seksual yang perlu segera ditangani dengan tepat agar tidak memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Jika Anda atau pasangan seksual Anda mengalami gejala-gejala granuloma inguinale seperti ulasan di atas, segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan tindakan yang tepat.

 

Selain itu, Anda juga dapat memesan layanan Homecare - Coordinated Care yang memungkinkan Anda untuk memperoleh pendampingan aktivitas sehari-hari di rumah dari perawat Siloam Hospitals.

 

Melalui layanan ini, perawat Siloam Hospitals akan mengunjungi rumah Anda setiap hari ataupun menginap langsung di rumah Anda. Tidak hanya itu, layanan ini juga mencakup pemantauan berkala oleh dokter umum dan konsultasi via telepon dengan dokter spesialis. 

 

Pemesanan layanan Homecare - Coordinated Care dapat dilakukan dengan mudah melalui fitur yang tersedia pada aplikasi MySiloam. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk berkonsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Mari nikmati kemudahan akses layanan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail