Kesehatan Tubuh
Sakit Kepala saat Berbaring? Hati-Hati Tanda Supine Hypertension

Table of Contents
Supine hypertension atau hipertensi saat berbaring adalah kondisi yang sering kali terabaikan, tetapi dapat memiliki dampak serius pada kesehatan. Berbeda dengan hipertensi pada umumnya, kondisi ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah yang signifikan ketika seseorang berada dalam posisi telentang. Lantas, apa penyebab supine hypertension? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Supine Hypertension?
Seperti yang sudah dijelaskan, supine hypertension adalah hipertensi (tekanan darah tinggi) yang terjadi saat seseorang terbaring. Biasanya, seseorang dikatakan memiliki supine hypertension bisa mengalami satu atau kedua hal berikut ini setelah 5 menit berbaring:
-
Tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi.
-
Tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih tinggi.
Sementara itu, merujuk pada American Heart Association (AHA), tekanan darah normal memiliki tekanan darah sistolik kurang dari 120 mmHg dan tekanan darah diastolik kurang dari 80 mmHg. Pada supine hypertension, tekanan darah secara konsisten meningkat saat berbaring tetapi kembali normal saat berdiri atau duduk.
Penyebab Supine Hypertension
Supine hypertension terjadi ketika sistem saraf otonom atau autonomic nervous system (ANS) tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sebagai informasi, ANS adalah sistem saraf yang mengatur fungsi tubuh yang tidak disengaja, seperti:
-
Tekanan darah.
-
Detak jantung.
-
Suhu tubuh.
-
Pernapasan.
-
Pencernaan.
-
Buang air kecil.
-
Gairah seksual.
Supine hypertension dapat terjadi bila ANS yang memengaruhi tekanan darah mengalami disfungsi. Disfungsi ANS atau disfungsi otonom juga dapat menyebabkan hipotensi ortostatik, yaitu penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat berdiri. Kondisi ini dapat menyebabkan pusing, sakit kepala, atau pingsan.
Supine hypertension sering kali terjadi bersamaan dengan hipotensi ortostatik. Pasalnya, sekitar 50% orang yang memiliki hipotensi ortostatik neurogenik (hipotensi ortostatik karena kondisi neurologis) juga mengalami kenaikan tekanan darah saat saat berbaring.
Selain itu, hipotensi ortostatik neurogenik dan supine hypertension juga sering dikaitkan dengan efek gangguan neurodegeneratif tertentu. Ini merupakan kondisi yang menyebabkan kerusakan bertahap pada sistem saraf, seperti penyakit Parkinson dan multiple system atrophy (MSA).
Gejala Supine Hypertension
Supine hypertension sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga kerap tidak disadari oleh penderitanya. Namun, beberapa orang mungkin mengalami beberapa gejala, seperti:
-
Sakit kepala.
-
Nyeri dada.
-
Kelelahan.
-
Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki.
-
Nokturia (sering buang air kecil di malam hari sehingga mengganggu tidur).
Diagnosis Supine Hypertension
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan medis pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, mulai dari tanda vital (tekanan darah, laju nadi, laju pernapasan, suhu tubuh) dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
Apabila dokter menduga pasien mengalami supine hypertension, beberapa tes tambahan yang bisa dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis adalah sebagai berikut:
-
Ambulatory blood pressure monitoring (ABPM): Pada pemeriksaan ini, pasien akan mengenakan monitor tekanan darah portabel untuk melakukan pengukuran secara berkala selama 24 jam, termasuk saat tidur. ABPM bisa memberikan gambaran yang akurat mengenai tingkat tekanan darah pasien saat siang dan malam.
-
Tilt-table test: Pada pemeriksaan ini, pasien akan diminta untuk berbaring di meja khusus yang dapat dimiringkan ke berbagai sudut, sembari tim medis memantau tekanan darah dan detak jantung pasien.
-
Pembacaan tekanan darah ortostatik: Pada tes ini, tim medis akan mengukur tekanan darah seseorang ketika berbaring, duduk, dan berdiri.
-
Tes darah atau tes pencitraan: Jika diperlukan, dokter menggunakan pemeriksaan ini untuk menyingkirkan penyebab lain yang mendasari gejala.
Pengobatan Supine Hypertension
Rekomendasi ahli saat ini menyarankan intervensi pengobatan jika tekanan darah sistolik melebihi 160–180 mmHg. Strategi nonfarmakologis merupakan pendekatan pengobatan lini pertama dan meliputi tidur dengan kepala di atas, menghindari posisi terlentang di siang hari, dan menghindari mengonsumsi cemilan sebelum tidur.
Tujuan utama pengobatan supine hypertension adalah menurunkan tekanan darah pada malam hari tanpa menurunkan tekanan darah pada siang hari secara berlebihan. Pengobatan untuk kondisi ini dapat meliputi:
-
Perubahan gaya hidup: Perubahan ini meliputi pengurangan asupan garam, menurunkan berat badan, meningkatkan aktivitas fisik, dan menghindari alkohol maupun tembakau. Upaya ini dapat membantu meningkatkan regulasi tekanan darah pada penderita supine hypertension.
-
Penyesuaian pengobatan: Mengubah waktu dan dosis pengobatan untuk membantu mencegah supine hypertension atau hipertensi nokturnal.
-
Mencoba posisi tidur yang berbeda: Meninggikan posisi kepala saat tidur sekitar 30 derajat.
-
Pemantauan: Pemantauan tekanan darah secara teratur, termasuk saat tidur, dapat membantu melacak efektivitas pengobatan dan mengidentifikasi potensi komplikasi.
Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi supine hypertension. Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait supine hypertension mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Medical News Today. What is there to know about supine hypertension?. Diakses pada 2025 | Healthline. What Is Supine Hypertension?. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Skrining Jantung Advance
Skrining Jantung
9 Service/Item
Rp2.950.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Jantung Prima
Skrining Jantung
7 Service/Item
Rp1.399.000






