Iskemia Mesenterika - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Iskemia Mesenterika - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

22 Mei 2025 6 menit waktu baca
iskemia mesenterika

Iskemia mesenterika adalah kondisi medis ketika bagian dari sistem pencernaan tidak mendapatkan aliran darah kaya oksigen yang cukup. Apabila terjadi secara tiba-tiba, kondisi ini mungkin cenderung sulit didiagnosis serta dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang serius. Lantas, apa penyebab iskemia mesenterika dan bagaimana cara menanganinya? Mari simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Iskemia Mesenterika?

 

Mesenteric ischemia atau iskemia mesenterika adalah kondisi yang ditandai dengan penurunan dan penyumbatan aliran darah ke usus halus akibat penyempitan pada pembuluh darah arteri mesenterika di perut. Kondisi ini bisa merusak jaringan pada usus halus secara permanen. Karena itu, penting untuk mewaspadainya agar tidak berdampak pada sistem pencernaan secara keseluruhan.

 

Berdasarkan waktu terjadinya, mesenteric ischemia dapat dibedakan menjadi dua jenis, akut dan kronis. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Iskemia mesenterika akut: Kondisi ketika mesenteric ischemia terjadi secara tiba-tiba. Hal ini dapat disebabkan oleh penggumpalan darah yang menyumbat arteri akibat serangan jantung atau stroke. Iskemia mesenterika akut merupakan kondisi darurat medis yang perlu segera ditangani dengan tepat.

  • Iskemia mesenterika kronis: Terjadi secara bertahap, biasanya disebabkan oleh penyempitan pada arteri mesenterika akibat penumpukan lemak dalam darah. Gejala kondisi ini umumnya memburuk seiring dengan berjalannya waktu.

 

Iskemia mesenterika merupakan kondisi yang jarang terjadi. Prevalensi kasus ini diperkirakan sekitar 0,09%–0,2% dari seluruh kasus rawat inap di Amerika Serikat, meski angka persentase pastinya tidak diketahui. Berikut adalah perkiraan prevalensi setiap etiologi atau penyebab dari iskemia mesenterika:

 

  • Emboli arteri mesenterika (50%).

  • Trombosis arteri mesenterika (15–25%).

  • Trombosis vena mesenterika (5%).

  • Iskemia mesenterika nonoklusif akibat hipoperfusi usus (20%),

Biasanya, iskemia mesenterika terlihat pada pasien lanjut usia, terutama pada pasien dengan riwayat penyakit kardiovaskular. Pada pasien muda yang tidak memiliki penyakit kardiovaskular, trombosis vena adalah penyebab utama iskemia mesenterika.

 

Penyebab Iskemia Mesenterika

 

Secara umum, iskemia mesenterika dapat terjadi karena adanya penurunan aliran darah menuju usus halus. Di samping itu, penyebab kondisi ini juga bisa berbeda-beda sesuai dengan jenisnya. Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab masing-masing jenis mesenteric ischemia.

 

A. Penyebab Iskemia Mesenterika Akut (Acute Mesenteric Ischemia)

 

Iskemia mesenterika akut terjadi ketika terdapat penurunan aliran darah yang berat dan terjadi secara tiba-tiba. Gumpalan darah yang terbentuk di jantung kemudian pecah dan menyumbat arteri mesenterika sering kali menjadi penyebab kondisi ini. 

 

Gumpalan darah dapat menyumbat aliran darah menuju usus halus melalui beberapa cara berikut ini:

 

  • Gumpalan darah bermula dan terbentuk di arteri mesenterika.

  • Gumpalan darah terbentuk di bagian tubuh lain, lalu tersangkut di arteri mesenterika.

  • Gumpalan terbentuk pada pembuluh darah di sekitar jaringan mesenterika. Hal ini terjadi akibat adanya kelainan yang membuat darah mudah menggumpal.

 

Di sisi lain, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya acute mesenteric ischemia, yaitu:

 

  • Menderita gangguan irama jantung, seperti fibrilasi atrium.

  • Gagal jantung kongestif.

  • Baru menjalani tindakan operasi vaskular atau pembuluh darah.

 

B. Penyebab Iskemia Mesenterika Kronis (Chronic Mesenteric Ischemia)

 

Iskemia mesenterika yang berkembang seiring dengan berjalannya waktu disebut iskemia mesenterika kronis. Tipe kronis biasanya disebabkan oleh penumpukan lemak atau plak di dalam dinding arteri, yang disebut aterosklerosis. Iskemia mesenterika kronis bisa menjadi akut jika tidak diobati. Hal ini juga dapat menyebabkan penurunan berat badan yang parah dan malnutrisi.

 

Chronic mesenteric ischemia atau iskemia mesenterika kronis sering terjadi akibat gangguan peredaran darah yang menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah. Penyempitan ini dikenal sebagai stenosis yang membuat aliran darah ke mesenterika berangsur-angsur menurun seiring dengan berjalannya waktu.

 

Selain itu, chronic mesenteric ischemia juga bisa disebabkan oleh pembentukan gumpalan pada pembuluh darah di mesenterika. Gumpalan darah ini dapat membesar selama beberapa hari atau minggu, sehingga gejalanya bisa semakin memburuk seiring dengan bertambahnya ukuran gumpalan tersebut.

 

Di sisi lain, sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami chronic mesenteric ischemia, di antaranya:

 

 

C. Penyebab Non-Occlusive Mesenteric Ischemia (NOMI)

 

Iskemia mesenterika juga bisa terjadi tanpa adanya penyumbatan atau dikenal dengan non-occlusive mesenteric ischemia (NOMI). Pada kasus NOMI, pembuluh darah mengalami penyempitan atau terjadi kejang pada otot yang melapisi pembuluh darah tersebut.

 

Terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kejang pada otot pembuluh darah dan memicu terjadinya NOMI, yaitu:

 

  • Penggunaan obat-obatan tertentu.

  • Efek samping tindakan medis tertentu, seperti pembedahan atau dialisis.

  • Gangguan kesehatan tertentu, seperti sepsis, serangan jantung, dehidrasi, serta reaksi alergi.

 

Gejala Iskemia Mesenterika

 

Mesenteric ischemia dapat menimbulkan gejala yang berbeda pada setiap jenisnya, yaitu acute mesenteric ischemia dan chronic mesenteric ischemia. Lebih jelasnya, berikut adalah uraian lengkap mengenai tanda dan gejala dari masing-masing jenis mesenteric ischemia.

 

Gejala iskemia mesenterika akut:

 

  • Nyeri perut yang parah dan muncul secara tiba-tiba.

  • Perut kembung.

  • Mual dan muntah.

  • Perubahan pergerakan usus besar yang bisa memengaruhi kebiasaan buang air besar.

  • Diare atau sembelit.

  • Penurunan berat badan.

  • Demam.

 

Gejala iskemia mesenterika kronis:

 

  • Nyeri perut yang terjadi pada 30 menit setelah makan. Rasa nyeri tersebut bisa semakin memburuk setelah satu jam, lalu mereda pada 1–3 jam sesudah makan.

  • Penurunan berat badan.

  • Diare.

  • Perubahan kebiasaan buang air besar.

 

Diagnosis Iskemia Mesenterika

 

Dalam menegakkan diagnosis mesenteric ischemia, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi keluhan yang dialami serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

 

Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini mungkin cenderung sulit didiagnosis jika baru memasuki tahap awal. Kendati demikian, untuk membantu menegakkan diagnosis iskemia mesenterika, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan tambahan berikut ini:

 

  • Tes darah, untuk memeriksa kemampuan penggumpalan darah, kemungkinan infeksi, serta kadar oksigen di dalam darah.

  • Tes pencitraan, seperti X-ray, MRI, USG, dan angiografi (jenis pencitraan medis menggunakan sinar-X untuk memeriksa kondisi pembuluh darah).

  • Endoskopi.

 

Pengobatan Iskemia Mesenterika

 

Pada dasarnya, pengobatan iskemia mesenterika dapat dilakukan sesuai dengan jenis dan lokasi terjadinya penggumpalan darah. Namun, secara umum, beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menangani kondisi ini, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Tindakan operasi, terutama untuk menangani gumpalan darah yang menyumbat aliran darah.

  • Angioplasti, yaitu prosedur medis yang menggunakan balon khusus untuk melebarkan pembuluh darah. Kemudian, dokter dapat memasang stent atau ring pada pembuluh darah tersebut.

  • Penggunaan vasodilator, yaitu golongan obat yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah.

  • Penggunaan antibiotik, untuk menghindari risiko terjadinya infeksi yang berpotensi merusak jaringan usus halus maupun usus besar.

  • Terapi oksigen.

  • Transfusi darah, terutama jika pasien kehilangan darah dalam jumlah banyak.

  • Penggunaan obat pengencer darah.

 

Komplikasi Iskemia Mesenterika

 

Iskemia mesenterika adalah kondisi darurat medis yang perlu segera mendapatkan penanganan yang tepat. Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa menimbulkan sejumlah komplikasi yang dapat mengancam nyawa. Beberapa komplikasi tersebut, di antaranya:

 

  • Infeksi hingga sepsis atau syok sepsis.

  • Perforasi atau robeknya jaringan usus halus maupun usus besar.

  • Nekrosis atau kematian jaringan usus.

  • Penurunan berat badan secara drastis akibat takut mengonsumsi makanan. Pasalnya, pada kasus chronic mesenteric ischemia, pasien dapat mengeluhkan gejala tertentu setelah mengonsumsi makanan.

  • Kematian. Pada kasus iskemia mesenterika, kematian diperkirakan mencapai 60% hingga 80%, terutama pada pasien dengan keterlambatan diagnosis lebih dari 24 jam. Intervensi bedah dalam waktu 6 jam setelah timbulnya gejala meningkatkan tingkat kelangsungan hidup.

 

Pencegahan Iskemia Mesenterika

 

Bagi seseorang yang memiliki faktor risiko mesenteric ischemia, seperti menderita aterosklerosis atau penyakit jantung tertentu, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin guna menghindari terjadinya kondisi ini. Di samping itu, beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko mesenteric ischemia, yaitu:

 

  • Berhenti merokok.

  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter, terutama jika menderita hipertensi, diabetes, maupun kolesterol tinggi.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

  • Rutin berolahraga.

 

Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi iskemia mesenterika. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi iskemia mesenterika dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail