Terapi Hormon Kanker Payudara: Jenis-Jenis & Tujuannya
Kesehatan Tubuh

Terapi Hormon Kanker Payudara: Jenis-Jenis & Tujuannya

15 April 2026 5 menit waktu baca
terapi hormon kanker payudara

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada perempuan. Pada beberapa kasus, pertumbuhan sel kanker dipengaruhi oleh hormon alami tubuh, seperti estrogen dan progesteron.

 

Dalam kondisi ini, terapi hormon kanker payudara dapat menjadi pilihan pengobatan yang bekerja dengan menghambat hormon pemicu pertumbuhan sel kanker. Terapi ini umumnya digunakan pada jenis kanker payudara yang sensitif terhadap hormon dan bertujuan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Mari simak penjelasan lengkap terkait terapi ini melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Terapi Hormon Kanker Payudara?

 

Selain radioterapi dan kemoterapi, pengobatan kanker payudara yang dapat dilakukan adalah terapi hormon. Terapi hormon kanker payudara adalah metode pengobatan untuk kanker payudara yang sensitif terhadap hormon (hormone receptor–positive/HR+). Pada jenis kanker ini, sel kanker tumbuh dengan bantuan hormon alami tubuh, yaitu estrogen dan progesteron

 

Tumor kanker payudara dapat bersifat estrogen receptor–positive (ER+), progesterone receptor–positive (PR+), atau keduanya. Jenis ER+ adalah yang paling sering ditemukan, mencakup sekitar 80% dari seluruh kasus kanker payudara.

 

Terapi hormon bekerja dengan cara:

 

  • Menghalangi sel kanker agar tidak dapat menggunakan estrogen dan progesteron.

  • Menurunkan kadar estrogen dalam tubuh sehingga sel kanker kehilangan “bahan bakar” untuk tumbuh.

 

Dengan mekanisme tersebut, pertumbuhan kanker dapat diperlambat atau dihentikan, serta risiko kekambuhan dapat ditekan. Hal ini didukung oleh penelitian dari jurnal Medicina (2025) yang menyatakan efektivitas terapi hormon sebagai terapi tambahan (adjuvan) pada kanker payudara.

 

Penting dipahami bahwa terapi hormon untuk kanker payudara berbeda dengan terapi hormon menopause. Terapi hormon menopause bertujuan menambah hormon, sedangkan terapi hormon kanker payudara bertujuan menghambat atau menurunkan pengaruh hormon terhadap sel kanker. 

 

Tujuan Terapi Hormon Kanker Payudara

 

Terapi hormon kanker payudara diberikan untuk mengendalikan pertumbuhan sel kanker yang bergantung pada hormon, sekaligus menurunkan risiko penyakit berkembang atau kambuh. Tujuan utamanya meliputi:

 

  • Mengurangi risiko terjadinya kanker payudara pada orang dengan risiko tinggi, misalnya yang memiliki mutasi gen BRCA1 atau BRCA2.

  • Menurunkan kemungkinan berkembangnya kanker pada pasien dengan ductal carcinoma in situ (DCIS).

  • Mengecilkan ukuran tumor sebelum operasi agar tindakan bedah lebih optimal.

  • Mencegah kekambuhan setelah operasi serta menurunkan risiko kanker muncul di payudara lain.

  • Mengendalikan kanker payudara yang sudah menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis) agar pertumbuhan kanker melambat dan kualitas hidup pasien tetap terjaga.

 

Siapa yang Dianjurkan Menjalani Terapi Hormon Kanker Payudara?

 

Terapi hormon dianjurkan bagi pasien kanker payudara yang sel tumornya memiliki reseptor hormon estrogen atau progesteron. Pada kondisi ini, pertumbuhan kanker bergantung pada hormon tersebut sehingga terapi hormon menjadi bagian penting dari rencana pengobatan untuk menghambat perkembangan sel kanker.

 

Selain itu, terapi hormon juga dapat diberikan kepada pasien yang sudah menjalani pengobatan kanker payudara untuk mencegah kekambuhan dan menurunkan risiko munculnya kanker baru di payudara sebelahnya. Bahkan, pada orang yang belum menderita kanker, tetapi memiliki riwayat keluarga atau mutasi gen yang meningkatkan risiko, dokter dapat merekomendasikan terapi hormon sebagai langkah pencegahan.

 

Jenis Terapi Hormon Kanker Payudara

 

Secara umum, terapi hormon kanker payudara dapat dibagi ke dalam dua kelompok utama berdasarkan mekanisme kerjanya, yakni obat yang berfungsi menghambat reseptor estrogen dan obat yang menurunkan kadar estrogen dalam tubuh. Berikut penjelasannya.

 

Obat yang Menghambat Reseptor Estrogen

 

Obat-obatan ini bekerja dengan menghentikan peran estrogen dalam memicu pertumbuhan sel kanker payudara.

 

1. Selective Estrogen Receptor Modulators (SERM)

 

Selective estrogen receptor modulators (SERM) adalah obat yang bekerja dengan menghalangi estrogen menempel pada sel kanker payudara. Terapi ini dapat digunakan pada perempuan sebelum maupun sesudah menopause, baik sebagai bagian dari pengobatan maupun untuk menurunkan risiko kekambuhan. Contoh obat golongan ini adalah tamoxifen dan toremifene yang digunakan sesuai pertimbangan dokter. 

 

2. Selective Estrogen Receptor Degraders (SERD)

 

Selective estrogen receptor degraders (SERD) adalah obat terapi hormon yang bekerja dengan menonaktifkan reseptor estrogen pada sel kanker sehingga hormon tidak dapat memicu pertumbuhan kanker. SERD paling sering digunakan pada perempuan pascamenopause dan pada pasien kanker payudara stadium lanjut. Contoh SERD meliputi fulvestrant dan elacestrant. Penggunaan obat golongan SERD harus dengan pertimbangan dokter.

 

Obat yang Menurunkan Kadar Estrogen 

 

Penurunan kadar estrogen dapat membantu memperlambat perkembangan kanker atau mencegah kekambuhannya. Berikut adalah jenis obat-obatan yang membantu menurunkan kadar estrogen dalam tubuh:

 

1. Aromatase Inhibitors (AI)

 

Aromatase inhibitors (AI) adalah obat yang bekerja dengan menurunkan produksi estrogen dalam tubuh. Obat ini terutama digunakan pada perempuan pascamenopause, tetapi juga dapat diberikan pada perempuan pramenopause jika dikombinasikan dengan terapi penekanan fungsi ovarium. 

 

Obat golongan aromatase inhibitors adalah letrozole, anastrozole, dan exemestane.

 

2. Ovarian Suppression

 

Ovarian suppression atau penekanan ovarium adalah terapi untuk perempuan pramenopause dengan cara menghentikan atau menonaktifkan fungsi ovarium sebagai sumber utama estrogen. Penekanan fungsi ovarium dapat dilakukan melalui beberapa cara, yakni:

 

  • Oophorectomy, yakni operasi pengangkatan salah satu atau kedua ovarium. Operasi ini bersifat permanen dan juga dapat disebut sebagai ablasi ovarium. 

  • Terapi obat penekan ovarium, yaitu obat yang bekerja dengan menghentikan sinyal tubuh ke ovarium sehingga produksi estrogen menurun sementara. Contoh obat yang umum digunakan adalah goserelin dan leuprolide

 

Risiko Efek Samping Terapi Hormon Kanker Payudara

 

Risiko efek samping terapi hormon dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa keluhan yang paling sering muncul antara lain:

 

  • Kelelahan.

  • Sensasi panas mendadak.

  • Nyeri atau kaku pada sendi dan otot.

  • Menurunnya atau hilangnya minat seksual (libido).

  • Perubahan suasana hati.

  • Mual dan muntah.

  • Payudara terasa nyeri atau membengkak.

  • Vagina terasa kering.

  • Kenaikan berat badan.

 

Karena respons tiap pasien dapat berbeda, diskusi menyeluruh dengan dokter spesialis onkologi sangat diperlukan untuk menentukan terapi yang paling sesuai. Jika diperlukan, mendapatkan second opinion juga dapat membantu pasien merasa lebih yakin terhadap rencana pengobatan yang dijalani.

 

Demikian penjelasan mengenai terapi hormon kanker payudara sebagai salah satu pilihan pengobatan yang efektif pada kanker payudara dengan reseptor hormon positif. Penting untuk diingat bahwa informasi ini disajikan sebagai edukasi semata sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran langsung dari dokter.

 

Penanganan medis yang tepat dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, reputasi, rekam jejak, serta standar layanan internasional dapat menjadi pertimbangan penting dalam berkonsultasi, baik untuk pengobatan maupun mencari second opinion

 

Jika Anda sedang menentukan terapi yang tepat atau mengalami efek samping setelah terapi hormon, seperti mudah lelah, nyeri dan kaku pada sendi, hingga mual dan muntah, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Onkologi (Kanker) di Siloam Hospitals terdekat.

 

Tidak perlu jauh ke luar negeri, untuk memudahkan Anda memperoleh pendapat medis menyeluruh, Anda dapat menghubungi layanan Siloam Medical Concierge. Melalui layanan ini, Anda dapat memperoleh informasi jadwal dokter spesialis serta akses ke fasilitas dan teknologi medis terkini dengan standar pelayanan yang diakui secara global. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

second opinion penanganan komprehensif

Sumber

Medicina. Current Endocrine Therapy in Hormone-Receptor-Positive Breast Cancer: From Tumor Biology to the Rationale for Therapeutic Tunning. Diakses pada 2026 | Cleveland Clinic. Hormone Therapy for Breast Cancer. Diakses pada 2026 | WebMD. Hormone Therapy for Breast Cancer Treatment. Diakses pada 2026 | National Cancer Institute. Hormone Therapy for Breast Cancer. Diakses pada 2026 | American Cancer Society. Hormone Therapy for Breast Cancer. Diakses pada 2026 |

message

ArticleDetail