Kolposkopi - Tujuan, Prosedur, dan Risiko Komplikasinya
Kesehatan Tubuh

Kolposkopi - Tujuan, Prosedur, dan Risiko Komplikasinya

28 Mei 2025 4 menit waktu baca
kolposkopi adalah

Colposcopy atau kolposkopi adalah prosedur pemeriksaan serviks, vagina, maupun vulva secara lebih dekat menggunakan instrumen khusus, sehingga area tersebut dapat terlihat lebih jelas. Prosedur ini biasanya direkomendasikan apabila hasil pemeriksaan pap smear menunjukkan abnormalitas. Mari pahami lebih lanjut mengenai kolposkopi, mulai dari tujuan, persiapan, prosedur, hingga risiko komplikasinya dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Kolposkopi?

 

Kolposkopi adalah prosedur pemeriksaan yang menggunakan spekulum untuk membuka vagina serta mikroskop khusus bernama kolposkop guna memeriksa kondisi serviks (leher rahim), dinding vagina, serta vulva secara keseluruhan. Prosedur ini juga kerap dilakukan bersamaan dengan biopsi (prosedur pengambilan sampel jaringan) jika dokter menemukan kelainan pada jaringan serviks, vagina, atau vulva.

 

Indikasi dan Tujuan Kolposkopi

 

Dokter umumnya merekomendasikan pasien untuk menjalani kolposkopi apabila hasil dari pemeriksaan panggul maupun pap smear menunjukkan adanya abnormalitas. Selain itu, prosedur ini juga disarankan bagi pasien yang didiagnosis positif terinfeksi human papillomavirus (HPV) atau mengalami perdarahan abnormal dari vagina.

 

Pada dasarnya, kolposkopi dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis beberapa kondisi berikut ini:

 

 

Persiapan Kolposkopi

 

Sebelum menjalani prosedur kolposkopi, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terlebih dahulu guna mengevaluasi kondisi kesehatan pasien. Dalam hal ini, pasien perlu menginformasikan kondisi kesehatannya secara keseluruhan, termasuk keluhan, kondisi medis yang diderita, jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi, serta apakah pasien sedang hamil atau tidak.

 

Apabila pasien sedang mengalami siklus menstruasi, dokter akan menyarankan untuk menunda prosedur kolposkopi terlebih dahulu. Pasien juga disarankan untuk tidak memasukkan obat atau benda apa pun ke dalam vagina, seperti tampon, douching, atau produk-produk vaginal lainnya, selama 1–2 hari sebelum menjalani kolposkopi.

 

Selain itu, pasien juga disarankan untuk tidak berhubungan seksual selama 1–2 hari sebelum kolposkopi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari iritasi pada area yang akan diperiksa dan memastikan hasil pemeriksaan lebih akurat.

 

Sebagian pasien mungkin merasa khawatir dan cemas sebelum menjalani prosedur kolposkopi. Untuk mengatasi perasaan tersebut, disarankan untuk mencoba teknik relaksasi, seperti mendengarkan musik yang menenangkan selama prosedur berlangsung.

 

Prosedur Kolposkopi

 

Pertama-tama, pasien akan diarahkan untuk berbaring telentang di atas meja khusus dengan kaki ditopang oleh alat penopang khusus (posisi litotomi). Kemudian, dokter akan menggunakan spekulum untuk membuka dan melebarkan vagina. Selanjutnya, kolposkop (mikroskop khusus yang dilengkapi lampu) akan ditempatkan di dekat vulva pasien untuk menerangi area vagina pasien.

 

Dokter akan mengamati dan memeriksa vagina, vulva, serta serviks pasien melalui lensa kolposkop. Dokter biasanya juga akan menyeka leher rahim dengan kapas yang telah dibasahi larutan khusus untuk membersihkan lendir. Cairan tersebut mungkin dapat menyebabkan pasien merasakan sensasi panas dan kesemutan.

 

Jika diperlukan, dokter juga dapat mengambil sampel jaringan dari serviks untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan diagnosis lebih lanjut. Prosedur kolposkopi ini biasanya berlangsung selama 10–20 menit.

 

Pascaprosedur Kolposkopi

 

Jika dokter tidak melakukan prosedur biopsi selama kolposkopi berlangsung, pasien biasanya dapat diperkenankan untuk pulang ke rumah dan melakukan aktivitas seperti biasa. Namun, jika biopsi dilakukan selama prosedur, pasien mungkin akan mengalami perdarahan ringan dari vagina. Dalam hal ini, pasien disarankan untuk:

 

  • Menggunakan pembalut untuk menyerap perdarahan ringan. Namun, hindari penggunaan tampon atau menstrual cup.

  • Menghindari melakukan douching (teknik membersihkan vagina dengan cara menyemprotkan cairan khusus/vaginal douche ke dalam saluran vagina).

  • Tidak berhubungan intim terlebih dahulu.

  • Tidak melakukan aktivitas berat yang dapat memicu perdarahan semakin parah.

 

Di samping itu, apabila hasil pemeriksaan kolposkopi menunjukkan abnormalitas, dokter dapat menindaklanjutinya melalui beberapa tindakan medis berikut ini:

 

  • Loop electrosurgical excision procedure (LEEP), yaitu prosedur medis yang menggunakan kawat khusus berbentuk lingkaran dan bertenaga listrik untuk menghancurkan sel-sel abnormal pada serviks.

  • Cone biopsy, untuk mengambil sampel jaringan yang berisi sel-sel abnormal dari area leher rahim.

  • Operasi laser, yaitu prosedur yang menggunakan teknologi sinar laser untuk menghancurkan sel-sel abnormal.

 

Pada kasus yang lebih serius, dokter mungkin perlu melakukan tindakan pembedahan histerektomi untuk mengangkat rahim pasien.

 

Risiko Komplikasi Kolposkopi

 

Secara umum, kolposkopi adalah prosedur yang tergolong aman dilakukan. Namun, pada kasus yang jarang terjadi, risiko komplikasi bisa terjadi karena prosedur biopsi atau pengambilan sampel jaringan. Beberapa risiko komplikasi tersebut, di antaranya:

 

  • Perdarahan.

  • Infeksi.

  • Nyeri panggul.

 

Perlu diketahui bahwa prosedur kolposkopi akan dilakukan berdasarkan pertimbangan dokter serta tim medis terkait mengenai kondisi kesehatan pasien. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani prosedur pemeriksaan ini.

 

Oleh karenanya, jika Anda mengalami gejala-gejala tidak biasa terkait dengan kondisi organ intim wanita, seperti perdarahan abnormal dari vagina atau nyeri saat berhubungan intim, disarankan untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan terkait dengan kondisi pasien mungkin akan berbeda di setiap rumah sakit. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tindakan medis yang dilakukan sesuai dengan kondisi tubuh pasien.

 

Lebih lanjut, jika hasil pemeriksaan kolposkopi menunjukkan abnormalitas yang dicurigai sebagai tanda kanker serviks, jangan ragu untuk mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi guna mendapatkan perawatan kanker secara komprehensif.

 

MRCCC Siloam Hospitals Semanggi sendiri merupakan pusat unggulan kanker dari Siloam Hospitals Group yang dilengkapi dengan fasilitas kesehatan dan tim dokter multidisiplin berpengalaman untuk deteksi dini kanker, onkologi bedah, radioterapi, kemoterapi, serta pengobatan kanker atau tumor lainnya.

 

Sumber

Mayo Clinic. Colposcopy. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Colposcopy. Diakses pada 2024 | NHS. What is Colposcopy. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail