Pertolongan Pertama Patah Tulang dan Hal yang Harus Dihindari
Kesehatan Tubuh

Pertolongan Pertama Patah Tulang dan Hal yang Harus Dihindari

30 April 2026 4 menit waktu baca
pertolongan pertama patah tulang

Fraktur atau patah tulang adalah kondisi ketika tulang mengalami retak atau pecah menjadi dua atau beberapa bagian akibat kecelakaan, terjatuh, ataupun cedera olahraga. Dalam hal ini, penting untuk melakukan pertolongan pertama patah tulang yang tepat, seperti membatasi gerakan, menghentikan perdarahan, hingga menghubungi tenaga medis terdekat. Simak ciri-ciri patah tulang, cara melakukan pertolongan pertama pada patah tulang, dan hal yang harus dihindari di artikel berikut.

 

Apa Saja Ciri-Ciri Patah Tulang?

 

Agar penanganan awal yang diberikan tepat, penting untuk mengenali ciri-ciri patah tulang terlebih dahulu. Adapun beberapa tanda dan gejala umum dari fraktur adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri hebat pada area cedera yang terdampak.

  • Perdarahan pada lokasi cedera.

  • Area yang cedera tampak bengkak, kebiruan atau berubah bentuk.

  • Mati rasa.

  • Permukaan kulit robek dengan tulang menonjol (pada patah tulang terbuka).

  • Tidak mampu menggerakkan anggota tubuh atau bertumpu pada kaki.

 

Langkah-Langkah Pertolongan Pertama Patah Tulang

 

Apabila menemukan gejala seperti yang telah dijelaskan di atas, segera hubungi tim medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Sementara menunggu bantuan medis, lakukan pertolongan pertama patah tulang untuk menghindari perdarahan berlebih dan komplikasi lainnya.

 

Berikut adalah cara melakukan pertolongan pertama pada kondisi patah tulang:

 

1. Mengamati Kondisi Tubuh

 

Langkah awal dari pertolongan patah tulang yang perlu dilakukan adalah mengamati kondisi korban secara umum terlebih dahulu. Amati kondisi korban dengan memeriksa tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, suhu tubuh, dan keberadaan luka terbuka pada tubuhnya.

 

Jika korban patah tulang tidak responsif, tidak bernapas, tidak ada denyut nadi, atau tidak bergerak, segera lakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung-paru untuk membantu mengembalikan kemampuan bernapas dan sirkulasi darah pada tubuh korban.

 

2. Menghentikan Perdarahan

 

Apabila korban mengalami perdarahan, segera hentikan dengan menekan luka tersebut menggunakan perban, kain, atau pakaian yang bersih. Pastikan pula korban patah tulang dapat bernapas dengan baik. Baringkan korban dengan posisi kepala lebih rendah dari tubuh. Jika memungkinkan, angkat kaki korban sedikit lebih tinggi dari bagian tubuhnya.

 

3. Membatasi Gerakan dan Aktivitas Fisik

 

Penanganan patah tulang berikutnya adalah dengan membatasi gerakan dan aktivitas fisik. Pastikan bagian tubuh yang mengalami patah tulang tersebut tidak digerakkan secara berlebihan untuk meminimalkan rasa nyeri serta menghindari perburukan kondisi.

 

Jika memiliki kemampuan memasang bidai, pasanglah bidai tersebut pada area patah tulang untuk menghentikan pergerakan pada area sendi atau tulang yang cedera, menghindari kerusakan lebih lanjut, serta mengoptimalkan penyembuhan patah tulang. Adapun cara memasang bidai yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama patah tulang adalah sebagai berikut:

 

  • Lepaskan atau gunting pakaian korban pada bagian tubuh yang dicurigai mengalami patah tulang.

  • Letakkan bidai darurat, gunakan papan, kayu, ataupun tongkat yang bersih pada bagian tubuh yang terdapat patah tulang.

  • Jika tidak menemukan perban gulung, gunakan pakaian, tali, kertas koran, atau benda apapun yang dapat membantu membebat atau memfiksasi bidai tersebut.

 

4. Menangani Pembengkakan

 

Letakkan kompres dingin menggunakan es yang telah dibungkus dengan handuk untuk mengurangi pembengkakan pada area tubuh yang mengalami patah tulang. Selain itu, kompres dingin juga dapat membantu menghilangkan rasa nyeri akibat patah tulang.

 

5. Mendatangi Rumah Sakit Terdekat

 

Cara mengatasi patah tulang yang paling tepat adalah dengan segera memperoleh penanganan medis yang tepat dari dokter terkait. Maka dari itu, setelah melakukan pertolongan pertama patah tulang, segera kunjungi rumah sakit terdekat.

 

Nantinya, untuk memastikan tingkat keparahan patah tulang, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang terlebih dahulu, seperti menggunakan rontgen, CT scan, MRI, dan lain sebagainya. Setelah itu, pengobatan patah tulang dapat dilanjutkan sesuai dengan kondisi pasien.

 

Apa yang Harus Dihindari saat Terjadi Patah Tulang?

 

Saat menghadapi orang yang patah tulang, memperhatikan hal-hal yang perlu dihindari selama memberikan pertolongan pertama juga sangat penting. Kesalahan dalam penanganan awal dapat memperburuk kondisi cedera, sehingga memperlama proses penyembuhan. Berikut hal-hal yang tidak boleh dilakukan pada kondisi patah tulang:

 

  • Hindari memindahkan tubuh korban, terutama jika leher atau punggungnya terluka.

  • Bagi orang awam, hindari memijat bagian tubuh yang mengalami patah tulang untuk mengembalikan posisi tulang. Alih-alih mengembalikan posisi tulang, hal ini justru dapat memperparah patahan tulang, memperburuk pembengkakan, dan memicu perdarahan.

  • Hindari memasang perban atau bidai dengan terlalu kencang.

  • Hindari memberi kompres hangat pada area tulang yang patah saat memberikan pertolongan pertama. Hal ini dapat memperparah pembengkakan.

 

Perlu diingat bahwa informasi di atas ditujukan sebagai edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Sejumlah gejala yang disebutkan pada artikel ini pun tidak semerta-merta mewakili kondisi patah tulang karena gejala-gejala tersebut juga dapat mengindikasikan kondisi medis lainnya.

 

Apabila Anda atau orang terdekat mengalami gejala patah tulang, segera kunjungi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat serta penanganan yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis pasien.

 

Untuk memudahkan Anda memperoleh pendapat medis yang lengkap, Anda dapat menghubungi Siloam Medical Concierge. Melalui layanan ini, Anda dapat memperoleh informasi jadwal dokter spesialis serta akses ke fasilitas dan teknologi medis terkini dengan standar pelayanan yang diakui secara global tanpa perlu ke luar negeri. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia. 

 

Digital Booking Radiologi

Dokter Kami
dr-dwi-purnomo-setyo-budi-spot-k

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dwi Purnomo Setyo Budi, SpOT (K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Tangan, Lengan dan Bedah Mikro


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail