Kesehatan Tubuh
Oncoplastic Breast Surgery: Kombinasi Bedah dan Estetika untuk Pasien Kanker Payudara

Table of Contents
Oncoplastic breast surgery atau bedah payudara onkoplastik adalah serangkaian prosedur penanganan kanker payudara yang menggabungkan prinsip onkologi dan rekonstruksi yang bertujuan untuk mengangkat sel kanker dan menjaga bentuk payudara. Metode ini ditujukan untuk membantu pasien memiliki kualitas hidup yang lebih baik, secara fisik maupun emosional. Mari ketahui lebih lanjut mengenai breast oncoplastic dalam artikel berikut.
Apa Itu Oncoplastic Breast Surgery?
Pada dasarnya, bedah onkoplastik adalah teknik bedah yang mengkombinasikan prinsip-prinsip onkologi dan bedah plastik dalam serangkaian prosedur. Tujuan utama dari oncoplastic breast surgery adalah untuk memastikan pengangkatan tumor payudara secara menyeluruh tanpa mengabaikan aspek estetika dari payudara.
Operasi kanker payudara umumnya terdiri dari dua opsi utama, yaitu mastektomi (melibatkan pengangkatan seluruh payudara) dan lumpektomi (hanya mengangkat sebagian jaringan yang terkena kanker). Namun, dengan adanya pendekatan bedah onkoplastik, pasien diharapkan tidak hanya terbebas dari kanker, tetapi juga dapat memiliki bentuk payudara yang proporsional dan alami.
Perlu diketahui, istilah "plastik" dalam bedah plastik bukan merujuk pada bahan buatan, melainkan berasal dari bahasa Yunani "plasticos," yang berarti "to grow" atau membentuk kembali. Bedah plastik memiliki dua fokus utama:
-
Rekonstruksi, yang bertujuan untuk mengembalikan bentuk dan fungsi bagian tubuh yang mengalami kerusakan akibat trauma, penyakit, atau operasi.
-
Estetik, yang berfokus pada peningkatan bentuk dan tampilan tubuh agar lebih proporsional.
Prinsip dasar dari bedah plastik adalah menggantikan jaringan yang hilang dengan jaringan yang sesuai dari tubuh pasien sendiri atau menggunakan implan, seperti:
-
Kulit yang hilang diganti dengan jaringan kulit dari bagian tubuh lain.
-
Otot yang rusak dapat direkonstruksi menggunakan jaringan otot dari area yang tidak terdampak.
-
Jika diperlukan, implan medis dapat digunakan untuk membentuk kembali payudara dengan hasil yang natural.
Manfaat Oncoplastic Breast Surgery
Manfaat utama dari prosedur oncoplastic breast surgery adalah membantu menjaga kondisi psikologis pasien. Diagnosis kanker payudara sering kali memberikan dampak besar secara mental dan emosional, terutama karena hasil operasi kanker payudara dapat menyebabkan perubahan pada bentuk atau hilangnya payudara.
Dengan pendekatan ini, pasien tidak hanya mendapatkan penanganan kanker yang optimal, tetapi juga hasil estetika yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dirinya. Selain itu, oncoplastic breast surgery juga memberi manfaat berikut:
-
Alternatif mastektomi, terutama bagi wanita yang perlu mengangkat lebih dari 20% volume total payudara akibat tumor berukuran besar.
-
Menghindari deformitas payudara, terutama jika kanker diangkat dari lokasi yang secara estetika sensitif, seperti di belakang puting, bagian dalam, dan kuadran bawah payudara. Area ini rentan mengalami perubahan bentuk yang mencolok jika tidak diperbaiki setelah pengangkatan tumor.
-
Memberikan manfaat tambahan bagi pasien dengan kondisi payudara tertentu, seperti ptosis (payudara kendur), makromastia (payudara berukuran sangat besar), atau asimetri payudara. Rekonstruksi ini dapat membantu pasien mendapatkan hasil yang lebih seimbang dan estetis setelah pengobatan kanker payudara.
Indikasi Oncoplastic Breast Surgery
Bedah onkoplastik biasanya direkomendasikan untuk pasien dengan tumor berukuran kecil hingga sedang, sehingga memungkinkan pengangkatan kanker tanpa harus menjalani mastektomi total.
Teknik Oncoplastic Breast Surgery
Sebelum melakukan rekonstruksi, dokter harus memastikan bahwa seluruh tumor telah diangkat dan dibersihkan dengan optimal. Terdapat beberapa metode rekonstruksi yang dapat dilakukan, yaitu:
-
Rekonstruksi autologus: Menggunakan jaringan tubuh pasien sendiri, seperti jaringan dari perut atau punggung.
-
Rekonstruksi dengan implan: Menggunakan implan silikon medis untuk membentuk kembali payudara.
-
Rekonstruksi kombinasi: Menggabungkan jaringan autologus dengan implan silikon untuk hasil yang lebih optimal.
Rekonstruksi dapat dilakukan secara segera (immediate reconstruction) saat operasi pengangkatan tumor berlangsung atau tertunda (delayed reconstruction) yang dilakukan setelah pasien menjalani terapi tambahan seperti radioterapi. Berikut penjelasannya:
-
Immediate reconstruction, biasanya direkomendasikan jika kondisi medis pasien sudah stabil dan tidak memerlukan terapi tambahan yang berpotensi merusak hasil rekonstruksi, sehingga dapat mengurangi jumlah prosedur bedah terpisah, masa pemulihan pun bisa lebih singkat.
-
Delayed reconstruction, umumnya diterapkan jika pasien masih harus menjalani terapi lanjutan, seperti radioterapi atau kemoterapi, yang dapat mempengaruhi hasil akhir rekonstruksi. Operasi rekonstruksi dapat dilakukan di saat kondisi tubuh lebih optimal pasca terapi lain.
Prosedur Oncoplastic Breast Surgery
Prosedur breast oncoplastic dilakukan oleh tim medis multidisiplin yang terdiri dari berbagai dokter spesialis, seperti dokter bedah payudara, bedah plastik, radiologi, patologi, fisioterapis, ahli radioterapi, anestesi, dan perawat.
Sebelum menjalani prosedur, dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara medis untuk mengetahui kondisi kesehatan, rencana pengobatan kanker secara keseluruhan, dan harapan pasien mengenai bentuk payudara setelah operasi. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien.
Pasien juga akan diminta untuk melakukan serangkaian pemeriksaan pencitraan sebelum menentukan metode pengobatan yang tepat, seperti:
Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan langkah-langkah pengobatan yang tepat, yang tidak hanya mengatasi kanker dengan baik, tetapi juga mempertimbangkan aspek estetika, yang penting bagi kondisi psikologis pasien.
Di tahap pertama, dokter bedah onkologi akan melakukan pengangkatan tumor payudara. Dokter bedah akan mengangkat jaringan tumor beserta sedikit jaringan sehat di sekitarnya untuk memastikan batas bersih dari sel kanker (surgical margin).
Setelah tumor diangkat, dokter bedah plastik akan memperbaiki bentuk payudara pasien, seperti dengan menggeser jaringan payudara yang ada, menggunakan implan, atau memanfaatkan jaringan tubuh lain (seperti dari perut atau punggung). Setelah memastikan jaringan kanker telah terangkat tuntas dan bentuk payudara berada pada posisi yang diinginkan, luka operasi akan ditutup.
Perawatan Pasca-Oncoplastic Breast Surgery
Setelah prosedur selesai, pasien akan menjalani masa pemulihan dengan pemantauan rutin untuk memastikan tidak ada infeksi atau komplikasi. Selama pemulihan, dukungan dari keluarga dan orang terdekat sangat penting, karena pasien mungkin akan mengalami perubahan secara fisik atau emosional.
Fisioterapi juga dapat disarankan jika otot di sekitar dada atau bahu terpengaruh. Selain itu, menjaga pola makan yang sehat dan gaya hidup aktif juga dapat membantu mempercepat proses pemulihan tubuh.
Risiko Komplikasi Oncoplastic Breast Surgery
Secara umum, prosedur breast oncoplasty adalah prosedur yang aman. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi antara lain:
-
Nekrosis lemak. Hal ini terjadi ketika beberapa bagian jaringan payudara yang dipindahkan tidak mendapatkan aliran darah yang cukup, sehingga dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
-
Pembentukan jaringan parut. Jaringan parut bisa terbentuk di area kulit bekas sayatan operasi, yang ditandai dengan kulit yang mengeras, serta munculnya gejala seperti rasa kaku, tertekan, atau bahkan nyeri.
-
Seroma. Cairan bisa terkumpul di tempat jaringan kanker diangkat.
-
Pembengkakan. Payudara dapat membengkak setelah operasi dilakukan. Biasanya hal ini terjadi dalam waktu singkat dan merupakan hal yang normal.
Penting untuk diketahui bahwa prosedur oncoplastic breast surgery hanya direkomendasikan setelah diagnosis terkonfirmasi. Dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan dan mempertimbangkan dengan seluruh tim medis terkait kondisi pasien, untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani tindakan ini.
Oleh karena itu, jika memiliki gejala atau keluhan kondisi medis yang berkaitan dengan penyakit kanker, Anda dapat langsung berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Onkologi dan Dokter Spesialis Bedah Plastik di Siloam Hospitals Lippo Village atau di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.
Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi kanker dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Sweety Pribadi, Sp.B.P.R.E., F.L.
Bedah Plastik
Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. William Hamdani, SpB (K) Onk
Bedah Onkologi (Kanker)
Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rachmat Christian Nikijuluw, SpB (K) Onk
Bedah Onkologi (Kanker)
Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini





