Kesehatan Tubuh
Kalazion - Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahannya

Table of Contents
Chalazion atau kalazion adalah salah satu gangguan mata yang ditandai dengan adanya benjolan pada kelopak mata. Kondisi ini biasanya berlangsung selama beberapa minggu atau dalam waktu yang lama (kronis). Lantas, apakah kalazion berbahaya? Mari ketahui jawaban selengkapnya melalui artikel di bawah ini.
Apa itu Kalazion?
Kalazion (chalazion) adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya benjolan di kelopak mata, yang terjadi karena tersumbatnya kelenjar minyak pada kelopak mata. Kondisi ini dapat terjadi dalam jangka waktu yang lama atau bersifat kronis.
Kalazion dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu kalazion profunda (dalam) dan kalazion superfisial. Kalazion profunda (dalam) disebabkan oleh penyumbatan kelenjar meibom, sedangkan kalazion superfisial disebabkan oleh penyumbatan kelenjar zeis.
Kondisi ini biasanya dapat sembuh dengan sendirinya, namun di satu sisi juga bisa menimbulkan komplikasi kronis jika tidak segera mendapatkan penanganan.
Penyebab Kalazion
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, penyebab utama kalazion adalah tersumbatnya kelenjar minyak di mata yang berfungsi menjaga kelembapan mata, sehingga menimbulkan peradangan. Itulah sebabnya, blefaritis atau peradangan pada kelopak mata menjadi salah satu kondisi yang sering memicu terjadinya kalazion.
Selain blefaritis, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kalazion adalah sebagai berikut:
-
Pernah mengalami kalazion sebelumnya.
-
Rosacea (penyakit kulit kemerahan dan berjerawat).
-
Memiliki kulit kering.
-
Konsentrasi lemak darah yang tinggi.
-
Radang pada lambung (gastritis).
-
Perubahan hormonal.
-
Infeksi virus.
-
Stres.
-
Trauma kelopak mata.
-
Tidak menjaga kebersihan kelopak mata.
-
Merokok.
Gejala Kalazion
Kalazion biasanya diawali dengan peradangan ringan yang menyerupai bintitan, yang terasa nyeri jika disentuh (hordeolum). Perbedaan kalazion dan hordeolum adalah tidak adanya tanda-tanda peradangan seperti nyeri pada benjolan. Adapun beberapa gejala dari kalazion adalah sebagai berikut:
-
Benjolan di kelopak mata yang terjadi selama beberapa minggu atau bulan.
-
Mata merah.
-
Mata berair akibat iritasi yang bersifat ringan.
-
Penglihatan kabur akibat ukuran kalazion yang membesar, sehingga menekan bola mata.
-
Kelopak mata membengkak seluruhnya.
-
Keterbatasan pergerakan bola mata.
Meski jarang terjadi, benjolan kalazion bisa terinfeksi. Bila terjadi infeksi, benjolan akan membesar, terlihat kemerahan, dan terasa perih atau nyeri bila disentuh.
Diagnosis Kalazion
Diagnosis kalazion bersifat klinis berdasarkan ciri khas yang muncul. Pertama-tama, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan gejala, seperti nyeri atau gangguan penglihatan, serta riwayat kesehatan pasien secara menyeluruh.
Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan mata eksternal dengan memeriksa kelopak mata, bulu mata, dan tekstur kulit mata. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh menggunakan kaca pembesar dan cahaya lampu untuk menyinari mata guna melihat pangkal bulu mata serta bukaan kelenjar minyak di bagian bawah kelopak mata.
Kondisi ini jarang memerlukan pemeriksaan laboratorium, kecuali jika terjadi secara berulang. Pada pemeriksaan laboratorium, dokter akan mengambil sampel jaringan dari benjolan di kelopak mata untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain, seperti kondisi keganasan pada kelenjar minyak.
Pengobatan Kalazion
Apakah kalazion berbahaya? Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan perawatan konservatif atau perawatan secara mandiri di rumah. Bahkan, kebanyakan kalazion dapat hilang dengan sendirinya dengan perawatan konservatif dalam 1–2 bulan.
Beberapa saran perawatan konservatif untuk mengatasi kalazion adalah sebagai berikut:
-
Mengompres bagian mata yang bengkak menggunakan kompres hangat selama 10–15 menit sebanyak 4–6 kali sehari.
-
Membersihkan kelopak mata secara berkala dengan air bersih atau dengan sampo atau sampo yang tidak menimbulkan iritasi seperti sabun bayi. Hal ini dapat dilakukan dengan mata tertutup.
-
Menggunakan pelindung mata, seperti kacamata saat keluar rumah untuk menghindari debu, hewan, atau kotoran masuk ke mata.
-
Hindari memecah maupun memencet benjolan di mata.
-
Hindari menggaruk atau mengucek mata.
-
Pastikan mencuci tangan sebelum menyentuh mata.
-
Menghindari penggunaan lensa kontak sementara waktu.
Apabila beberapa perawatan mandiri tersebut tidak memperbaiki gejala atau kondisi kalazion, segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata. Biasanya, dokter akan menangani kalazion dengan memberikan beberapa obat-obatan atau pembedahan, seperti:
-
Obat tetes mata atau salep mata yang mengandung kortikosteroid dan antibiotik.
-
Suntikan steroid untuk mengeluarkan isi cairan kalazion (dilakukan bila obat-obatan tidak memberikan efek apa pun).
-
Prosedur pembedahan (jika kondisi kalazion cukup parah).
Cara Mencegah Kalazion
Kunci utama dalam mencegah kalazion adalah menjaga kebersihan mata, misalnya dengan mencuci tangan sebelum menyentuh mata, merawat dan memakai lensa kontak secara tepat, serta menggunakan pelindung mata saat keluar rumah untuk menghindari paparan partikel asing di dalam mata. Selain itu, kalazion juga dapat dicegah dengan:
-
Menghindari mengucek atau menggaruk mata.
-
Mencuci wajah dengan rutin sebelum tidur untuk menghilangkan kotoran dan riasan.
-
Memastikan kebersihan riasan atau make up yang digunakan, misalnya mengganti maskara atau eyeshadow setiap 2–3 bulan sekali.
Kalazion adalah penyakit yang tidak berbahaya namun cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, terlebih jika terjadi secara berulang. Apabila kelopak mata terasa gatal, bengkak, dan disertai munculnya benjolan, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter Siloam Hospitals melalui layanan Telekonsultasi yang dapat Anda akses melalui aplikasi MySiloam.
Aplikasi MySiloam juga dilengkapi dengan berbagai layanan lain, seperti informasi jadwal praktik dokter, check in secara mandiri, dan untuk memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini







