Patah Tulang Terbuka, Ini Risiko Komplikasi & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Patah Tulang Terbuka, Ini Risiko Komplikasi & Pengobatannya

28 Agustus 2025 5 menit waktu baca
Patah tulang terbuka

 

Patah tulang terbuka adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika tulang yang patah menembus kulit atau terdapat luka terbuka, sehingga jaringan dalam tubuh langsung terpapar lingkungan luar. Umumnya, patah tulang terbuka terjadi akibat benturan hebat, seperti kecelakaan lalu lintas atau jatuh dari ketinggian. Simak penjelasan selengkapnya mengenai patah tulang terbuka melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa Itu Patah Tulang Terbuka?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, patah tulang terbuka (open fracture) adalah jenis fraktur yang disertai luka terbuka pada kulit atau kulit di sekitarnya sudah tidak utuh lagi. Pada patah tulang terbuka, patahan tulang dapat menembus dan terlihat dari permukaan kulit. Kondisi ini biasanya terjadi karena trauma besar atau benturan keras, misalnya akibat kecelakaan mobil.

 

Penyebab Patah Tulang Terbuka

 

Penyebab utama patah tulang terbuka adalah trauma berat (severe trauma), yaitu cedera serius yang memberikan tekanan atau benturan sangat kuat pada tulang hingga patah dan menembus kulit. Cedera ini sering kali disebabkan oleh:

 

  • Kecelakaan mobil yang menyebabkan benturan keras.

  • Jatuh dari ketinggian.

  • Olahraga kontak fisik, seperti sepak bola.

 

Gejala Patah Tulang Terbuka

 

Gejala utama patah tulang terbuka adalah tulang yang patah tampak menembus kulit dan terlihat secara langsung dari luar. Alhasil, tulang yang seharusnya tersembunyi di bawah kulit menjadi terlihat karena adanya luka terbuka. Selain tulang yang tampak dari luar, gejala lain yang dapat menyertai patah tulang terbuka adalah sebagai berikut:

 

  • Rasa nyeri yang hebat dan tajam di area fraktur.

  • Timbul memar akibat pecahnya pembuluh darah di bawah kulit.

  • Terjadi pembengkakan di sekitar area tulang yang patah.

  • Timbul perdarahan akibat adanya robekan pada kulit atau adanyatulang yang menembus ke luar.

  • Kerusakan saraf yang menyebabkan mati rasa pada area patah tulang.

  • Kerusakan pembuluh darah yang dapat menyebabkan kematian jaringan sekitar.

 

Diagnosis Patah Tulang Terbuka

 

Dalam proses penegakan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada area yang terdampak, seperti adanya kelainan bentuk, pembengkakan, nyeri tekan, rentang gerak, kekuatan denyut pembuluh darah, kemampuan sensorik, dan lain-lain. 

 

Kemudian, untuk melihat bagaimana posisi dan bentuk patahan tulang, dokter akan melakukan pemeriksaan pencitraan berupa foto rontgen. Hasil rontgen juga bisa membantu dokter menentukan langkah pengobatan. Jika cedera terlihat lebih rumit atau adanya kecurigaan terhadap kerusakan jaringan lain, seperti otot, ligamen, atau pembuluh darah, dokter bisa menggunakan alat pencitraan lanjutan, seperti CT scan dan MRI.

 

Setelah menegakkan diagnosis, dokter biasanya menggunakan sistem klasifikasi Gustilo-Anderson agar bisa mengklasifikan jenis cedera dengan lebih tepat. Simak tabel klasifikasi Gustilo-Anderson selengkapnya berikut ini:

 

Tingkat Klasifikasi Gustilo-Anderson

Deskripsi

Tipe I

Luka kurang dari 1 cm, kontaminasi dan kerusakan jaringan lunak minimal.

Tipe II

Luka lebih dari 1 cm namun kurang dari 10 cm dan tanpa kerusakan jaringan yang signifikan.

Tipe IIIa

Luka biasanya lebih dari 10 cm namun masih tersedia cukup jaringan lunak untuk menutupi luka.

Tipe IIIb

Tidak tersedia cukup jaringan lunak sehingga memerlukan prosedur cangkok kulit.

Tipe IIIc

Disertai cedera pembuluh darah yang memerlukan perbaikan, terlepas dari tingkat kerusakan jaringan lunaknya.

 

Komplikasi Patah Tulang Terbuka

 

Patah tulang terbuka adalah kondisi darurat karena berisiko tinggi menimbulkan infeksi, kerusakan jaringan, hingga komplikasi penyembuhan. Patah tulang terbuka lebih rentan terinfeksi karena kulit terbuka dan tulang terekspos ke luar sehingga bisa terkontaminasi bakteri, kotoran, dan lain-lain. Infeksi dapat menyebabkan:

 

  • Proses penyembuhan lebih lama.

  • Tulang gagal menyatu (nonunion).

  • Membutuhkan operasi tambahan untuk membersihkan infeksi dan mendukung penyembuhan tulang. 

 

Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan komplikasi serius lain, seperti compartment syndrome. Sindrom ini dapat menyebabkan:

 

  • Kerusakan pada otot, saraf, dan jaringan di sekitar area yang patah tulang karena tekanan.

  • Kematian jaringan (nekrosis).

  • Kehilangan fungsi otot dan saraf secara permanen.

 

Pengobatan Patah Tulang Terbuka

 

Patah tulang terbuka perlu segera ditangani dengan operasi. Secara umum, tahap pengobatan patah tulang terbuka adalah sebagai berikut:

 

1. Operasi Pembersihan Luka

 

Tulang dan luka perlu dibersihkan melalui prosedur bedah (irigasi). Cedera dari kecelakaan besar sering kali menyebabkan kerusakan jaringan luas. Jadi, meski luka tampak kecil, sering kali diperlukan sayatan yang lebih besar dalam prosedur ini untuk membersihkan area yang tersembunyi.

 

2. Mengangkat Jaringan dan Benda Asing (Debridement)

 

Tahap selanjutnya, dokter akan mengangkat jaringan mati dan benda asing, seperti pasir, tanah, atau serpihan pakaian. Selain itu, jaringan yang tidak memiliki suplai darah cukup harus diangkat karena berisiko infeksi. Terkadang, dibutuhkan beberapa kali operasi untuk memastikan seluruh jaringan mati telah dibersihkan tanpa merusak jaringan sehat.

 

3. Menstabilkan Tulang (Bone Stabilization)

 

Setelah mengangkat jaringan mati dan benda asing, tulang harus distabilkan agar bisa menyatu dan mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut. Pada patah tulang terbuka, dokter biasanya memasang external fixator (alat penyangga di luar tubuh) karena proses pemasangannya cepat, tidak mengganggu luka, serta cocok untuk luka yang berisiko terkontaminasi. 

 

Setelah luka bersih dan infeksi terkendali, dokter dapat mengganti external fixator dengan fiksasi internal (seperti pen atau sekrup) untuk mempercepat penyatuan tulang.

 

4. Pemberian Antibiotik

 

Antibiotik perlu diberikan secepat mungkin untuk mencegah infeksi, bahkan sebelum luka dibersihkan. Jenis antibiotik yang diberikan dapat bervariasi, tergantung dari tingkat keparahan dan lingkungan cedera. Terapi antibiotik biasanya dilanjutkan hingga 72 jam atau dapat diberikan lebih lama jika terjadi infeksi serius.

 

Demikian penjelasan mengenai patah tulang terbuka yang perlu Anda ketahui. Perlu diingat bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis yang akurat secara medis. Oleh sebab itu, bila Anda ingin berkonsultasi mengenai pengobatan maupun perawatan pascapatah tulang terbuka, jangan ragu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.

Sumber

Sage Journals. Perioperative management of open fractures in the lower limb. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Compound Fracture. Diakses pada 2025 | Very Well Health. Treatment of an Open Fracture to Prevent Infection. Diakses pada 2025 | University Hospitals Sussex. Open Fractures. Diakses pada 2025 | HSS. Compound Fracture. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

Cari paket kesehatan

message

ArticleDetail