Kesehatan Tubuh
Mengenal Inverted Nipple, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Inverted nipple adalah kondisi ketika puting payudara terbalik mengarah ke dalam. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan hanya berupa variasi anatomi (bentuk tubuh) yang dimiliki oleh seseorang sejak lahir. Inverted nipple dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita.
Untuk mengenal apa itu inverted nipple selengkapnya, Anda dapat menyimak ulasan berikut ini sampai tuntas.
Apa itu Inverted Nipple?
Retracted nipple atau inverted nipple adalah kondisi ketika ujung puting payudara rata dengan areola (daerah kehitaman di sekeliling puting) dan jaringan payudara di sekitarnya, sehingga terlihat seperti terbalik atau mengarah ke dalam. Kondisi ini bisa terjadi sejak lahir atau baru didapat setelah dewasa. Sekitar 10–20% orang di seluruh dunia mengalami kondisi ini.
Secara umum, inverted nipple cenderung tidak berbahaya, namun bisa menyulitkan ibu yang sedang menyusui bayinya atau berpengaruh ke kondisi psikologis karena menurunkan kepercayaan diri. Pada beberapa kasus, inverted nipple juga bisa menjadi indikasi dari kondisi medis tertentu, seperti mastitis hingga kanker payudara.
Pada dasarnya, inverted nipple dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu tingkat 1, tingkat 2, dan tingkat 3. Berikut masing-masing penjelasannya.
-
Tingkat 1: Terdapat jaringan fibrosis (penebalan atau luka) yang sedikit atau tidak sama sekali. Puting masih bisa ditarik ke luar dengan mudah dan terkadang dapat menonjol dengan sendirinya jika terkena paparan suhu dingin atau rangsangan lain. Saluran ASI (duktus laktiferus) tidak bermasalah sehingga ibu masih bisa menyusui dengan biasa.
-
Tingkat 2: Puting bisa ditarik ke luar, namun akan kembali ke bentuk aslinya saat tekanan di lepas. Terdapat jaringan fibrosis derajat sedang dan kesulitan menyusui. Duktus laktiferus juga mengalami retraksi (tertarik).
-
Tingkat 3: Jenis inverted nipple yang paling parah. Kondisi ini membuat seseorang tidak bisa menarik putingnya ke luar. Bahkan, ibu sering mengalami ruam, luka pada puting, dan mastitis berulang. Terdapat banyak jaringan fibrosis dan defisiensi jaringan lunak. Duktus laktiferus sangat kecil dan terkonstruksi sehingga tidak memungkinkan untuk menyusui.
Penyebab Inverted Nipple
Inverted nipple sering kali terjadi akibat saluran susu yang tidak berkembang sepenuhnya atau karena bagian dasar puting payudara tetap kecil selama berada di dalam kandungan. Selain karena bawaan lahir, terdapat beberapa kondisi medis yang bisa menjadi penyebab puting masuk ke dalam, di antaranya sebagai berikut:
-
Penuaan: Ketika memasuki masa menopause, saluran susu biasanya akan memendek. Hal ini bisa menyebabkan puting masuk ke dalam.
-
Terdapat jaringan parut di area payudara: Kondisi ini bisa terjadi karena posisi menyusu bayi yang kurang tepat atau efek samping operasi di area payudara.
-
Mammary duct ectasia: Kondisi ketika saluran susu melebar dan tersumbat.
-
Mastitis: Infeksi atau peradangan pada kelenjar susu.
-
Abses areola: Terbentuknya kantung berisi nanah (pus) di sekitar areola.
-
Kanker payudara: Jika sebelumnya bentuk puting tidak tertarik ke arah dalam lalu tiba-tiba menjadi terbalik, hal tersebut bisa menjadi indikasi adanya kanker di area payudara.
-
Nekrosis jaringan lemak: Jaringan mati karena adanya trauma atau operasi sehingga kehilangan aliran darah ke puting.
-
Penurunan berat badan drastis dalam waktu cepat.
Gejala Inverted Nipple
Gejala utama inverted nipple adalah puting payudara tertarik ke arah dalam. Jika terjadi karena bawaan sejak lahir, kondisi ini biasanya tidak disertai gejala lain. Namun, inverted nipple yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu dapat menimbulkan beberapa gejala yang perlu diwaspadai, di antaranya:
-
Gatal, nyeri, dan kemerahan di area puting.
-
Timbul benjolan di area payudara.
-
Puting mengeluarkan cairan, nanah, atau darah.
-
Penebalan kulit di area puting.
-
Erosi atau luka pada puting.
Diagnosis Inverted Nipple
Untuk mengetahui penyebab yang mendasari inverted nipple, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Dokter akan menanyakan apakah ada keluarga dengan riwayat inverted nipple, riwayat pembedahan di payudara, keganasan, dan trauma.
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai kondisi puting payudara pasien secara keseluruhan. Kemudian, beberapa pemeriksaan penunjang yang mungkin dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis penyebab inverted nipple adalah:
Cara Mengatasi Inverted Nipple
Tata laksana inverted nipple bergantung pada derajat keparahannya. Tata laksana nonbedah atau konservatif dapat diterapkan dengan baik pada tingkat 1 dan sebagian tingkat 2. Tata laksana bedah dapat diterapkan pada tingkat 3 dan tingkat 2 yang persisten atau menetap.
Inverted nipple dapat diatasi segera setelah bayi lahir, yaitu dengan proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sebagai langkah awal dan harus terus dilakukan agar puting selalu tertarik. Selain itu ada dua cara yang dapat dilakukan:
-
Penarikan puting secara manual atau dengan tangan. Puting ditarik-tarik dengan lembut beberapa kali hingga menonjol.
-
Menggunakan spuit atau jarum suntik berukuran 10–20 mL bergantung pada besar puting. Ujung spuit yang terdapat jarum dipotong dan penarik spuit dipindahkan ke sisi bekas potongan. Ujung yang tumpul di letakkan di atas puting dan lakukan beberapa kali penarikan hingga puting keluar. Lakukan di pagi, siang, dan malam hari, masing-masing sebanyak 10 kali.
-
Memberikan ASI dengan cara memerah atau menggunakan pompa payudara.
Apabila disebabkan oleh kondisi medis tertentu, beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk menangani inverted nipple adalah sebagai berikut:
-
Pemberian obat antibiotik jika inverted nipple disebabkan oleh infeksi.
-
Tindakan pembedahan untuk mengeluarkan nanah jika inverted nipple disebabkan oleh abses.
-
Pengobatan kanker, seperti kemoterapi, radioterapi, serta prosedur operasi jika inverted nipple disebabkan oleh kanker payudara.
Pencegahan Inverted Nipple
Beberapa cara yang dapat dilakukan agar puting payudara tidak tenggelam adalah:
-
Menarik-narik puting sejak hamil (nipple conditioning exercises) ataupun menggunakan breast shield dan breast shell. Teknik ini dapat membantu ibu saat memasuki masa menyusui.
-
Anggota keluarga dapat memberikan dukungan dan membangkitkan rasa percaya diri ibu dengan melanjutkan untuk menyusui bayi.
-
Memastikan perlekatan mulut bayi dengan payudara ibu sudah sesuai.
-
Melakukan perawatan payudara secara rutin (termasuk puting payudara).
Jika terjadi sejak lahir, inverted nipple cenderung tidak bisa dicegah. Namun, Anda dapat meminimalkan risiko terjadinya inverted nipple akibat infeksi atau kanker dengan menerapkan pola hidup sehat sebaik mungkin. Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya inverted nipple adalah:
-
Tidak mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
-
Tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok.
-
Rutin berolahraga.
-
Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
Itu dia penjelasan lengkap mengenai inverted nipple yang penting untuk dipahami. Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami kondisi yang mengarah pada inverted nipple, jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter melalui layanan Telekonsultasi guna mendapatkan diagnosis yang tepat.
Melalui layanan Telekonsultasi, Anda dapat berkonsultasi dan mendapatkan saran perawatan dari dokter spesialis berpengalaman di mana saja dan kapan saja. Pasien pun bisa memperoleh obat-obatan yang diresepkan oleh dokter tanpa perlu keluar rumah. Namun, apabila diresepkan obat-obatan tertentu, pasien mungkin perlu mengambilnya secara langsung atau self pick up.
Selain itu, manfaatkan pula aplikasi MySiloam yang menyediakan fitur-fitur lengkap untuk memudahkan Anda dalam mengakses layanan kesehatan, seperti membuat janji temu dengan dokter, check in mandiri, serta antre secara online Siloam Hospitals terdekat. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!





