Kesehatan Tubuh
Osteoid Osteoma, Tumor Tulang Jinak yang Menyebabkan Nyeri

Table of Contents
Osteoid osteoma adalah tumor tulang jinak yang sering kali tumbuh di tulang panjang, utamanya pada tulang kering dan tulang paha. Biasanya, tumor ini berukuran kecil dan tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Namun, kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Lantas, bagaimana cara mengobatinya? Mari simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Osteoid Osteoma?
Seperti yang disebutkan sebelumnya, osteoid osteoma adalah tumor tulang bersifat nonkanker yang biasanya tumbuh di tulang panjang, seperti tulang kering (tibia) dan tulang paha (femur). Kondisi ini bisa menyerang segala usia, namun lebih sering ditemukan pada rentang usia 4–25 tahun dengan jumlah penderita laki-laki lebih tinggi daripada wanita.
Selain di tulang panjang pada paha, osteoid osteoma juga bisa ditemukan di bagian tubuh lain, seperti tangan atau jari, lengan, kaki atau pergelangan kaki, dan tulang belakang. Umumnya, osteoid osteoma berukuran kurang dari 1,5 cm dan tidak tumbuh. Namun, kondisi ini biasanya mendorong terbentuknya tulang reaktif di sekelilingnya.
Meskipun sama-sama tumor tulang jinak, osteoid osteoma berbeda dengan osteoblastoma. Adapun karakteristik osteoblastoma yang membedakannya dengan osteoid osteoma adalah:
-
Berukuran lebih besar daripada osteoid osteoma.
-
Osteoblastoma memiliki tingkat kekambuhan yang lebih tinggi.
-
Biasanya ditemukan pada tengkorak, tulang rusuk, dan tulang punggung.
-
Nyeri cenderung tidak memburuk di malam hari dan biasanya tidak mereda dengan pemberian obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS).
Penyebab Osteoid Osteoma
Hingga saat ini, ahli medis masih belum mengetahui penyebab osteoid osteoma secara pasti. Namun, beberapa faktor yang dicurigai dapat menyebabkan tumor tulang jinak ini meliputi:
-
Peradangan pada tulang.
-
Pertumbuhan sel-sel di dalam tubuh yang abnormal (neoplasia).
-
Cedera atau trauma di bagian tubuh yang terdampak tumor.
Gejala Osteoid Osteoma
Osteoid osteoma biasanya disertai dengan nyeri yang cenderung memburuk pada malam hari. Nyeri ini tidak disebabkan oleh aktivitas fisik. Selain nyeri, beberapa gejala osteoid osteoma yang perlu diperhatikan adalah:
-
Nyeri dan kekakuan pada sendi.
-
Pembengkakan, tergantung pada lokasi tumor.
-
Kelainan bentuk tulang.
-
Pincang atau gangguan gaya berjalan (gait disorder).
-
Gangguan pertumbuhan apabila tumor berdampak pada lempeng pertumbuhan tulang.
-
Penyusutan otot (atrofi).
-
Apabila tumor ditemukan pada paha atau tulang kering, satu kaki akan menjadi lebih panjang dari kaki lainnya.
-
Tumor yang ditemukan pada tulang belakang dapat menyebabkan panggul terasa linu dan skoliosis.
Sementara itu, osteoid osteoma yang ditemukan di dekat sendi dapat menimbulkan sejumlah gejala berikut:
-
Pembengkakan sendi (efusi sendi).
-
Pengapuran tulang (osteoarthritis).
-
Kekakuan sendi (joint contracture).
Diagnosis Osteoid Osteoma
Dokter akan memulai pemeriksaan dengan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui riwayat medis pasien dan keluarga. Setelah itu, proses pemeriksaan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, terutama pada bagian tulang yang terdampak. Dokter juga dapat merekomendasikan sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti:
Pengobatan Osteoid Osteoma
Osteoid osteoma bisa diobati dengan NSAIDs (Nonsteroidal Anti Inflammatory Drugs), berupa obat bebas, seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen, dan obat yang diresepkan dokter. Penggunaan NSAID dapat membantu mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyusutan osteoid osteoma. Selain obat-obatan, dokter juga bisa merekomendasikan prosedur pembedahan, seperti:
-
Kuretase: Pengangkatan seluruh tumor melalui sayatan di kulit.
-
Ablasi radiofrekuensi: Dipandu dengan CT scan, ahli bedah ortopedi dapat memanaskan tumor dan menghancurkannya menggunakan arus listrik berfrekuensi tinggi.
-
Reseksi en bloc: Pengangkatan tulang yang mengandung tumor di panggul atau tempat lainnya. Namun, prosedur ini jarang dipilih untuk menangani osteoid osteoma.
Meskipun tidak termasuk ganas, tumor osteoid osteoma tetap memerlukan perhatian. Namun, tidak berarti gejala-gejala yang disebutkan di atas semata-mata mengindikasikan kondisi tersebut.
Kendati demikian, Anda yang merasakan gejala, seperti sendi kaku disertai dengan benjolan, bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Subspesialis Onkologi Orthopaedi dan Rekonstruksi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Dokter akan menyesuaikan pemeriksaan dan rekomendasi penanganan kepada setiap pasien sesuai dengan kondisi medisnya. Pasien pun akan menjalani serangkaian tes dan menerima pengobatan di fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit sehingga tahapan prosesnya mungkin berbeda di satu lokasi dan lainnya.
Jika Anda membutuhkan pemeriksaan kanker secara menyeluruh, jangan ragu untuk mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Pusat pengobatan kanker unggulan dari Siloam Hospitals Group ini menyediakan berbagai penanganan kanker, termasuk prosedur deteksi dini kanker, radioterapi, onkologi bedah, dan kemoterapi untuk membantu mengatasi kondisi Anda.
Sumber
OrthoInfo. Osteoid Osteoma. Diakses pada 2024 | Boston Children’s Hospital. Osteoid Osteoma. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Osteoid Osteoma. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Rontgen Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/VERT. Lumbosacral AP + LAT
Rontgen / X-Ray
Rp509.000
TERPOPULER
Rontgen Tulang Paha/Femur
Rontgen / X-Ray
Rp335.000
CT Scan Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/Lumbosacral (Non Kontras)
CT Scan, Tulang/ Ortopedi
Rp2.808.000
MRI Tulang Belakang Tengah/Punggung/Spine Thoracic (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI Tulang Leher/Spine Cervical (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000






