Mengenal Penyebab Kanker Payudara Inflamasi & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Penyebab Kanker Payudara Inflamasi & Pengobatannya

26 Mei 2025 5 menit waktu baca
kanker payudara inflamasi

Kanker payudara adalah kondisi medis yang ditandai dengan munculnya perkembangan sel-sel secara tidak terkendali dalam jaringan payudara. Kanker payudara dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah kanker payudara inflamasi yang dapat berkembang sangat cepat, dan menimbulkan gejala berupa payudara kemerahan serta membengkak.

 

Mari pahami lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, hingga pengobatan kanker payudara inflamasi melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Kanker Payudara Inflamasi?

 

Inflammatory breast cancer (IBC) atau kanker payudara inflamasi adalah jenis kanker payudara yang jarang terjadi, namunmerupakan jenis yang paling agresif karena bisa berkembang dengan sangat cepat. IBC terjadi karena sel kanker menyumbat sistem limfatik pada area payudara, sehingga menyebabkan payudara membengkak dan kemerahan.

 

IBC dianggap sebagai kanker stadium lanjut lokal, yang berarti kanker telah menyebar dari titik asalnya ke jaringan terdekat, dan mungkin juga sudah menjalar ke kelenjar getah bening di dekatnya.

 

Kanker payudara inflamasi jarang terjadi, yaitu dengan prevalensi sebesar 0,5% hingga 2% dari seluruh kanker payudara. Walaupun jarang terjadi, IBC berkontribusi sebesar 7% terhadap kasus kematian akibat kanker payudara. 

 

Sebagian individu kerap kesulitan membedakan kanker payudara inflamasi dengan infeksi payudara, seperti mastitis, karena bisa menimbulkan gejala yang serupa. Karena itu, disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila mengalami gejala tidak biasa pada area payudara.

 

Penyebab Kanker Payudara Inflamasi

 

IBC paling sering terjadi di area duktus, yaitu saluran susu pada kelenjar payudara. Kondisi tersebut dikenal dengan invasive ductal carcinoma. Pada dasarnya, inflammatory breast cancer terjadi karena adanya mutasi genetik pada sel-sel di payudara, sehingga menyebabkan sel-sel tersebut tumbuh dengan sangat cepat dan tidak terkendali.

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya mutasi genetik tersebut. Namun, beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya inflammatory breast cancer adalah sebagai berikut:

 

  • Berjenis kelamin wanita.

  • Berusia 40–50 tahun.

  • Menderita obesitas.

  • Merokok.

  • Berusia muda saat melahirkan anak pertama.

 

Gejala Kanker Payudara Inflamasi

 

Pedoman American Joint Committee on Cancer (AJCC) saat ini mendefinisikan gejala IBC sebagai bengkak dan kemerahan yang menempati setidaknya sepertiga payudara. Di mana, gejala tersebut dapat meluas ke seluruh payudara dan melintasi payudara sisi sebelahnya hingga bagian atas payudara, lengan, dan daerah leher.

 

Inflammatory breast cancer jarang menimbulkan benjolan seperti jenis kanker payudara lainnya. Namun, karena dapat berkembang dengan cepat, IBC bisa menimbulkan gejala yang semakin memburuk dalam kurun waktu 3–6 minggu. Gejala tersebut, di antaranya:

 

  • Nyeri, gatal, dan bengkak pada payudara yang terdampak.

  • Perubahan bentuk dan warna pada payudara, bisa berupa kemerahan, merah muda, atau keunguan.

  • Area payudara terasa hangat saat disentuh.

  • Tekstur permukaan kulit payudara menyerupai kulit jeruk (peau d’orange).

  • Keterlibatan puting dapat dilihat dengan adanya kulit puting yang mengeras, kemerahan, datar, lecet, atau puting payudara masuk ke dalam.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di area leher dan ketiak.

 

Diagnosis Kanker Payudara Inflamasi

 

Dalam menegakkan diagnosis kanker payudara inflamasi, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat kondisi payudara secara keseluruhan.

 

Untuk membantu mengonfirmasi diagnosis, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Mamografi.

  • USG Payudara.

  • Biopsi.

  • MRI.

  • CT scan.

  • PET scan.

  • Bone scan (dilakukan jika kanker payudara telah menyebar ke tulang-tulang di sekitarnya).

 

Pengobatan Kanker Payudara Inflamasi

 

Pengobatan kanker payudara inflamasi dilakukan secara intensif, biasanya diawali dengan perawatan kemoterapi. Jika sel kanker belum menyebar ke bagian tubuh lain, pengobatan bisa dilanjutkan dengan terapi obat, tindakan operasi dan radioterapi. 

 

Namun, apabila kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain, dokter dapat menggunakan obat-obatan lain dalam perawatan kemoterapi untuk menghambat pertumbuhan kanker. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

  • Kemoterapi: Terapi yang menggunakan obat-obatan khusus untuk membunuh sel kanker.

  • Tindakan operasi: Melalui tindakan ini, dokter dapat mengangkat tumor di area payudara. Adapun dua tindakan operasi yang bisa dilakukan dalam menangani inflammatory breast cancer adalah:

    • Mastektomi: Tindakan operasi untuk mengangkat seluruh jaringan payudara yang terdapat sel kanker.

    • Operasi pengangkatan kelenjar getah bening: Tindakan operasi ini dilakukan dokter dengan mengangkat kelenjar getah bening di area payudara dan bagian bawah ketiak yang terdampak.

  • Radioterapi: Terapi yang memanfaatkan teknologi radiasi untuk membunuh sel-sel kanker.

  • Perawatan paliatif: Terapi ini dilakukan untuk membantu meredakan gejala serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

 

Selain itu, dokter juga dapat melakukan prosedur pengobatan lain yang disesuaikan dengan karakteristik sel kankernya. Beberapa prosedur pengobatan tersebut, di antaranya:

 

  • Terapi target: Sesuai namanya, terapi target dilakukan dengan menargetkan kelemahan sel kanker secara khusus untuk menghancurkannya.

  • Terapi hormon: Beberapa jenis sel kanker memiliki reseptor hormon, seperti hormon progesteron dan estrogen yang bisa memicu pertumbuhan kanker. Melalui terapi hormon, dokter dapat melakukan perawatan untuk memblokir hormon-hormon tersebut sehingga bisa menghambat pertumbuhan kanker.

  • Imunoterapi: Merupakan terapi yang mendorong sistem imun tubuh untuk melawan sel-sel kanker.

 

Komplikasi Kanker Payudara Inflamasi

 

Seperti yang telah dijelaskan bahwa kanker payudara inflamasi dapat berkembang dengan sangat cepat. Karena itu, jika tidak segera ditangani dengan tepat, kondisi ini berisiko menyebar (metastasis) ke bagian tubuh lain, seperti tulang, kelenjar getah bening, paru-paru, dan lain sebagainya.

 

Selain itu, pengobatan kanker payudara inflamasi juga bisa menimbulkan sejumlah efek samping, seperti limfedema, yaitu pembengkakan jaringan limfa atau getah bening, terutama setelah menjalani prosedur operasi pengangkatan kelenjar getah bening yang terdampak.

 

Jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat jika Anda atau kerabat Anda mengalami gejala-gejala kanker payudara inflamasi seperti ulasan di atas. Siloam Hospitals menyediakan tim dokter spesialis berpengalaman sehingga dapat memberikan diagnosis dan penanganan yang tepat terkait dengan keluhan Anda.

 

Untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, Anda dapat berkunjung ke MRCCC Siloam Hospitals Semanggi yang menyediakan fasilitas medis mutakhir sehingga dapat memberikan deteksi dini, pengobatan, hingga perawatan kanker secara komprehensif.

 

Ingin membuat janji temu dengan dokter secara praktis? Mudah saja, Anda bisa memanfaatkan fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam untuk menjadwalkan pertemuan dengan dokter Siloam Hospitals secara online, dari mana saja dan kapan saja. Mari percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

message

ArticleDetail