Perbedaan Serangan Jantung dan Emboli Paru, Penting Diketahui
Kesehatan Tubuh

Perbedaan Serangan Jantung dan Emboli Paru, Penting Diketahui

14 April 2026 5 menit waktu baca
Perbedaan serangan jantung dan emboli paru

Serangan jantung dan emboli paru sering kali menimbulkan gejala yang hampir sama, yaitu nyeri dada dan sesak napas. Keduanya pun sama-sama merupakan kondisi yang dapat mengancam nyawa dan membutuhkan penanganan medis secepatnya. Meski begitu, terdapat perbedaan serangan jantung dan emboli paru yang perlu diketahui untuk mewaspadai kedua kondisi ini. Mari simak penjelasannya di artikel berikut.

 

Perbedaan Serangan Jantung dan Emboli Paru

 

Serangan jantung (infark miokard) adalah keadaan darurat medis yang terjadi ketika otot jantung mengalami kerusakan karena tidak mendapatkan aliran darah kaya oksigen yang cukup. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan dan kematian otot jantung secara permanen apabila tidak segera ditangani.

 

Di sisi lain, emboli paru adalah kondisi ketika bekuan darah di salah satu pembuluh darah paru-paru menyumbat aliran darah ke paru-paru sehingga kadar oksigen di paru-paru menurun. Kondisi ini menyebabkan jaringan paru mengalami kerusakan dan kematian.

 

Emboli paru umumnya terjadi akibat bekuan darah dari bagian tubuh lain, seperti kaki atau panggul, yang terlepas dan menyumbat pembuluh darah arteri pulmonalis. Sama halnya dengan serangan jantung, kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis yang memerlukan penanganan segera.

 

Selain dari definisinya, perbedaan serangan jantung dan emboli paru dapat dilihat dari penyebab, gejala, dan pengobatannya. Berikut uraian selengkapnya.

 

A. Perbedaan Serangan Jantung dan Emboli Paru dari Penyebabnya

 

Kebanyakan serangan jantung disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Pada penyakit jantung koroner, salah satu atau lebih pembuluh darah arteri koroner tersumbat dan biasanya disebabkan oleh penumpukan plak (terdiri dari lemak, kolesterol, maupun zat lainnya) di dinding pembuluh darah arteri jantung (aterosklerosis).

 

Aterosklerosis dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke jantung. Jika plak pecah, hal ini dapat menyebabkan pembentukan bekuan atau gumpalan darah di pembuluh darah. Bekuan atau gumpalan darah tersebut dapat menghalangi aliran darah sepenuhnya ke otot jantung sehingga otot jantung tidak mendapatkan darah kaya oksigen yang cukup. 

 

Ketika otot jantung tidak mendapatkan darah kaya oksigen yang cukup, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan permanen dan kematian pada otot jantung. Inilah yang mengakibatkan terjadinya serangan jantung.

 

Selain dari penyebab serangan jantung yang disebutkan di atas, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh gangguan medis lainnya, di antaranya:

 

  • Kejang (spasme) arteri koroner.

  • Infeksi tertentu yang menyebabkan miokarditis atau endokarditis.

  • Spontaneous coronary artery dissection (SCAD).

  • Trauma yang menyebabkan robekan pada pembuluh darah arteri koroner.

  • Obstruksi, seperti bekuan darah atau gelembung air (embolisme) di pembuluh darah arteri koroner.

  • Anomalous coronary arteries.

  • Kondisi-kondisi medis lainnya yang dapat menyebabkan jantung tidak menerima darah yang cukup dalam jangka waktu yang lama.

 

Di sisi lain, beberapa penyebab emboli paru adalah sebagai berikut:

 

  • Darah yang menggumpal di bagian tubuh tertentu, biasanya panggul atau kaki. Gumpalan darah ini biasanya terbentuk akibat seseorang lama tidak beraktivitas, misalnya karena perjalanan pesawat yang panjang atau istirahat di tempat tidur setelah menjalani operasi. Gumpalan darah tersebut kemudian “lepas” dan melewati aliran darah menuju jantung dan paru, menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah arteri paru.

  • Cedera pada pembuluh darah vena, misalnya karena patah tulang atau operasi (terutama pada panggul, lutut, atau kaki).

  • Penyakit kardiovaskular lainnya, seperti gagal jantung kongestif, atrial fibrilasi, serangan jantung, atau stroke.

  • Gangguan pembekuan darah. Peningkatan faktor pembekuan darah dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan darah (trombus). Kondisi ini dapat terjadi pada beberapa jenis kanker atau pada beberapa orang yang menjalani terapi penggantian hormon.

 

B. Perbedaan Serangan Jantung dan Emboli Paru dari Gejalanya

 

Serangan jantung umumnya menimbulkan gejala berupa:

 

  • Nyeri dada yang terjadi secara tiba-tiba dan semakin lama terasa semakin parah. Nyeri dada dapat menjalar ke lengan, bahu kiri, rahang, leher, atau punggung dan tidak membaik atau menghilang dengan istirahat. 

  • Sesak napas.

  • Insomnia.

  • Mual atau rasa tidak nyaman di perut.

  • Palpitasi jantung.

  • Kecemasan (anxiety).

  • Pusing.

 

Sementara itu, tanda-tanda pertama emboli paru biasanya berupa sesak napas yang terjadi secara tiba-tiba, baik saat sedang beristirahat atau beraktivitas dan nyeri dada yang dapat bertambah parah jika mengerahkan tenaga atau menarik napas dalam-dalam. 

 

Nyeri dada tersebut bisa menyerupai nyeri dada akibat serangan jantung. Namun, emboli paru sering kali disertai gejala batuk dengan atau tanpa lendir berdarah. Beberapa gejala lain yang menyertai emboli paru adalah:

 

  • Pernapasan cepat.

  • Kulit pucat, lembap, atau kebiruan.

  • Keringat berlebihan.

  • Detak jantung cepat.

  • Pada beberapa kasus, penderita bisa merasa cemas, pusing, atau bahkan pingsan.

 

C. Perbedaan Serangan Jantung dan Emboli Paru dari Pengobatannya

 

Perbedaan serangan jantung dan emboli paru berikutnya terletak pada pengobatannya. Keduanya sama-sama melibatkan pemberian obat-obatan dan prosedur medis tertentu. Namun, jenis obat dan prosedur yang digunakan berbeda. Beberapa pilihan pengobatan untuk serangan jantung adalah:

 

  • Obat-obatan, seperti obat pengencer darah, nitrogliserin, obat pereda nyeri, beta blockers, obat antihipertensi, atau statin.

  • Operasi atau prosedur medis lainya, seperti angioplasti dan pemasangan stent atau coronary artery bypass grafting (CABG)

 

Sementara itu, beberapa pilihan pengobatan yang direkomendasikan untuk emboli paru adalah sebagai berikut:

 

  • Obat-obatan, seperti obat pengencer darah atau agen trombolitik (penghancur gumpalan darah).

  • Operasi atau prosedur medis lain, seperti operasi atau prosedur untuk menghilangkan bekuan darah atau prosedur filter vena cava. Prosedur filter vena cava dapat membantu mencegah bekuan darah masuk ke paru-paru.

  • Pencegahan dengan penggunaan stoking kompresi (compression stocking) terutama pada pasien dengan deep vein thrombosis.

 

Itulah penjelasan mengenai perbedaan serangan jantung dan emboli paru yang perlu Anda ketahui. Namun, penting untuk dipahami bahwa informasi dalam artikel ini bertujuan untuk edukasi semata sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter secara langsung.

 

Apabila Anda atau kerabat mengalami sejumlah gejala, seperti detak jantung cepat, sesak napas, dan nyeri pada dada, jangan ragu untuk segera mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Walaupun demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Setiap detik sangatlah berarti dalam penanganan penyakit jantung. Manfaatkan layanan Chest Pain Ready Hospital untuk penanganan gawat darurat jantung yang cepat dan tepat. Dengan layanan ini, pasien akan langsung menjalani pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dalam waktu kurang dari 10 menit sejak tiba, ditangani oleh tim jantung multidisiplin yang siaga 24/7, serta didukung fasilitas cath lab dan perawat bersertifikasi. Hubungi emergensi 1-500-911 untuk selamatkan lebih banyak jantung.

 

Image Article Cardiac by Condition

Sumber

American Heart Association. Pulmonary embolism is common and can be deadly, but few know the signs. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Heart Attack. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Pulmonary Embolism. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic.Heart attack. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Pulmonary embolism. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail