Hepatitis Autoimun - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Hepatitis Autoimun - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

02 Juni 2025 5 menit waktu baca
hepatitis autoimun

Hepatitis autoimun adalah kondisi yang menyebabkan peradangan kronis pada hati. Namun, berbeda dengan jenis hepatitis lainnya, kondisi ini tidak disebabkan oleh infeksi virus atau konsumsi alkohol yang kemudian merusak fungsi hati. Lantas, apa penyebab hepatitis autoimun? Apakah kondisi ini bisa disembuhkan? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Hepatitis Autoimun?

 

Hepatitis autoimun adalah suatu kondisi ketika sel-sel kekebalan tubuh menganggap hati sebagai organ yang perlu diserang. Pada kondisi normal, sel-sel kekebalan tubuh tersebut seharusnya menyerang infeksi pada jaringan hati. Namun, pada penyakit autoimun, sistem kekebalan keliru menyerang sel-sel sehat. Akibatnya, organ hati akan mengalami peradangan, iritasi, bahkan kerusakan organ hati.

 

Hepatitis autoimun perlu mendapatkan penanganan dengan cepat dan tepat karena berisiko menyebabkan kerusakan serius dari waktu ke waktu. Lalu, sama halnya dengan jenis hepatitis lainnya, kondisi ini juga dapat memicu timbulnya jaringan parut pada hati (sirosis) yang pada akhirnya menyebabkan gagal hati.

 

Terdapat dua jenis hepatitis autoimun, berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Hepatitis autoimun tipe 1: Ini merupakan jenis penyakit yang paling umum dan dapat terjadi pada usia berapa pun, namun paling sering dimulai ketika usia remaja atau dewasa muda. Sekitar separuh penderita kondisi ini memiliki gangguan autoimun lainnya, seperti penyakit celiac, kolitis ulseratif, dan arthritis rheumatoid.

  • Hepatitis autoimun tipe 2: Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak berusia 2–14 tahun, namun tak menutup kemungkinan juga terjadi pada remaja dan orang dewasa. Hepatitis autoimun tipe 2 biasanya berkembang lebih cepat daripada tipe 1.

 

Penyebab Hepatitis Autoimun

 

Hepatitis autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh yang seharusnya menyerang bakteri, virus, dan penyebab penyakit lainnya justru menargetkan organ hati. Hal ini mengakibatkan hati mengalami peradangan jangka panjang dan kerusakan serius pada sel-sel hati.

 

Masih belum diketahui secara pasti mengapa sistem kekebalan tubuh justru menyerang hati. Namun, terdapat dugaan bahwa hepatitis autoimun bisa dipicu interaksi gen yang mengendalikan fungsi sistem kekebalan dan paparan virus atau obat-obatan. Adapun beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko hepatitis autoimun adalah:

 

 

Gejala Hepatitis Autoimun

 

Gejala hepatitis autoimun bisa bervariasi setiap orang dan bisa muncul secara tiba-tiba. Sekitar 25% pasien dengan hepatitis autoimun tidak menunjukkan gejala. Jika gejala timbul, temuan fisik yang paling umum pada hepatitis autoimun adalah pembesaran hati (78%) dan penyakit kuning (69%) pada pasien dengan hepatitis autoimun berat. 

 

Biasanya, gejala akan muncul setelah penyakit ini mulai memengaruhi fungsi hati. Selain pembesaran hati dan penyakit kuning yang telah disebutkan di atas, beberapa gejala lain dari hepatitis autoimun adalah sebagai berikut:

 

  • Perut tampak membesar.

  • Nyeri perut.

  • Mudah lelah

  • Mual atau muntah.

  • Nyeri sendi.

  • Ruam atau gatal-gatal pada kulit.

  • Urine berwarna gelap.

  • Kotoran berwarna pucat.

 

Selain beberapa gejala di atas, jika hepatitis autoimun sudah semakin parah dan memicu komplikasi, beberapa gejala lain yang mungkin dialami oleh penderita adalah sebagai berikut:

 

  • Penumpukan cairan di perut (asites) atau di tangan dan kaki (edema).

  • Spider angioma, sekumpulan pembuluh darah di bawah permukaan kulit yang menyerupai gambaran laba-laba, biasanya terlihat berwarna kemerahan.

  • Pembesaran pembuluh darah vena di kerongkongan (varises esofagus).

  • Mudah memar dan berdarah.

  • Kebingungan, disorientasi, atau mengantuk (ensefalopati hepatik). 

 

Diagnosis Hepatitis Autoimun

 

Untuk mendiagnosis hepatitis autoimun, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien beserta keluarga. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan beberapa tes penunjang. Adapun tes penunjang yang biasanya dibutuhkan, di antaranya:

 

  • Tes fungsi hati: Dilakukan dengan menguji sampel darah untuk mengetahui apakah fungsi hati sudah mengalami penurunan.

  • Tes antibodi: Dilakukan dengan menguji sampel darah untuk membedakan hepatitis autoimun dari hepatitis virus atau kondisi lain yang memiliki gejala serupa. Beberapa tes yang dapat dilakukan adalah adanya antinuclear antibodies (ANA), smooth muscle antibodies (SMA), dan antibodies against liver-kidney microsomes type 1 (anti-LKM1).

  • Biopsi hati: Mengambil sampel jaringan hati untuk menentukan tingkat dan jenis kerusakan hati.

 

Pengobatan Hepatitis Autoimun

 

Tujuan utama pengobatan hepatitis autoimun adalah memperlambat atau menghentikan serangan sistem kekebalan tubuh terhadap hati. Dalam hal ini, dokter biasanya memberikan obat golongan kortikosteroid dosis tinggi untuk menenangkan peradangan dan menekan respons autoimun, kemudian perlahan-lahan akan dikurangi.

 

Selain meresepkan obat golongan kortikosteroid, dokter mungkin juga merekomendasikan imunosupresan yang disebut azathioprine. Karena azathioprine memiliki lebih sedikit efek samping dibandingkan steroid, azathioprine mungkin lebih baik untuk terapi pemeliharaan jangka panjang, untuk menjaga agar sel-sel kekebalan tubuh tidak menjadi terlalu aktif dan menyerang organ hati lagi. 

 

Remisi ditandai apabila pasien tidak mengalami gejala lagi. Selain itu, pada pemeriksaan darah ditemukan kadar peradangan, transaminase, dan gamma globulin yang normal. Pun, ada perbaikan tingkat sel saat pemeriksaan biopsi hati.

 

Komplikasi Hepatitis Autoimun

 

Kekambuhan kondisi ini dapat terjadi setelah pasien dalam remisi dan berhenti terapi. Pasalnya, sekitar 50% pasien mengalami kekambuhan penyakit dalam waktu 6 bulan setelah penghentian terapi. Relaps (kekambuhan) didefinisikan sebagai peningkatan enzim liver aspartate aminotransferase (AST) tiga kali dari batas atas normal, serta munculnya kembali temuan kelainan tingkat sel hati setelah penghentian terapi.

 

Komplikasi lainnya adalah sirosis hati yang dapat terjadi pada sekitar 7% hingga 40% pasien dengan hepatitis autoimun. Perkembangan sirosis dikaitkan dengan respons terapi yang buruk, kegagalan pengobatan, dan kekambuhan berulang.

 

Perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala yang telah disebutkan di atas tidak semerta-merta merepresentasikan hepatitis autoimun. Artinya, penyebab serta gejalanya tersebut mungkin mirip dengan kondisi medis lainnya. Itulah sebabnya, bila Anda mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar memperoleh diagnosis sekaligus pengobatan yang tepat.

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter atau tenaga medis lainnya terkait dengan kondisi ini juga bisa berbeda-beda setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.


Siloam Hospitals juga menyediakan Paket Cek Fungsi Hati yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail