Stenosis Pulmonal & Regurgitasi Pulmonal, Kenali Perbedaanya Sebelum Terlambat!
Kesehatan Tubuh

Stenosis Pulmonal & Regurgitasi Pulmonal, Kenali Perbedaanya Sebelum Terlambat!

30 April 2025 4 menit waktu baca
Perbedaan stenosis pulmonal dan regurgitasi pulmonal

 

Stenosis pulmonal dan regurgitasi pulmonal adalah dua kondisi yang memengaruhi katup pulmonal. Katup ini mengatur aliran darah dari bilik (ventrikel) kanan jantung ke paru-paru melalui pembuluh darah arteri pulmonalis. Lantas, apa perbedaan stenosis pulmonal dan regurgitasi pulmonal? Mari simak ulasan selengkapnya mengenai definisi, penyebab, hingga pengobatan masing-masing kondisi di bawah ini.

 

Perbedaan Stenosis Pulmonal dan Regurgitasi Pulmonal

 

Katup pulmonal adalah katup yang terletak di antara ventrikel kanan dan pembuluh darah yang menuju paru-paru (arteri pulmonalis). Katup ini akan terbuka ketika ventrikel kanan berkontraksi untuk memompa darah ke paru-paru. Namun, permasalahan tertentu dapat membuat celah katup menyempit atau tidak terbuka dengan baik sehingga mengganggu aliran darah ke paru-paru.

 

Gangguan yang umum memengaruhi katup pulmonal adalah stenosis pulmonal dan regurgitasi pulmonal. Berikut uraian selengkapnya mengenai perbedaan kedua kondisi tersebut.

 

1. Definisi

 

Perbedaan stenosis pulmonal dan regurgitasi pulmonal yang pertama adalah pada definisinya. Stenosis pulmonal adalah kondisi ketika katup pulmonal mengalami penyempitan. Biasanya, kejadian stenosis pulmonal berkaitan dengan kelainan jantung bawaan. 

 

Sementara itu pada orang dewasa, stenosis pulmonal mungkin merupakan komplikasi dari penyakit lain. Kondisi ini jarang terjadi pada orang dewasa dan lebih sering ditemukan pada anak-anak. Stenosis pulmonal yang parah terkadang dapat menyebabkan gagal jantung pada anak-anak, namun sering kali tidak menimbulkan gejala sampai dewasa.

 

Di sisi lain, regurgitasi pulmonal adalah kondisi ketika katup pulmonal tidak menutup dengan baik di antara detak jantung sehingga menyebabkan darah bocor ke arah yang salah melalui katup. Bila kebocorannya sedikit, maka biasanya hal tersebut tidak menimbulkan masalah apa pun. Namun, jika tingkat kebocorannya sedang atau parah, maka hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan ventrikel kanan dan pada akhirnya gagal jantung kanan. 

 

2. Penyebab

 

Perbedaan stenosis pulmonal dan regurgitasi pulmonal juga bisa dilihat dari penyebabnya. Stenosis pulmonal biasanya disebabkan oleh:

 

  • Kelainan jantung bawaan (kongenital), seperti:

    • Tetralogy of Fallot.

    • Atresia trikuspid.

    • Transposisi pembuluh darah besar (transposition of the great arteries).

    • Double outlet right ventricle.

  • Sindrom genetik, seperti:

    • Noonan syndrome.

    • Alagille syndrome.

    • Williams-Beuren syndrome.

  • Penyebab stenosis pulmonal yang didapat (acquired), seperti:

  • Infeksi rubella selama kehamilan. 

 

Sementara itu, beberapa penyebab regurgitasi pulmonal adalah sebagai berikut:

 

  • Penyakit jantung rematik.

  • Hipertensi pulmonal.

  • Penyakit genetik, seperti sindrom Marfan.

  • Tumor karsinoid.

  • Endokarditis.

  • Cedera pada area dada.

  • Kelainan bawaan (kongenital).

  • Prosedur medis tertentu untuk menangani kelainan jantung bawaan (terkadang dapat menyebabkan regurgitasi pulmonal beberapa tahun kemudian).

 

3. Gejala

 

Gejala stenosis pulmonal bergantung pada seberapa besar penyumbatan aliran darah. Beberapa pasien dengan stenosis katup pulmonal yang ringan mungkin tidak mengalami gejala apa pun, yang berisiko menyebabkan missed diagnosis dan berujung pada perburukan penyakit atau komplikasi serius akibat kondisi yang tidak terdeteksi dini. 

 

Pasien dengan stenosis pulmonal yang lebih berat umumnya mengeluhkan gejala seperti sesak napas saat sedang beraktivitas, kelelahan, pingsan, nyeri dada, dan terdengar bunyi murmur melalui pemeriksaan fisik dengan stetoskop. Bayi dengan stenosis pulmonal mungkin memiliki kulit yang membiru akibat kadar oksigen yang rendah.

Sementara itu, pada penderita regurgitasi katup pulmonal dengan tingkat kebocoran ringan biasanya tidak mengalami gejala. Namun pada penderita regurgitasi katup pulmonal dengan tingkat kebocoran sedang-berat cenderung mengalami gejala berupa penurunan toleransi terhadap aktivitas (mudah merasa lelah), sesak napas, pusing, pingsan, palpitasi jantung, dan pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, atau perut.

 

4. Pengobatan

 

Pada stenosis pulmonal ringan tanpa gejala, pasien mungkin hanya memerlukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memonitor perkembangan penyakit. Sementara itu, pada kasus stenosis pulmonal yang cukup parah, dokter biasanya merekomendasikan prosedur balloon valvuloplasty

 

Pada prosedur ini, dokter akan melebarkan katup yang menyempit menggunakan kateter yang dilengkapi dengan balon di ujungnya. Kateter ini dimasukkan melalui pembuluh darah arteri (biasanya di pangkal paha) dan didorong masuk hingga ke jantung. Begitu sampai di dalam katup jantung, balon digelembungkan untuk membuka katup. 

 

Adapun beberapa pilihan pengobatan lain untuk stenosis pulmonal adalah operasi penggantian katup paru, biasanya dilakukan pada kasus-kasus di mana balloon valvuloplasty tidak dapat dilakukan.

 

Di sisi lain, pengobatan untuk regurgitasi pulmonal yang disebabkan oleh kondisi medis lainnya meliputi pengobatan untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya. Langkah ini dapat membantu menghentikan regurgitasi pulmonal atau setidaknya mengurangi tingkat kebocoran sehingga gejala bisa mereda. Pilihan pengobatan lainnya adalah:

 

  • Operasi penggantian katup jantung. Melalui prosedur ini, dokter dapat mengakses jantung pasien secara langsung dan mengganti katup pulmonal yang rusak. Katup pulmonal pengganti dapat berasal dari donor manusia atau biosintetik.

  • Transcatheter pulmonary valve replacement (TPVR). Prosedur ini memungkinkan dokter untuk mengganti katup menggunakan kateter.

  • Obat-obatan, seperti obat diuretik (untuk membuang kelebihan cairan dalam tubuh), obat untuk meningkatkan sirkulasi dengan merelaksasikan pembuluh darah (obat-obatan vasodilator), obat untuk mengendalikan atau mencegah aritmia (gangguan irama jantung), dan obat pengencer darah.

 

Itulah penjelasan mengenai perbedaan stenosis pulmonal dan regurgitasi pulmonal yang perlu Anda ketahui. Namun, penting untuk dipahami bahwa informasi dalam artikel ini hanya bersifat edukatif sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter secara langsung.

 

Apabila Anda atau kerabat Anda kerap mengalami sesak napas, palpitasi jantung, nyeri dada, pembengkakan di kaki atau pergelangan kaki, dan merasa mudah lelah, jangan ragu untuk segera mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat serta saran penanganan medis yang tepat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Jantung yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

Sumber

MSD Manual. Pulmonic Stenosis. Diakses pada 2024 | MSD Manual. Pulmonic Regurgitation. Diakses pada 2024 | StatPearls [Internet]. Pulmonary Stenosis. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Pulmonic Valve Regurgitation. Diakses pada 2024 | Houston Methodist. Pulmonary Valve Disease. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail