Pectus Excavatum - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Pectus Excavatum - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

23 April 2025 3 menit waktu baca
mengenal pectus excavatum

 

Pectus excavatum adalah kondisi ketika tulang dada berkembang secara tidak normal. Kondisi ini menyebabkan adanya lekukan pada dinding dada ke arah dalam yang bisa menimbulkan masalah kesehatan fisik maupun emosional. Lantas, apa penyebab pectus excavatum? Bagaimana cara mengatasinya? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Pectus Excavatum?

 

 

Sumber: Cleveland Clinic

 

Pectus excavatum adalah suatu kelainan bawaan di mana tulang rusuk dan tulang dada tumbuh secara tidak normal, sehingga menyebabkan dada tampak cekung ke dalam. Kondisi ini biasanya sudah terlihat tak lama setelah bayi dilahirkan, namun akan memburuk selama percepatan pertumbuhan (growth spurt) di usia remaja.

 

Pectus excavatum disebut juga dengan dada cekung (sunken chest) atau dada corong (funnel chest). Pada kasus yang parah, kondisi ini menyebabkan berkurangnya ruang di dalam rongga  dada, sehingga membatasi fungsi jantung dan paru-paru. Meski merupakan kondisi kelainan bawaan, pectus excavatum bisa diperbaiki melalui pembedahan minimal invasif atau pembedahan terbuka.

 

Penyebab Pectus Excavatum

 

Pada sebagian besar kasus, tidak diketahui secara pasti apa penyebab pectus excavatum. Namun, di sebagian kasus lainnya, kondisi ini adalah bagian dari penyakit jaringan ikat, seperti sindrom Marfan atau sindrom Ehlers-Danlos. Para ahli juga belum menemukan adanya hubungan genetik yang spesifik. Kendati begitu, terdapat dugaan bahwa sekitar 40–53% penderita sunken chest memiliki keluarga kandung dengan kondisi serupa.

 

Gejala Pectus Excavatum

 

Gejala utama pectus excavatum adalah lekukan ke arah dalam yang terlihat di tengah dada. Pada sebagian orang, lekukan tersebut dapat semakin memburuk saat memasuki masa remaja dan terus memburuk hingga dewasa. Pada kasus yang parah, kondisi ini bisa disertai dengan gejala lain yang memengaruhi paru-paru dan jantung, seperti:

 

  • Mudah lelah terutama saat beraktivitas.

  • Toleransi olahraga yang menurun.

  • Detak jantung yang cepat atau jantung berdebar-debar (palpitasi).

  • Mengi atau sesak napas.

  • Nyeri dada.

  • Murmur jantung.

 

Pectus excavatum juga dapat menimbulkan gejala emosional bagi penderitanya, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Perasaan malu akibat tampilan dada yang berbeda.

  • Masalah harga diri (self-esteem).

  • Depresi.

 

Diagnosis Pectus Excavatum

 

Kondisi ini bisa terlihat tak lama setelah bayi dilahirkan, namun pada sebagian kasus mungkin tidak disadari hingga penderitanya memasuki usia remaja. Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) dengan pasien atau orang tua pasien mengenai gejala dan riwayat medis. 

 

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda pectus excavatum. Selanjutnya, akan dilakukan  pengujian untuk melihat seberapa besar pengaruh kondisi ini terhadap fungsi kardiopulmoner (jantung dan paru-paru). Adapun beberapa pemeriksaan yang digunakan untuk mendiagnosis sunken chest adalah sebagai berikut:

 

  • X-ray thorax.

  • Elektrokardiogram (EKG).

  • Ekokardiogram.

  • Cardiopulmonary exercise testing

  • Tes fungsi paru, misalnya tes spirometri.

  • CT scan thorax.

  • MRI thorax.

 

Pengobatan Pectus Excavatum

 

Pectus excavatum dapat diperbaiki dengan prosedur operasi, baik operasi invasif minimal (prosedur Nuss) atau operasi terbuka (prosedur Ravitch). Dokter akan melakukan pemeriksaan terperinci untuk menentukan jenis operasi yang sesuai bagi pasien. Secara umum, operasi dilakukan dengan mengubah posisi sternum (tulang dada) ke posisi yang benar. Keduanya bertujuan untuk:

 

  • Mengurangi tekanan pada jantung dan paru-paru sehingga keduanya bisa berfungsi dengan lebih baik.

  • Memperbaiki penampilan dada.

 

Prosedur operasi biasanya direkomendasikan bagi pasien yang mengalami gejala fisik dan/atau gejala psikologis akibat pectus excavatum. Waktu terbaik untuk melakukan perbaikan kondisi ini antara usia 10 dan 14 tahun, saat dinding dada masih lentur. Dokter dapat membantu pasien menentukan waktu yang tepat untuk operasi.

 

Perlu dipahami bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi pectus excavatum. Dengan kata lain, tanda dan gejala yang disebutkan mungkin terjadi pada kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah, Torax, dan Vaskular di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

 

Penting pula untuk dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Cleveland Clinic. Pectus Excavatum. Diakses pada 2024 | Nemours KidsHealth. Chest Wall Disorder: Pectus Excavatum. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Pectus excavatum. Diakses pada 2024 | Journal of Clinical Medicine. Current Concepts in the Etiology and Pathogenesis of Pectus Excavatum in Humans—A Systematic Review. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-ivan-joalsen-spbtkv

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivan Joalsen M.T, Sp.BTKV (K), SubsSp-Ve. McPhleb

Bedah Toraks Kardiovaskular

Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-putu-wisnu-arya-wardana-spbtkv

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Putu Wisnu Arya Wardana, SpBTKV, FIATCVS

Bedah Toraks Kardiovaskular

Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-hariadi-hadibrata-spbtkv

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Hariadi Hadibrata, SpBTKV (K)

Bedah Toraks Kardiovaskular

Subspesialis Bedah Toraks


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail