Kesehatan Tubuh
Peliosis Hepatis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Hepatic peliosis atau peliosis hepatis adalah kondisi ketika pembuluh darah kapiler di hati berproliferasi yang menyebabkan pembengkakan pada lapisan pembuluh kapiler dan rongga di dalam organ hati. Kondisi ini kerap tidak menimbulkan gejala tertentu, sehingga sering kali baru terdeteksi secara tidak sengaja (insidental) ketika penderitanya menjalani pemeriksaan untuk kondisi medis lain. Mari pahami lebih lanjut mengenai penyebab hingga pengobatan hepatic peliosis di bawah ini.
Apa itu Peliosis Hepatis?
Peliosis hepatis adalah kelainan vaskular langka yang terjadi ketika sel-sel sinusoid (pembuluh darah kapiler) di organ hati berproliferasi atau membelah diri secara abnormal. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pada lapisan kapiler dan rongga pada organ hati. Di samping itu, hepatic peliosis juga kerap berkaitan dengan fungsi organ lain, seperti limpa dan sumsum tulang.
Jumlah kasus peliosis hepatis yang dilaporkan meningkat seiring dengan kemajuan modalitas pencitraan dan pengobatan. Tidak ada perbedaan angka kejadian yang terdokumentasi antara pria dan wanita. Meskipun kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa, tidak menutup kemungkinan bahwa peliosis hepatis juga dapat terjadi pada populasi anak-anak.
Penyebab Peliosis Hepatis
Secara umum, peliosis hepatis sering kali bersifat idiopatik atau tidak diketahui penyebab pastinya. Di samping itu, hepatic peliosis juga dapat disebabkan oleh kondisi-kondisi tertentu. Adapun beberapa kondisi tersebut, di antaranya sebagai berikut:
-
Terpapar racun, seperti arsenik, polyvinyl chloride (PVC), dan torium oksida.
-
Efek samping obat-obatan tertentu, seperti:
-
Steroid anabolik.
-
Azathioprine.
-
Kortikosteroid.
-
Diethylstilbestrol (DES).
-
Terapi immunoglobulin.
-
Methotrexate.
-
Pil KB.
-
Tamoxifen.
-
6-thioguanine (6-TG).
-
6-mercaptropurine (6-MP).
-
Menderita penyakit kronis tertentu, seperti:
-
Keganasan (kanker), khususnya kanker hati.
-
Diabetes melitus.
-
Necrotizing vasculitis (peradangan pada dinding pembuluh darah).
-
Gangguan hematologi, seperti multiple myeloma dan Hodgkin disease.
-
Menderita HIV/AIDS. Penderita HIV/AIDS rentan mengalami peliosis basiler yang disebabkan oleh infeksi Bartonella henselae, Bartonella quintana, dan Rochalimaea henselae.
-
Pernah menjalani transplantasi ginjal atau jantung.
Gejala Peliosis Hepatis
Hepatic peliosis biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu (asimtomatik). Karena itu, kondisi ini sering kali baru terdeteksi ketika penderitanya melakukan prosedur pemeriksaan untuk kondisi medis lain. Pada kasus yang jarang terjadi, penderita hepatic peliosis dapat mengalami gejala-gejala tertentu yang berkaitan dengan penyakit hepatobilier (penyakit yang memengaruhi organ hati dan sistem empedu) lain, seperti:
-
Nyeri perut.
-
Hipertensi portal (peningkatan tekanan di dalam pembuluh darah vena porta).
-
Gagal hati (liver failure).
-
Penurunan berat badan.
Diagnosis Peliosis Hepatis
Apabila terdapat dugaan pasien mengalami peliosis hepatis, dokter biasanya akan mengevaluasi kondisi kesehatan pasien melalui beberapa tahapan. Pertama-tama, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien.
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien, terutama pada bagian perut (abdomen). Kemudian, beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis hepatic peliosis adalah:
-
Tes darah, untuk memeriksa fungsi hati.
-
Angiografi, merupakan prosedur pemeriksaan yang menggunakan sinar-X serta pewarna kontras untuk menghasilkan gambaran pembuluh darah arteri dan vena.
-
Biopsi hati.
Pengobatan Peliosis Hepatis
Secara umum, apabila hepatic peliosis tidak menimbulkan gejala tertentu dan bukan disebabkan oleh masalah kesehatan lain, dokter mungkin hanya akan memantau kondisi pasien secara berkala. Namun, jika terjadi akibat kondisi medis tertentu, dokter dapat menangani hepatic peliosis sesuai dengan penyebab yang mendasarinya.
Misalnya, jika hepatic peliosis yang terjadi akibat efek samping terapi imunoglobulin atau kortikosteroid, dokter dapat mengarahkan pasien untuk menjalani metode pengobatan lain di samping terapi tersebut. Jika penyebabnya adalah penggunaan pil KB, dokter akan menghentikan pemakaian alat kontrasepsi tersebut.
Sementara itu, dokter juga dapat meresepkan obat antibiotik seperti erythromycin atau doxycycline apabila hepatic peliosis diakibatkan oleh infeksi bakteri tertentu (yang sering dialami oleh penderita HIV/AIDS), misalnya infeksi Bartonella.
Komplikasi Peliosis Hepatis
Meski jarang terjadi, risiko terjadinya komplikasi akibat hepatic peliosis masih tetap ada. Risiko komplikasi tersebut adalah perdarahan internal, terutama di area peritoneal (selaput yang melapisi dinding perut bagian dalam dan membatasi organ-organ di dalam perut) dan organ hati. Selain itu, kondisi ini juga bisa memicu terjadinya hipertensi portal hingga gagal hati.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi peliosis hepatis. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi peliosis hepatis dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Hati Lengkap
Skrining Lite
10 Service/Item
Rp3.000.000
TERPOPULER
Paket Cek Fungsi Hati
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
4 Service/Item
Rp261.000
TERPOPULER
CT Scan Perut Atas/Upper Abdomen (Non Kontras)
CT Scan
Rp2.079.000
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300
1.5T MRI Upper Abdomen Non Contrast
MRI / MRA
Rp3.192.000
TERPOPULER
USG Upper Abdomen
USG
Rp578.000







