Kista di Daun Telinga - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Kista di Daun Telinga - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

09 Juni 2025 5 menit waktu baca
kista di daun telinga

 

Earlobe cyst atau kista daun telinga adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya benjolan abnormal di daun telinga. Kista daun telinga dapat menimbulkan rasa nyeri yang membuat seseorang merasa tidak nyaman. Mari simak informasi mengenai kista daun telinga selengkapnya di bawah ini.

Apa itu Kista di Daun Telinga?

Kista adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan terbentuknya jaringan membran yang berisi zat tertentu seperti udara, cairan, zat semisolid, nanah, atau rambut. Kista dapat ditemukan berbagai bagian tubuh, termasuk di daun telinga. Kista daun telinga biasanya muncul sebagai kista epidermoid (kista yang ditandai dengan tumbuhnya benjolan di bawah kulit).

 

Kista ini terbentuk saat sel-sel kulit dan protein keratin terperangkap di bawah kulit. Ukuran kista ini umumnya tidak lebih besar dari kacang. Namun, penting untuk mewaspadai kista di daun telinga jika ukurannya bertambah besar. Kista daun telinga paling sering bersifat jinak. Masalah yang ditimbulkan pun biasanya hanya berupa ketidaknyamanan saat memakai headphone dan hal-hal lain yang berkaitan dengan penggunaan telinga.

Penyebab Kista di Daun Telinga

Kista di daun telinga terjadi ketika sel-sel epidermis yang seharusnya terkelupas justru masuk dan berkembang di bagian kulit yang lebih dalam. Sel-sel kulit ini dapat membentuk dinding kista dan mengeluarkan protein keratin yang mengisi kantong kista tersebut. Di samping itu, kerusakan pada folikel rambut atau kelenjar minyak di lapisan kulit juga bisa memicu terbentuknya kista.

 

Di sisi lain, sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kista di daun telinga adalah sebagai berikut:

 

  • Genetik. Seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat kista cenderung lebih berisiko mengalami kondisi ini.

  • Usia. Kista lebih umum terjadi pada seseorang yang sudah masuk atau melewati usia pubertas. Kondisi ini jarang terjadi pada bayi dan anak-anak.

  • Jerawat. Kulit berjerawat biasanya lebih rentan mengalami penyumbatan pada folikel rambut yang dapat menyebabkan munculnya kista.

  • Cedera. Cedera pada kulit dapat memicu sel kulit bereaksi secara tidak normal yang bisa menyebabkan terbentuknya kista di daun telinga.

 

Kista epidermoid jarang berkembang menjadi sel ganas (kanker). Namun, beberapa jenis kanker diketahui dapat berkembang dari kista epidermoid. Beberapa jenis kanker tersebut termasuk:

 

  • Karsinoma sel basal.

  • Bowen's disease. Penyakit ini adalah bentuk kanker kulit dini yang ditandai dengan bercak merah dan bersisik pada kulit.

  • Karsinoma sel skuamosa.

  • Mycosis fungoides. Mikosis fungoides adalah bentuk paling umum dari jenis kanker darah yang disebut limfoma sel T kutan (cutaneous T-cell lymphoma).

  • Melanoma in situ.

Gejala Kista di Daun Telinga

Bentuk kista daun telinga dapat terlihat seperti jerawat. Ukuran kista ini biasanya memiliki diameter sekitar 5 atau 6 mm. Kista daun telinga juga bisa memiliki gejala yang tampak secara kasat mata. Berikut merupakan beberapa gejala dari kista daun telinga:

 

  • Kista daun telinga terlihat dengan munculnya benjolan sewarna kulit di bawah kulit daun telinga.

  • Benjolan yang memiliki tekstur keras dan bulat.

  • Ketika pecah, benjolan bisa mengeluarkan cairan kental berbau seperti keju busuk 

 

Dalam kondisi tertentu, kista di daun telinga juga bisa terinfeksi dan menimbulkan beberapa gejala, seperti:

  • Peradangan yang ditandai dengan kemerahan dan pembengkakan.

  • Nyeri saat ditekan.

Diagnosis Kista di Daun Telinga

Dalam menegakkan diagnosis kista daun telinga, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis mengenai keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Lalu, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kista yang muncul pada daun telinga pasien. Dokter mungkin akan melakukan tes biopsi dengan mengambil sampel kulit untuk diuji lebih lanjut di laboratorium.

Pengobatan Kista di Daun Telinga

Dalam kebanyakan kasus, kista di daun telinga tidak menimbulkan gejala. Dokter akan memantau kondisi pasien secara berkala untuk melihat apakah kista tersebut berkembang dan bertumbuh besar seiring dengan waktu.

 

Namun, jika menimbulkan gejala yang mengganggu, kista daun telinga dapat ditangani dengan beberapa metode pengobatan berikut ini:

 

  • Penggunaan obat-obatan. Dokter dapat menyuntikkan obat-obatan tertentu ke dalam kista untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan. Pengobatan ini dilakukan untuk meredakan nyeri dan bengkak, namun tidak menghilangkan kista.

  • Needle aspiration. Jika kista berisi cairan, kondisi ini dapat diobati menggunakan needle aspiration. Metode ini dilakukan dengan menggunakan jarum dan spuit untuk menyedot cairan di dalam kista. Metode ini tergolong mudah dan cepat. Namun, kista memiliki kemungkinan besar untuk muncul kembali.

  • Operasi pengangkatan kista. Ini merupakan metode untuk menghilangkan kista yang lebih menyeluruh dan dilakukan jika pengobatan lain tidak efektif menangani kista. Terdapat beberapa jenis operasi pengangkatan kista yang umum digunakan, yaitu:

    • Conventional wide excision. Metode ini dilakukan dengan mengangkat kista secara menyeluruh melalui sayatan yang cukup besar. Namun, conventional wide excision dapat meninggalkan bekas luka yang panjang.

    • Minimal excision. Tindakan operasi ini dilakukan dengan mengangkat kista melalui sayatan kecil.

    • Minimal Invasive Excision with Laser. Metode ini menggunakan laser untuk membuat lubang kecil berukuran 2–3 mm guna mengeluarkan isi kista. Metode ini menghasilkan bekas luka minimal serta tingkat kekambuhan yang rendah.

Komplikasi Kista di Daun Telinga

Kista daun telinga biasanya tidak berbahaya. Dalam kondisi tertentu, kondisi ini mungkin dapat memicu terjadinya sejumlah komplikasi, seperti:

 

  • Kista terinfeksi dan membentuk abses.

  • Pecahnya benjolan kista.

  • Kanker kulit, namun komplikasi ini sangat jarang terjadi.

  • Kista dapat muncul kembali jika pengobatan yang dilakukan tidak menyeluruh.

 

Perlu diingat, tanda dan gejala yang disebutkan di atas tidak secara pasti merepresentasikan kista di daun telinga. Artinya, gejala tersebut mungkin juga terjadi pada kondisi medis lainnya. Informasi di atas juga hanya untuk tujuan edukasi sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun tindakan medis dari dokter.

 

Maka dari itu, apabila Anda mengalami gejala tidak biasa yang berkaitan dengan kondisi ini, konsultasikan hal tersebut dengan Dokter Spesialis Otolaringologi (THT) di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Sebagai informasi, prosedur pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani oleh pasien di setiap rumah sakit mungkin akan berbeda, mengingat hal tersebut perlu disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan merencanakan seluruh tindakan medis tersebut sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Agar lebih praktis, Siloam Hospitals juga menyediakan aplikasi MySiloam yang memungkinkan Anda untuk menemukan informasi jadwal praktik hingga membuat janji temu dengan dokter terkait. Selain itu, aplikasi ini juga dapat membantu Anda untuk melakukan konsultasi virtual dengan dokter pilihan dari mana saja dan kapan saja.

Sumber

Healthline. What to Know About Earlobe Cysts. Diakses pada 2024 | Medical News Today. What Causes a Cyst in Your Earlobe?. Diakses pada 2024 | Hearing Partner. All About Earlobe Cysts: Symptoms, Causes, Diagnosis and Treatment Methods. Diakses pada 2024 | NCBI. Physiology, Sebaceous Glands. Diakses pada 2024 | NCBI. Comparison of Complete Surgical Excision and Minimally Invasive Excision Using Co2 Laser for Removal of Epidermal Cysts on The Face. Diakses pada 2024 | NCBI. Minimally Invasive Excision of Epidermal Cysts through a Small Hole Made by a CO2 Laser. Diakses pada 2024 | Science Direct. Efficacy of The Combination of Minimally Invasive Co2 Laser Incision with Photodynamic Therapy for Infected Epidermoid Cysts. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-agustinus-sony-yudianto-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ropi-affandi-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-emanuel-q-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail