Kesehatan Tubuh
Obat Vasodilator, Kenali Manfaat dan Risiko Efek Sampingnya

Table of Contents
Obat vasodilator termasuk dalam golongan obat yang digunakan untuk membuka atau melebarkan pembuluh darah. Dokter biasanya memberikan jenis obat ini untuk pasien yang mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi), nyeri dada, atau gagal jantung. Lantas, bagaimana cara kerja obat vasodilator? Adakah efek samping yang perlu diwaspadai? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Obat Vasodilator?
Seperti yang sudah dijelaskan, vasodilator adalah obat yang digunakan untuk membuka atau melebarkan pembuluh darah. Obat ini dapat menjaga arteri dan vena agar tidak menyempit atau mengerut. Arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh, sedangkan vena adalah pembuluh darah membawa darah kembalike jantung.
Cara kerja Vasodilator dalam Melancarkan Aliran Darah
Obat vasodilator memengaruhi otot-otot di dinding arteri dan vena. Obat ini mencegah otot-otot tersebut berkontraksi yang membuat dinding pembuluh darah tersebut menyempit. Akibatnya, darah bisa mengalir lebih mudah melalui pembuluh darah sehingga jantung tidak perlu memompa terlalu keras. Alhasil, tekanan darah pun menurun.
Terdapat beberapa jenis obat vasodilator dan semuanya bekerja dengan cara yang sedikit berbeda. Sebagian jenisnya dapat membuat sel-sel otot pembuluh darah menjadi rileks sehingga bisa terbuka. Sedangkan, jenis lainnya dapat mengontrol bahan kimia yang membuat pembuluh darah mengembang atau mengempis.
Tipe-Tipe Obat Vasodilator
Obat vasodilator terbagi menjadi beberapa jenis, berikut masing-masing penjelasannya:
-
Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors: Jenis obat ini dapat menurunkan enzim ACE yang pada akhirnya menurunkan angiotensin. Angiotensin adalah bahan kimia yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Salah satu contoh obat golongan ACE inhibitor yang sering digunakan adalah captopril.
-
Angiotensin receptor blockers (ARBs): Jenis obat ini dapat mencegah angiotensin menempel pada dinding pembuluh darah. Dengan begitu, pembuluh darah akan terbuka. Candesartan merupakan salah satu obat golongan ARB yang sering diresepkan oleh dokter.
-
Calcium channel blockers (CCBs): Jenis vasodilator ini dapat mencegah kalsium masuk ke dinding arteri. Pasalnya, peningkatan kalsium dalam arteri dapat mengakibatkan penyempitan arteri. CCB digunakan untuk memblokir kalsium, sehingga, arteri menjadi terbuka. CCB termasuk sebagai vasodilator sistemik karena bekerja di seluruh tubuh. Salah satu contoh obat golongan CCB adalah amlodipine.
-
Nitrat: Nitrat diubah menjadi gas yang disebut nitrous oxide. Gas inilah yang dapat mengaktifkan bahan kimia tertentu untuk membantu membuka pembuluh darah. Nitrat termasuk sebagai vasodilator langsung. Nitrat umumnya diberikan pada pasien dengan keluhan nyeri dada akibat serangan jantung.
Kondisi yang Membutuhkan Obat Vasodilator
Dokter biasanya meresepkan obat vasodilator untuk pasien dengan beberapa kondisi berikut ini:
-
Angina (nyeri dada yang disebabkan oleh penurunan aliran darah).
-
Tekanan darah tinggi (hipertensi).
-
Preeklampsia (masalah kesehatan yang muncul setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu, ditandai dengan hipertensi dan proteinuria atau adanya protein di dalam urine).
-
Preeklampsia postpartum (kondisi hipertensi dan adanya protein dalam urine setelah melahirkan).
-
Hipertensi pulmonal (hipertensi yang memengaruhi arteri di paru-paru).
Obat vasodilator bisa sangat efektif bagi orang dengan kondisi jantung tertentu. Pasalnya, obat ini kerap digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Menggunakan obat vasodilator dapat membuka atau melebarkan pembuluh darah. Hal ini bermanfaat untuk:
-
Meningkatkan aliran darah.
-
Mengurangi tekanan dalam pembuluh darah atau jantung.
-
Mengirim lebih banyak oksigen ke jantung.
Risiko Efek Samping Obat Vasodilator
Vasodilator langsung (direct acting vasodilators) adalah vasodilator kuat yang biasanya baru digunakan ketika obat-obatan lain tidak cukup efektif untuk mengendalikan tekanan darah. Pasalnya, obat-obatan ini memiliki sejumlah efek samping sehingga harus diminum di bawah pengawasan dokter. Efek samping tersebut, di antaranya:
-
Hipotensi (tekanan darah rendah).
-
Pembengkakan akibat penumpukan cairan dalam tubuh (edema).
-
Detak jantung cepat (takikardia) atau lambat (bradikardia).
-
Jantung berdebar-debar (palpitasi jantung).
-
Mual dan muntah.
-
Nyeri kepala hingga pusing berputar.
-
Nyeri sendi.
-
Nyeri dada.
Hal-Hal yang Harus Diperhatikan
Perlu diketahui bahwa obat vasodilator tidak cocok untuk semua orang. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah untuk memastikan pasien merupakan kandidat yang cocok untuk mengonsumsi obat vasodilator. Umumnya, beberapa jenis vasodilator tertentu tidak disarankan bagi ibu hamil atau memiliki:
-
Riwayat angioedema.
-
Penyakit jantung rematik katup mitral.
-
Infark ventrikel kanan.
-
Hipersensitivitas.
-
Hipotensi (tekanan darah rendah) yang parah.
Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan di atas hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan saran perawatan dari dokter. Setiap orang bisa mendapatkan manfaat dan risiko efek samping yang berbeda-beda sehingga penting untuk berkonsultasi dengan dokter.
Untuk melakukan konsultasi terkait dengan obat-obatan ini, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisi tubuh.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
StatPearls [Internet]. Physiology, Vasodilation. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Vasodilators. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Vasodilators. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Skrining Jantung Advance
Skrining Jantung
9 Service/Item
Rp2.950.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Jantung Prima
Skrining Jantung
7 Service/Item
Rp1.399.000
TERPOPULER
Jantung Ultima
Skrining Jantung
8 Service/Item
Rp1.900.000






