Kanker Payudara pada Pria, Waspadai Gejala-Gejalanya!
Kesehatan Tubuh

Kanker Payudara pada Pria, Waspadai Gejala-Gejalanya!

02 Desember 2025 5 menit waktu baca
mengenal kanker payudara pria

Kanker payudara pria merupakan jenis kanker yang tumbuh pada jaringan payudara pria. Kondisi ini cenderung jarang terjadi dibandingkan dengan kanker payudara pada wanita. Namun, penting untuk tetap mewaspadai kanker payudara pada pria, mengingat kondisi ini berisiko menyebar ke bagian tubuh lain.

 

Mari kenali penyebab, gejala, hingga pengobatan kanker payudara pada pria selengkapnya melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu Kanker Payudara pada Pria?

 

Kanker payudara adalah pertumbuhan sel abnormal dan tidak terkendali pada jaringan payudara. Sebagian individu menganggap bahwa kondisi ini hanya bisa terjadi pada wanita. Padahal, kanker payudara juga bisa dialami oleh pria, meskipun lebih jarang terjadi.

 

Kanker payudara dapat terjadi pada pria di segala usia, namun biasanya terjadi pada pria berusia antara 60–70 tahun. Kanker payudara pada pria menyumbang kurang dari 1% dari seluruh kasus kanker payudara. Terdapat dua jenis kanker payudara yang sering menyerang pria, yaitu invasive ductal carcinoma dan ductal carcinoma in situ (DCIS). Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Invasive ductal carcinoma: Awalnya, sel kanker ini tumbuh di dalam saluran susu (duktus), lalu berkembang dan menyebar ke luar saluran susu hingga jaringan lain pada payudara.

  • Ductal carcinoma in situ (DCIS): Sel kanker ini biasanya hanya berkembang di dalam saluran susu (duktus) dan tidak menyebar ke jaringan lain pada payudara.

 

Penyebab Kanker Payudara Pria

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab munculnya kanker payudara, baik pada wanita maupun pria. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini terjadi akibat mutasi DNA pada jaringan di payudara. Secara umum, DNA tersebut akan memberikan instruksi yang membuat sel-sel di jaringan payudara berkembang sangat cepat dan tidak terkendali.

 

Selain itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang pria mengalami kanker payudara adalah sebagai berikut:

 

  • Memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara. Pasalnya, beberapa jenis gen, seperti BRCA1 dan BRCA2 dapat diturunkan dari orang tua ke anak dan dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

  • Berusia di atas 50 tahun.

  • Terkena paparan radiasi di area dada.

  • Obesitas.

  • Sindrom Klinefelter, yaitu suatu kondisi genetik langka ketika seorang pria memiliki kelebihan kromosom X. Hal ini dapat menyebabkan tubuh memproduksi kadar estrogen lebih tinggi dan menurunkan kadar androgen (hormon yang membantu mengembangkan dan mempertahankan karakteristik seks pria).

  • Menderita penyakit liver yang sudah parah, seperti sirosis yang dapat menurunkan kadar androgen dan meningkatkan kadar estrogen pada pria sehingga meningkatkan risiko kanker payudara.

  • Efek samping pengobatan yang menggunakan hormon estrogen, seperti pengobatan kanker prostat.

  • Menderita orchitis.

  • Pernah menjalani operasi pengangkatan testis.

 

Gejala Kanker Payudara Pria

 

Pada dasarnya, gejala kanker payudara pada pria tidak berbeda jauh dengan pasien wanita. Beberapa gejala yang kerap dialami oleh pria penderita kanker payudara, di antaranya adalah muncul benjolan di area payudara, payudara membengkak, hingga keluar cairan atau darah dari puting. Berikut penjelasan selengkapnya:

 

  • Muncul benjolan di area payudara, bisa di bagian bawah puting atau di sekitar areola.

  • Benjolan terasa kenyal, cepat membesar, tidak bergerak, dan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri.

  • Perubahan pada kulit yang menutupi dada, seperti terbentuk cekungan atau lesung pada kulit, kerutan, kulit tampak bersisik.

  • Puting payudara tertarik atau masuk ke dalam.

  • Keluarnya cairan atau darah dari puting.

  • Puting atau area di sekitar puting membengkak dan mengeras. Hal ini juga bisa disertai dengan perubahan warna areola atau puting menjadi lebih merah.

  • Terdapat ruam atau luka di area puting yang tidak kunjung mereda.

  • Berat badan menurun tanpa alasan yang jelas.

 

Apabila pertumbuhan sel kanker pada jaringan payudara semakin tidak terkendali hingga menyebar ke bagian tubuh lain, maka dapat menimbulkan beberapa gejala lain, seperti:

 

 

Diagnosis Kanker Payudara Pria

 

Penegakan diagnosis kanker payudara pria dapat diawali dengan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien serta pemeriksaan fisik, terutama di area payudara, dada, dan ketiak. Kemudian, dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang untuk membantu mengonfirmasi diagnosis kanker payudara pada pria. 

 

Beberapa pemeriksaan penunjang tersebut, di antaranya:

 

 

Lalu, jika diagnosis kanker payudara telah ditegakkan, dokter perlu memastikan apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis) melalui sejumlah prosedur pemeriksaan, di antaranya sebagai berikut:

 

 

Pengobatan Kanker Payudara Pria

 

Pada dasarnya, pengobatan kanker payudara pria cenderung bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan dan kondisi pasien secara keseluruhan. Namun, beberapa metode yang umum dilakukan untuk menangani kanker payudara pria adalah sebagai berikut:

 

  • Prosedur operasi untuk mengangkat jaringan kanker. Jika kanker sudah menyebar hingga merusak jaringan payudara di sekitarnya, dokter mungkin juga akan mengangkat jaringan payudara tersebut.

  • Radioterapi, yaitu terapi menggunakan sinar-X untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa di dalam tubuh.

  • Terapi hormon untuk menghambat pertumbuhan serta penyebaran sel kanker.

  • Kemoterapi, yaitu terapi yang menggunakan obat-obatan khusus untuk membunuh sel-sel kanker serta mencegahnya muncul kembali.

 

Pencegahan Kanker Payudara Pria

 

Perlu diketahui bahwa kanker payudara cenderung sulit untuk dicegah, mengingat penyebabnya masih belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya kanker payudara pada pria adalah sebagai berikut:

 

  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol.

  • Rutin berolahraga.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Melakukan konseling genetik, terutama jika memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara.

  • Melakukan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri).

 

Kanker payudara pria adalah kondisi yang sama berbahayanya dengan kanker payudara pada wanita. Maka dari itu, pria juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan kanker payudara secara berkala, terlebih jika memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara.

 

Apabila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada kanker payudara, seperti munculnya benjolan pada payudara dan keluarnya cairan dari puting, segera lakukan pemeriksaan dengan Dokter Spesialis Bedah Onkologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani terkait kanker payudara mungkin berbeda di setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.


Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam (1)

message

ArticleDetail