Penyebab Air Ketuban Keruh, Normal atau Perlu Diwaspadai?
Ibu dan Anak

Penyebab Air Ketuban Keruh, Normal atau Perlu Diwaspadai?

04 September 2025 3 menit waktu baca
penyebab air ketuban keruh

 

Ketuban keruh dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari usia kehamilan hingga gangguan medis tertentu. Perlu diketahui bahwa air ketuban normalnya berwarna bening atau sedikit kekuningan. Lantas, apakah air ketuban yang berubah menjadi keruh perlu diwaspadai? Mari simak pembahasan selengkapnya, mulai dari bahaya hingga berbagai penyebab air ketuban keruh melalui artikel berikut.

 

Bahaya Air Ketuban Keruh

 

Air ketuban adalah cairan hangat yang terdapat di dalam rahim dan berfungsi untuk melindungi janin selama berada di dalam kandungan. Umumnya, kantong ketuban akan terbentuk 12 hari setelah terjadinya pembuahan (fertilisasi). Dalam keadaan normal, warna air ketuban adalah bening atau kekuningan.

 

Jika air ketuban keruh, apakah berbahaya bagi janin? Kondisi ini sebenarnya tidak selalu membahayakan janin, terutama bila ibu segera mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter. Perubahan warna air ketuban dari yang sebelumnya bening atau kekuningan menjadi keruh adalah hal yang normal di usia kehamilan 34 minggu. Namun, pada beberapa kasus, air ketuban keruh juga menandakan adanya gangguan pada kehamilan.

 

Penyebab Air Ketuban Keruh

 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, air ketuban yang berubah menjadi keruh bisa menandakan adanya masalah pada kehamilan sehingga perlu diwaspadai. Adapun beberapa kondisi yang kerap menjadi penyebab air ketuban keruh adalah sebagai berikut. 

 

1. Infeksi

 

Infeksi air ketuban atau chorioamnionitis adalah infeksi bakteri di dalam kantong ketuban yang terjadi sebelum atau selama persalinan. Bakteri tersebut sering kali berasal dari saluran kemih atau vagina ibu. Tidak hanya menjadi penyebab air ketuban keruh, chorioamnionitis juga bisa mengakibatkan demam pada ibu hamil, bau busuk pada air ketuban, serta rahim menjadi lunak.

 

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur atau sepsis, baik pada ibu maupun bayi. Untuk mengatasinya, dokter biasanya memberikan obat antibiotik. Namun, bila kondisinya cukup buruk dan berpotensi menyebabkan gawat janin, dokter akan merekomendasikan persalinan secepatnya.

 

2. Mekonium

 

Setelah sistem pencernaannya berkembang sempurna, janin akan mengeluarkan mekonium atau kotoran. Bila mekonium tersebut bercampur dengan air ketuban, maka air ketuban bisa berubah warna menjadi kehijauan, kemerahan, atau kecokelatan. Kondisi ini dapat dipicu oleh kehamilan yang melebihi waktu atau bayi mengalami stres di dalam kandungan. Normalnya, mekonium baru dikeluarkan oleh bayi dalam 12 jam pertama kehidupannya.

 

Mekonium yang bercampur dengan air ketuban berpotensi terhirup oleh bayi dan meningkatkan risiko terjadinya sindrom aspirasi mekonium. Pada kondisi ini, mekonium dapat tertelan oleh janin sehingga menghambat jalan napas bayi dan mengurangi suplai oksigen di dalam tubuh. Pada beberapa kasus, kondisi tersebut bisa menyebabkan bayi mengalami gangguan pernapasan.

 

3. Anemia Hemolitik pada Bayi

 

Penyebab air ketuban keruh berikutnya adalah anemia hemolitik pada bayi. Kondisi ini terjadi ketika terdapat bilirubin yang berlebihan dalam air ketuban. Anemia hemolitik merupakan kondisi ketika sel darah merah rusak sehingga menyebabkan anemia, biasanya dipicu oleh ketidakcocokan Rh (Rhesus) dan ABO antara ibu dan janin.

 

Cara Mengatasi Air Ketuban Keruh

 

Sebelum memberikan penanganan, dokter perlu memastikan penyebab air ketuban keruh. Bila disebabkan oleh infeksi, dokter akan memberikan obat antibiotik melalui infus. Beberapa jenis antibiotik yang biasanya diberikan adalah penisilin, ampisilin, atau gentamisin.

 

Pada beberapa kasus, dokter juga dapat menyarankan persalinan prematur agar infeksi tidak semakin menyebar. Apabila sampai menyebar, infeksi dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti endometritis, sepsis, bakteremia, hingga emboli paru.

 

Selain itu, ibu hamil juga dianjurkan untuk melakukan perawatan mandiri di rumah, seperti memperbanyak minum air putih, istirahat yang cukup, menghindari aktivitas berat, dan mempelajari lebih banyak tentang permasalahan air ketuban. Guna menghindari komplikasi kehamilan akibat gangguan pada air ketuban, ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan prenatal (antenatal care) secara rutin selama masa kehamilan.

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi yang disebutkan di atas hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Berbagai kondisi yang dijelaskan di atas tidak secara spesifik mewakili penyebab air ketuban keruh dan mungkin mengindikasikan kondisi medis lainnya.

 

Apabila mengalami keluhan selama kehamilan, seperti kram perut yang menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk segera mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat dan cepat.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Nest Artikel Banner

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail