Kesehatan Tubuh
Mengenal 4 Perbedaan Osteoporosis dan Osteoarthritis

Table of Contents
Meski memiliki nama yang hampir sama, osteoporosis dan osteoarthritis merupakan dua kondisi medis yang berbeda. Bahkan, bagian tubuh yang terdampak juga tidak sama. Jadi, agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait osteoporosis dan osteoarthritis, mari simak penjelasan lebih lanjut terkait dua kondisi medis ini melalui artikel berikut.
Perbedaan Osteoporosis dan Osteoarthritis
Osteoporosis (pengeroposan tulang) dan osteoarthritis (pengapuran tulang) adalah dua gangguan pada tulang yang cukup umum terjadi. Meski begitu, masih banyak yang bingung mengenai perbedaan osteoporosis dan osteoarthritis. Tak heran, selain istilahnya hampir mirip, kedua kondisi ini juga sama-sama menyerang sistem muskuloskeletal manusia.
Perbedaan osteoarthritis dan osteoporosis dapat dilihat dari beberapa faktor, mulai dari bagian tubuh yang terdampak hingga penanganannya. Berikut masing-masing penjelasannya.
A. Bagian Tubuh yang Terdampak
Perbedaan pertama dan paling mendasar antara osteoporosis dan osteoarthritis yakni bagian tubuh yang terdampak. Osteoporosis adalah penyakit yang memengaruhi tulang-tulang di dalam tubuh manusia. Kondisi ini menyebabkan tulang mengalami pengeroposan sehingga lebih rentan mengalami fraktur (patah tulang), terutama pada beberapa bagian tubuh berikut:
-
Pergelangan tangan dan lengan.
-
Tulang belakang.
-
Pinggul dan panggul.
Sementara itu, osteoarthritis adalah gangguan yang terjadi pada sendi. Meski sering menyerang lutut, kondisi ini bisa juga memengaruhi bagian sendi lain, seperti pinggul, tulang punggung, jari tangan, dan lain-lain.
B. Penyebab Osteoporosis dan Osteoarthritis
Perbedaan osteoporosis dan osteoarthritis juga bisa dilihat dari penyebabnya. Osteoporosis adalah pengeroposan tulang yang terjadi karena menurunnya kepadatan tulang dan kemampuan regenerasi tulang bagian dalam.
Osteoporosis juga bisa disebabkan oleh ketidakmampuan tulang dalam mempertahankan kandungan mineral di dalamnya. Pengeroposan tulang bisa terjadi secara perlahan dalam waktu yang lama, sehingga penderitanya kerap tidak langsung menyadari kondisi ini.
Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis adalah pertambahan usia, ketidakseimbangan hormon, kekurangan kalsium dan vitamin D, kurang aktif berolahraga, kebiasaan merokok, serta penggunaan obat-obatan.
Sementara itu, osteoarthritis adalah kondisi yang terjadi akibat kerusakan pada kartilago (tulang rawan) yang berfungsi untuk melindungi ujung tulang keras dari efek gesekan. Adapun beberapa faktor pemicu osteoarthritis antara lain obesitas, menopause, memiliki riwayat cedera sendi, serta sering melakukan aktivitas yang membebani sendi, seperti angkat beban.
C. Gejala Osteoporosis dan Osteoarthritis
Perbedaan osteoporosis dan osteoarthritis selanjutnya adalah gejala-gejala yang ditimbulkan. Osteoporosis cenderung tidak menunjukkan gejala apa pun di tahap awal, hanya saja penderitanya menjadi lebih rentan mengalami patah tulang walaupun hanya dikarenakan oleh insiden kecil.
Meski tidak menimbulkan gejala di awal, namun seiring berjalannya waktu, osteoporosis biasanya menimbulkan sejumlah gejala sebagai berikut:
-
Rentan mengalami keretakan atau patah pada tulang.
-
Postur tubuh membungkuk.
-
Nyeri leher.
-
Nyeri tulang punggung bawah.
-
Penurunan tinggi badan secara bertahap.
Sementara itu, penderita osteoarthritis biasanya dapat merasakan gejala lebih awal berupa nyeri sendi ringan. Gejala pada osteoarthritis dapat memburuk seiring perkembangannya, antara lain:
-
Sendi terasa nyeri saat digerakkan, namun akan mereda ketika tidak digerakkan.
-
Sendi kaku atau sulit digerakkan, terutama saat pagi hari.
-
Pembengkakan di area sendi yang terdampak.
-
Muncul suara gesekan atau gemeretak saat sedang menggerakkan sendi.
D. Pengobatan Osteoporosis dan Osteoarthritis
Osteoporosis dan osteoarthritis juga memiliki penanganan yang berbeda. Beberapa pengobatan yang ditujukan untuk penderita osteoporosis antara lain:
-
Pemberian obat bifosfonat, obat ini bermanfaat untuk memperlambat pengeroposan tulang dan menjaga kepadatan tulang.
-
Pengobatan antibodi monoklonal (denosumab), pengobatan ini bertujuan mengurangi risiko kerusakan tulang. Biasanya, dokter akan memberikannya pada pasien setiap 6 bulan sekali melalui injeksi.
-
Terapi hormon, pengobatan ini dilakukan apabila osteoporosis dipicu oleh rendahnya kadar hormon tertentu.
-
Memperbanyak asupan makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D.
Sementara itu, beberapa pilihan pengobatan untuk penderita osteoarthritis adalah sebagai berikut:
-
Pemberian obat-obatan untuk meredakan rasa nyeri pada sendi, seperti obat antiinflamasi, kortikosteroid, atau obat antinyeri.
-
Fisioterapi, terapi ini dilakukan untuk mengembalikan kekuatan otot dan sendi yang terdampak.
-
Pembedahan/operasi, metode ini dilakukan jika kondisi osteoarthritis tidak dapat diatasi dengan obat-obatan maupun fisioterapi.
Pada intinya, perbedaan osteoporosis dan osteoarthritis yang paling dasar berada pada bagian tubuh yang terdampak. Osteoporosis menyerang tulang-tulang di dalam tubuh, sedangkan osteoarthritis terjadi pada persendian, seperti lutut.
Apabila Anda membutuhkan penanganan atau perawatan untuk patah tulang, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter spesialis ortopedi kami.
Anda juga dapat memesan paket Fisioterapi dari Siloam at Home yang praktis dan mudah karena dilayani langsung di rumah Anda. Fisioterapi adalah tindakan rehabilitasi untuk menghindari atau meminimalkan keterbatasan fisik akibat cedera atau penyakit. Fisioterapi bisa dilakukan untuk semua kalangan usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia.
Gunakan juga aplikasi MySiloam yang memberikan berbagai kemudahan bagi Anda dalam mengakses layanan kesehatan, mulai dari membuat janji temu hingga melihat hasil pemeriksaan. Unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
TERPOPULER
Arctic Genu / Rontgen Sendi Lutut (Uni Lateral)
Rontgen / X-Ray, Tulang/ Ortopedi
Rp289.000
TERPOPULER
Knee Joint Bilateral / Rontgen Sendi Lutut
Rontgen / X-Ray, Tulang/ Ortopedi
Rp415.000
TERPOPULER
1.5T MRI KNEE NON CONTRAST (1 SIDE)
MRI / MRA, Tulang/ Ortopedi
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI Sendi Bahu/Shoulder Non-Kontras (1 Sisi)
MRI / MRA
Rp2.870.000







