Kesehatan Tubuh
Sindrom Wernicke-Korsakoff: Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Table of Contents
Sindrom Wernicke-Korsakoff atau Wernicke-Korsakoff syndrome (WKS) adalah kelainan neurologis yang disebabkan oleh kekurangan tiamin (vitamin B1). Gangguan tersebut meliputi ensefalopati Wernicke dan sindrom Korsakoff (kehilangan memori). Mari pahami lebih lanjut mengenai Wernicke-Korsakoff syndrome dalam artikel berikut ini.
Apa itu Sindrom Wernicke-Korsakoff?
Sindrom Wernicke-Korsakoff adalah kelainan neurologis yang disebabkan oleh kekurangan tiamin (vitamin B1). Gangguan tersebut meliputi ensefalopati (gangguan pada otak) Wernicke dan sindrom Korsakoff. Sebagai informasi, vitamin B1 dapat membantu tubuh untuk mengubah gula dari makanan menjadi energi. Ketika otak dan sistem saraf tubuh tidak memperoleh energi yang cukup, hal tersebut dapat mengganggu fungsinya secara keseluruhan.
Secara umum, Wernicke-Korsakoff syndrome terdiri dari dua tahapan, yaitu Wernicke encephalopathy dan Korsakoff syndrome. Berikut masing-masing penjelasannya.
-
Wernicke encephalopathy: Merupakan fase akut dari Sindrom Wernicke-Korsakoff. Gangguan otak yang terjadi secara tiba-tiba dan dalam jangka waktu pendek (akut). Kondisi ini ditandai dengan kebingungan, gangguan koordinasi dan pergerakan (ataksia), serta abnormalitas pada mata.
-
Korsakoff syndrome: Merupakan fase kronis (terjadi dalam jangka waktu yang lama) dari Sindrom Wernicke-Korsakoff yang berkaitan dengan gangguan memori. Kondisi ini dapat terjadi ketika Wernicke encephalopathy berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama.
Prevalensi sindrom Wernicke-Korsakoff adalah sekitar 0 hingga 2% di seluruh dunia. Beberapa populasi tertentu memiliki tingkat prevalensi yang lebih tinggi, seperti tunawisma, orang lanjut usia yang tinggal sendiri atau terisolasi, dan pasien rawat inap psikiatri.
Penyebab Sindrom Wernicke-Korsakoff
Wernicke-Korsakoff syndrome dapat terjadi ketika tubuh kekurangan vitamin B1 (tiamin). Defisiensi vitamin B1 paling sering disebabkan oleh penggunaan alkohol secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama. Alkohol dapat mengganggu proses penyerapan dan penyimpanan tiamin di dalam organ hati. Selain itu, konsumsi alkohol dalam jangka waktu lama juga bisa memengaruhi kemampuan tubuh dalam menggunakan vitamin B1.
Di sisi lain, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sindrom ini adalah sebagai berikut:
-
Pola makan yang buruk.
-
Muntah berkepanjangan.
-
Gangguan makan, seperti bulimia, anoreksia.
-
Infeksi kronis.
-
Menderita gangguan pencernaan, seperti inflammatory bowel disease atau gastropati.
-
Menyusui tanpa mendapatkan suplemen tambahan.
-
Pernah menjalani tindakan operasi bariatrik.
-
Tirotoksikosis (kondisi ketika kadar hormon tiroid di dalam darah terlalu tinggi).
-
Menderita kanker.
-
Traumatic brain injury, namun jarang terjadi.
Gejala Sindrom Wernicke-Korsakoff
Sindrom Wernicke-Korsakoff dapat menimbulkan gejala yang beragam, tergantung pada tahapannya, yaitu Wernicke encephalopathy dan Korsakoff syndrome. Sindrom ini secara klasik digambarkan dengan tiga gejala utama (clinical triad), yaitu perubahan status mental (misalnya, kebingungan atau demensia), nistagmus (atau oftalmoplegia/kelumpuhan otot mata), dan ataksia. Namun, kurang dari sepertiga pasien yang menunjukkan tiga gejala tersebut secara lengkap.
Secara umum, beberapa gejala yang kerap dialami oleh penderita Wernicke encephalopathy, di antaranya sebagai berikut:
-
Gangguan keseimbangan dan koordinasi.
-
Konfabulasi, yaitu kondisi ketika seseorang menciptakan informasi yang dibuat-buat (tanpa disengaja) untuk menutupi gangguan ingatannya.
-
Kebingungan (delirium).
-
Gaya berjalan cenderung tidak stabil atau ataksia.
-
Sering mengantuk.
-
Gangguan jantung, seperti takikardia (detak jantung cepat) atau tekanan darah rendah (hipotensi).
-
Abnormalitas mata, seperti:
-
Gerakan mata yang tidak normal.
-
Penglihatan ganda.
-
Ptosis (kelopak mata turun).
-
Kelemahan atau kelumpuhan otot mata.
Jika tidak segera ditangani dengan tepat, Wernicke encephalopathy dapat berkembang menjadi Korsakoff syndrome. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala yang meliputi:
-
Amnesia.
-
Perubahan perilaku, seperti agitasi atau mudah tersinggung.
-
Konfabulasi.
-
Delirium dan disorientasi.
-
Kelelahan.
-
Halusinasi, terutama pada penderita sindrom Wernicke-Korsakoff yang juga mengalami alcohol withdrawal syndrome.
-
Gaya berjalan yang tidak stabil.
Dalam kasus yang lebih parah, sindrom ini dapat membuat seseorang mengalami kehilangan kesadaran (koma).
Diagnosis Sindrom Wernicke-Korsakoff
Dalam menegakkan diagnosis sindrom Wernicke-Korsakoff, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan, riwayat kesehatan pasien maupun keluarga pasien, serta riwayat pola makan dan konsumsi alkohol. Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk mengevaluasi gejala yang dialami pasien.
Guna mengonfirmasi diagnosis sindrom ini, terdapat beberapa pemeriksaan penunjang yang kerap digunakan dokter, di antaranya:
-
Tes darah, untuk memeriksa kadar tiamin di dalam tubuh, fungsi hati, dan fungsi ginjal.
-
Elektrokardiogram (EKG), untuk memeriksa aktivitas kelistrikan pada jantung. Pasalnya, sindrom ini bisa merusak saraf yang mengontrol aktivitas kelistrikan jantung.
-
Pemeriksaan mata untuk memeriksa pergerakan mata.
-
Evaluasi kesehatan mental.
Pengobatan Sindrom Wernicke-Korsakoff
Tujuan utama pengobatan sindrom Wernicke-Korsakoff adalah untuk mengelola gejala dan mencegah perburukan kondisi. Pada tahap awal, penderita sindrom ini mungkin disarankan untuk menjalani rawat inap agar dokter dapat memantau kondisi pasien secara berkala. Pemantauan dan perawatan khusus akan diperlukan jika pasien mengalami beberapa kondisi berikut ini:
-
Sangat lesu (lethargic).
-
Penurunan kesadaran.
-
Koma.
Di samping itu, dokter juga dapat menangani sindrom ini dengan memberikan injeksi vitamin B1 dan glukosa secara langsung ke pembuluh darah menggunakan jarum suntik atau infus. Setelah pengobatan tiamin, gejala ensefalopati biasanya akan membaik dalam 5 hingga 12 hari. Pasien juga diresepkan suplemen vitamin B1 yang perlu dikonsumsi setiap hari selama beberapa bulan.
Guna mengoptimalkan proses pemulihan, dokter akan menyarankan pasien untuk menghindari konsumsi minuman beralkohol serta mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Terapi rehabilitasi mungkin diperlukan apabila pasien mengalami kecanduan minuman beralkohol. Pasien juga bisa menjalani terapi fisik apabila Wernicke-Korsakoff syndrome memengaruhi kemampuan berjalan.
Komplikasi Sindrom Wernicke-Korsakoff
Sekitar 25% pasien dengan sindrom Wernicke-Korsakoff memerlukan perawatan jangka panjang. Pasien yang memerlukan pada perawatan jangka panjang tersebut sering kali memiliki satu atau lebih penyakit penyerta.
Dalam kasus yang serius, Wernicke-Korsakoff syndrome bisa menyebabkan kerusakan otak yang parah sehingga berisiko memicu terjadinya gangguan memori, berpikir, dan kemampuan bergerak. Kondisi ini juga dapat membuat seseorang rentan mengalami cedera karena sering terjatuh.
Pencegahan Sindrom Wernicke-Korsakoff
Risiko terjadinya Wernicke-Korsakoff syndrome dapat diminimalkan dengan berhenti atau menghindari konsumsi minuman beralkohol. Sementara itu, bagi seseorang yang sering mengonsumsi minuman beralkohol, disarankan untuk memperoleh asupan suplemen vitamin B1 (tiamin) dan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, terutama makanan yang kaya vitamin B1 guna mengurangi risiko terjadinya sindrom ini.
Sebagai informasi, penyebab dan gejala yang disebutkan di atas tidak secara spesifik mewakili sindrom Wernicke-Korsakoff. Dengan kata lain, hal tersebut juga bisa terjadi pada kondisi medis lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang akurat terkait sindrom ini dengan mengunjungi Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat.
Tahapan prosedur pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani bisa berbeda di setiap rumah sakit, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Tenaga medis profesional akan menentukan prosedur medis yang dilakukan sesuai dengan kondisi tubuh pasien.
Lebih lanjut, sebagai upaya deteksi dini berbagai gangguan atau kelainan pada otak, Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Kesehatan Otak. Melalui paket ini, Anda akan memperoleh pemeriksaan MRI-MRA kepala dan konsultasi dengan dokter spesialis neurologi.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Kesehatan Otak
2 Service/Item
Rp3.000.000
Kunjungan Dokter Spesialis Syaraf - Homecare
Rp640.000
TERPOPULER
Paket Cek Fungsi Ginjal
Darah, Skrining Ginjal
3 Service/Item
Rp189.550
TERPOPULER
Paket Cek Fungsi Hati
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
4 Service/Item
Rp261.000
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300







