Apa itu Ileocolitis? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Ileocolitis? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

19 Mei 2025 4 menit waktu baca
ileocolitis adalah

Ileocolitis adalah salah satu jenis penyakit Crohn yang ditandai dengan peradangan pada bagian ujung usus halus (ileum) dan sebagian usus besar (kolon). Kondisi ini pada dasarnya bersifat kronis atau berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Mari kenali penyebab, gejala, dan pengobatan ileocolitis selengkapnya dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Ileocolitis?

 

Seperti yang telah dijelaskan, ileocolitis adalah gangguan pada usus yang ditandai dengan adanya peradangan pada bagian ujung usus halus dan sebagian usus besar. Kondisi ini merupakan jenis penyakit Crohn yang paling sering terjadi. Sebagai informasi, penyakit Crohn adalah salah satu kondisi medis yang masuk ke dalam kelompok inflammatory bowel disease (IBD).

 

Penyebab Ileocolitis

 

Pada dasarnya, belum diketahui apa penyebab terjadinya penyakit Crohn, termasuk ileocolitis. Namun, para ahli memercayai bahwa terdapat beberapa faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit ini. Beberapa faktor tersebut, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Reaksi autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan yang sehat. Dalam hal ini, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan usus yang sehat, sehingga dapat menimbulkan peradangan.

  • Memiliki keluarga dengan riwayat kondisi serupa.

  • Kebiasaan merokok.

  • Sedang menggunakan obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, pil KB, dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

  • Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan.

 

Gejala Ileocolitis

 

Ileocolitis dapat menimbulkan gejala yang bervariasi dari waktu ke waktu. Pada tahap awal, penderita kondisi ini mungkin tidak mengalami gejala tertentu karena bagian usus yang mengalami peradangan masih berukuran kecil. Namun, apabila peradangan pada usus semakin berat, beberapa gejala umum dari ileocolitis adalah sebagai berikut:

 

  • Diare.

  • Kram atau nyeri pada perut bagian tengah maupun bawah kanan. Pasien akan mendeskripsikan rasa nyeri sebagai kolik (hilang timbul) dan akan membaik setelah buang air besar.

  • Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.

  • Kelelahan.

 

Penderita kondisi ini mungkin akan selalu mengeluhkan gejala-gejala tersebut setiap harinya. Kemudian, di waktu lain, penderita ileocolitis bisa tidak menunjukkan gejala tertentu dalam jangka waktu yang lama (remisi). Masa remisi biasanya terjadi ketika penderita tidak mengalami kekambuhan (flare-up) yang diakibatkan oleh pola makan atau gaya hidup tidak sehat..

 

Diagnosis Ileocolitis

 

Langkah pertama yang dapat dilakukan dokter untuk menegakkan diagnosis ileocolitis adalah wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan, riwayat kesehatan, jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi, hingga pola makan dan gaya hidup pasien. 

 

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk mengevaluasi kondisi pasien secara keseluruhan, terutama pada bagian abdomen (perut). Kemudian, sejumlah prosedur pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis ileocolitis adalah:

 

 

Pengobatan Ileocolitis

 

Hingga kini, belum ada metode khusus yang dapat menyembuhkan ileocolitis sepenuhnya. Tujuan utama pengobatan ileocolitis adalah untuk mengurangi peradangan, meredakan gejala, mencegah kekambuhan, serta menghindari risiko terjadinya komplikasi.

 

Dalam hal ini, metode yang dilakukan untuk menangani ileocolitis cenderung beragam tergantung pada tingkat keparahan gejala dan penyebab yang mendasarinya. Namun, beberapa metode yang kerap digunakan untuk mengobati ileocolitis adalah:

 

  • Penggunaan obat-obatan tertentu untuk menangani peradangan. Beberapa jenis obat yang dapat digunakan, di antaranya:

    • Kortikosteroid.

    • 5-aminosalicylates.

    • Imunosupresan, seperti infliximab.

  • Perubahan pola makan untuk membantu mengelola gejala. Dokter akan menyarankan pasien untuk membuat catatan makanan yang dikonsumsi sehari-hari guna mengidentifikasi makanan yang perlu dihindari saat ileocolitis sedang kambuh. Secara umum, dokter dapat merekomendasikan pasien ileocolitis untuk memperhatikan beberapa hal berikut ini:

    • Menghindari konsumsi minuman berkarbonasi.

    • Membatasi konsumsi makanan tinggi serat, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, kulit sayuran, dan lain sebagainya.

    • Memperbanyak minum air putih.

    • Mengonsumsi makanan dengan porsi sedikit, namun sering.

    • Menghindari konsumsi makanan pedas.

    • Membatasi konsumsi susu dan produk olahannya, terutama jika pasien menderita intoleransi laktosa.

  • Mengistirahatkan usus. Selama mengistirahatkan usus, pasien hanya diperbolehkan untuk minum cairan tertentu atau tidak mengonsumsi makanan maupun minuman apa pun selama beberapa hari. Dalam hal ini, pasien dapat memperoleh asupan nutrisi melalui selang makanan atau infus.

  • Tindakan operasi, untuk mengangkat jaringan usus yang rusak guna membantu meringankan gejala dan mengurangi peradangan di sekitar saluran pencernaan. Namun, tindakan ini hanya disarankan jika pengobatan lainnya tidak berhasil mengelola gejala.

 

Komplikasi Ileocolitis

 

Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, ileocolitis dapat menimbulkan sejumlah komplikasi yang bisa mengganggu fungsi sistem pencernaan secara keseluruhan. Adapun beberapa risiko komplikasi ileocolitis yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut:

 

  • Fistula gastrointestinal, yaitu terbentuknya saluran abnormal pada saluran pencernaan.

  • Striktur (penyempitan saluran pencernaan karena penebalan dari jaringan parut dari luka inflamasi kronis) pada usus yang terdampak. Hal ini dapat menyebabkan obstruksi usus (parsial atau total) sehingga proses pencernaan makanan dan aliran feses terganggu. Apabila terdapat obstruksi atau sumbatan total pembedahan mungkin perlu dilakukan.

  • Malnutrisi.

  • Abses.

  • Bile acid malabsorption (BAM), yaitu kondisi ketika usus tidak dapat menyerap cairan asam empedu dengan baik. Hal ini dapat menimbulkan gejala berupa diare kronis.

  • Kanker usus besar.



Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi ileocolitis. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ileocolitis dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 


Lebih lanjut, Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Sistem Pencernaan Lengkap yang dapat digunakan untuk mendeteksi dini berbagai gangguan pencernaan. Paket ini dapat dipesan dengan mudah melalui aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi MySiloam, Anda pun bisa memantau hasil pemeriksaan secara online.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail