Operasi Jantung, Ini Jenis-Jenis dan Efek Sampingnya
Kesehatan Tubuh

Operasi Jantung, Ini Jenis-Jenis dan Efek Sampingnya

27 Juni 2025 5 menit waktu baca
operasi jantung

 

Operasi jantung merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk menangani berbagai kondisi serius yang memengaruhi fungsi jantung. Tindakan ini umumnya dilakukan ketika pengobatan non-bedah tidak lagi memberikan hasil yang efektif. Mari pahami lebih lanjut mengenai operasi jantung melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa Itu Operasi Jantung?

 

Operasi jantung adalah pembedahan yang melibatkan jantung atau pembuluh darah yang terhubung ke jantung. Tindakan ini cukup kompleks dan memerlukan keahlian khusus dari dokter spesialis bedah jantung. Operasi jantung dapat membantu memperbaiki masalah jantung bawaan atau penyakit jantung pada usia dewasa. Nama lain untuk operasi jantung adalah bedah jantung atau bedah kardiovaskular.

 

Evolusi bedah jantung dimulai pada tahun 1882 sejak Billroth (ahli bedah asal Austria) melakukan pericardiectomy pertama. Kemudian, pada tahun 1896, Ludwig (ahli bedah asal Jerman) sukses mengoperasi luka tusuk jantung yang membuktikan bahwa jantung bisa dioperasi.

 

Kemudian, pada tahun 1967, Barnard (Afrika Selatan) melakukan transplantasi jantung pertama pada manusia, Shumway (Stanford) menjadi pelopor transplantasi jantung di AS serta pengembang utama teknik dan perawatan pascatransplantasi. Lalu Kantrowitz menjadi dokter pertama yang mencoba transplantasi jantung pada bayi. Saat ini, bidang bedah jantung telah mengalami perubahan besar dengan adanya teknik minimal invasif dan intervensi yang semakin berkembang.

 

Tujuan Operasi Jantung

 

Operasi jantung biasanya ditujukan untuk seseorang yang mengalami masalah serius pada jantungnya, seperti:

 

 

Umumnya, operasi jantung direncanakan jauh-jauh hari berdasarkan hasil diagnosis dari dokter ketika operasi adalah cara terbaik atau satu-satunya untuk mengatasi kondisi pasien. Namun, dalam beberapa kasus, bedah jantung bisa dilakukan secara darurat, misalnya untuk seseorang yang mengalami serangan jantung atau penyumbatan pembuluh darah yang mengancam nyawa.

 

Jenis-Jenis Operasi Jantung

 

Terdapat beberapa jenis operasi jantung. Dokter akan melakukan analisis untuk menilai prosedur yang paling sesuai dengan kondisi pasien. Berikut uraian mengenai jenis-jenis operasi jantung:

 

  • Miektomi septum: Operasi ini dilakukan untuk menangani kardiomiopati hipertrofik yang menyebabkan otot jantung terlalu tebal. Miektomi septum dilakukan dengan mengangkat sebagian kecil septum yang memungkinkan lebih banyak darah mengalir dari ventrikel kiri ke aorta.

  • Coronary artery bypass grafting (CABG): Prosedur ini dilakukan untuk menangani penyakit arteri koroner pada satu atau lebih arteri koroner. CABG menggunakan pembuluh darah sehat dari tempat lain di tubuh untuk membuat jalur baru menggantikan arteri koroner yang rusak.

  • Prosedur labirin (maze procedure): Bertujuan untuk menangani fibrilasi atrium (AFib).

  • Operasi katup jantung: Operasi ini bertujuan untuk membuka atau menutup katup yang bermasalah agar darah bisa mengalir dengan benar.

  • Operasi perbaikan aneurisma: Bertujuan untuk menangani aneurisma aorta di perut (aneurisma aorta abdominalis) dan dada (aneurisma aorta torakalis). Pada operasi ini, dokter akan mengganti bagian aorta yang rusak dengan prosedur cangkok stent (stent graft).

  • Operasi pemasangan alat jantung: Bertujuan untuk membantu penderita aritmia atau gagal jantung. Alat ini bisa berupa alat pacu jantung permanen, implantable cardioverter defibrillator (ICD), left ventricular assist device (LVAD), atau total artificial heart (TAH).

  • Operasi transplantasi jantung: Biasanya ditujukan untuk pasien gagal jantung stadium akhir. Operasi ini melibatkan penggantian jantung yang rusak dengan jantung donor.

 

Prosedur Operasi Jantung

 

Sebelum prosedur dilakukan, dokter akan melakukan evaluasi medis terhadap pasien. Persiapan ini bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Proses evaluasi ini meliputi diskusi mengenai gejala dan riwayat medis pasien (termasuk keluarga pasien), pemeriksaan fisik secara menyeluruh, dan berbagai pemeriksaan penunjang seperti tes darah, EKG, CT scan jantung, MRI jantung, dan lain-lain. 

 

Setelah dijadwalkan untuk operasi, dokter biasanya memiliki arahan khusus, seperti:

 

  • Menghentikan obat-obatan tertentu.

  • Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol.

  • Berpuasa pada beberapa jam sebelum operasi.

  • Melepaskan kacamata, lensa kontak, gigi palsu, atau perhiasan.

 

Prosedur dimulai dengan memberikan anestesi total kepada pasien agar tidak merasakan apa pun selama operasi berlangsung. Jenis operasi dan tekniknya akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Durasi operasinya pun tergantung dari jenis operasi yang dipilih, misalnya CABG atau bypass jantung biasanya memakan waktu 3–6 jam.

 

Setelah prosedur, pasien akan dipindahkan ke ICU (intensive care unit) untuk dilakukan pemantauan intensif selama minimal 1 hari. Jika kondisi pasien sudah stabil, tim medis akan memindahkannya ke ruang rawat inap biasa untuk pemulihan lanjutan. Lama rawat inap berbeda-beda tergantung jenis operasi dan kondisi tubuh masing-masing pasien.

 

Risiko Efek Samping Operasi Jantung

 

Secara umum, operasi jantung memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan risikonya. Namun, seperti halnya prosedur bedah lainnya, tetap ada risiko dan kemungkinan komplikasi yang perlu diwaspadai, seperti:

 

  • Reaksi alergi terhadap anestesi.

  • Gangguan irama jantung.

  • Perdarahan.

  • Kebingungan atau sulit berpikir jernih pascaoperasi.

  • Kerusakan pada pembuluh darah atau organ di sekitar area operasi.

  • Infeksi pada luka atau di dalam rongga dada.

  • Stroke.

 

Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko komplikasi setelah operasi jantung adalah sebagai berikut:

 

 

Pemulihan Operasi Jantung

Lama pemulihan pascabedah jantung tergantung pada jenis operasi dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Sebagian besar orang membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 12 minggu untuk pulih dari operasi jantung terbuka. Namun, beberapa orang mungkin membutuhkan waktu lebih lama.

Selama masa pemulihan, pasien mungkin akan mengalami:

  • Sensasi seperti “klik” di dada, yang biasanya hilang dalam 1–2 minggu. Jika tidak, segera hubungi dokter.

  • Memar atau pembengkakan ringan di area sayatan.

  • Sembelit.

  • Gangguan tidur, sulit tidur, atau sering terbangun.

  • Penurunan nafsu makan, bahkan bisa merasa mual saat melihat makanan. Hal ini normal dan akan membaik.

  • Nyeri atau rasa tegang di bahu dan punggung atas.

  • Perasaan sedih, murung, atau depresi.

Perlu diketahui bahwa prosedur operasi jantung biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya, misalnya untuk mengobati kondisi medis tertentu. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini.

 

Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai prosedur ini atau mengalami keluhan yang mengarah pada beberapa kondisi medis yang disebutkan di atas, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Jika disarankan oleh dokter, Anda juga bisa memesan paket Skrining Kesehatan Jantung yang tersedia di Siloam Hospitals. Praktis, Anda dapat melakukan pemesanan dan transaksi melalui aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

Sumber

Cleveland Clinic. Heart Surgery. Diakses pada 2025 | StatPearls. Cardiac Surgery. Diakses pada 2025 | MedlinePlus. Heart Surgery. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-ivan-joalsen-spbtkv

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivan Joalsen M.T, Sp.BTKV (K), SubsSp-Ve. McPhleb

Bedah Toraks Kardiovaskular

Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-putu-wisnu-arya-wardana-spbtkv

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Putu Wisnu Arya Wardana, SpBTKV, FIATCVS

Bedah Toraks Kardiovaskular

Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-hariadi-hadibrata-spbtkv

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Hariadi Hadibrata, SpBTKV (K)

Bedah Toraks Kardiovaskular

Subspesialis Bedah Toraks


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail