Korioretinitis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Korioretinitis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

07 Oktober 2025 4 menit waktu baca
korioretinitis adalah

Korioretinitis adalah peradangan mata yang terjadi pada bagian retina dan koroid. Apabila peradangannya cukup parah, kondisi ini dapat berkembang menjadi korioretinopati yang dapat menyebabkan kerusakan serius dan membahayakan kesehatan mata.

 

Maka dari itu, gejala korioretinitis perlu disadari sedari awal agar bisa dilakukan penanganan sesegera mungkin. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan bagaimana cara mengatasi korioretinitis, mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Korioretinitis?

 

Korioretinitis adalah salah satu jenis peradangan mata (uveitis) yang memengaruhi bagian belakang mata (posterior) seperti koroid dan retina. Kondisi ini bisa terjadi sejak lahir atau berkembang di kemudian hari.

 

Sebagai informasi, koroid adalah selaput tipis yang berada di antara retina dan sklera. Lapisan jaringan tipis ini hampir seluruhnya terdiri dari pembuluh darah, yang berfungsi memberikan nutrisi dan menyuplai darah ke retina. 

 

Karenanya, jika koroid mengalami peradangan, suplai darah ke retina pun menjadi terganggu. Kondisi ini dapat menyebabkan penderita kehilangan lapang pandang pada area yang terdampak.

 

Penyebab Korioretinitis

 

Penyebab korioretinitis bisa berbeda-beda pada setiap orang. Kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor infeksi maupun non-infeksi. Adapun beberapa penyakit infeksi yang dapat menyebabkan korioretinitis adalah sebagai berikut:

 

  • Infeksi virus, seperti Infeksi Cytomegalovirus (CMV), HIV, rubella, dan West Nile.

  • Infeksi bakteri, seperti bartonella, tuberkulosis, penyakit Lyme, dan sifilis.

  • Infeksi jamur, seperti infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida.

  • Infeksi parasit, seperti toksoplasmosis atau penyakit akibat parasit Toxoplasma yang biasanya menular dari kotoran kucing. Penyakit ini merupakan penyebab korioretinitis yang paling umum.

 

Sementara itu, korioretinitis yang sifatnya non-infeksi dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti:

 

 

Gejala Korioretinitis

 

Korioretinitis umumnya tidak menimbulkan gejala sebanyak peradangan mata yang terjadi di bagian iris atau depan mata. Bahkan, kondisi ini sering kali tidak menimbulkan nyeri sama sekali. Gejala umum korioretinitis adalah mata buram dan eye floaters (muncul bintik hitam atau abu-abu yang melayang-layang di lapang penglihatan). Namun, kedua kondisi tersebut tidak selalu diakibatkan oleh korioretinitis.

 

Korioretinitis umumnya tidak menimbulkan nyeri karena sering kali hanya memengaruhi mata bagian belakang (posterior). Namun, jika peradangan juga terjadi pada bagian depan (anterior) mata, maka dapat menimbulkan rasa nyeri disertai dengan gejala berikut:

 

  • Mata merah.

  • Sensitif terhadap cahaya.

  • Mata berair.

  • Sulit membedakan warna.

 

Diagnosis Korioretinitis

 

Untuk menegakkan diagnosis korioretinitis, dokter biasanya akan melakukan dilated eye exam. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memberikan obat tetes mata yang berguna untuk melebarkan mata, sehingga dokter bisa melihat bagian belakang mata. Terkadang, melalui pemeriksaan ini, dokter juga bisa menemukan luka, jaringan, atau bercak warna di bagian belakang mata.

 

  • Tes laboratorium pada bahan yang diseka dari mata. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi adanya infeksi.

  • Optical coherence tomography. Tes pencitraan dengan menggunakan cahaya yang dipantulkan untuk mengambil gambar bagian belakang mata.

  • Fluorescein angiography. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk melihat pembuluh darah di bagian belakang mata.

  • ICG (indocyanine green) angiography. Tes ini dilakukan untuk melihat kondisi pembuluh darah di bagian koroid.

 

Pengobatan Korioretinitis

 

Dokter spesialis mata biasanya memberikan resep obat steroid untuk mengurangi peradangan pada korioretinitis. Namun, jenis obat ini tidak dapat digunakan dalam jangka panjang. Jadi, dokter akan memberikan penanganan alternatif berupa obat yang minim kandungan steroid untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

 

Apabila korioretinitis disebabkan oleh infeksi, dokter juga bisa memberikan obat anti infeksi, yang meliputi:

 

  • Antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri.

  • Antijamur untuk mengatasi infeksi jamur.

  • Antiviral untuk mengatasi infeksi virus.

  • Antiparasit untuk mengatasi infeksi parasit.

 

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, dokter dapat merekomendasikan prosedur vitrektomi atau pembedahan untuk menghilangkan cairan dan kotoran dari mata.

 

Pencegahan Korioretinitis

 

Korioretinitis adalah kondisi yang dapat dicegah dengan cara menghindari sejumlah faktor risikonya, salah satunya menghindari aktivitas yang berisiko menyebabkan infeksi. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

  • Mencuci tangan dengan bersih, menghindari orang yang sedang sakit, dan melakukan hubungan seksual yang aman untuk menghindari infeksi.

  • Menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi dan berolahraga secara rutin.

  • Rutin melakukan pengobatan jika menderita penyakit tertentu, seperti misalnya penyakit autoimun.

  • Melakukan pemeriksaan mata secara rutin, terutama yang berisiko mengalami penyakit mata.

  • Segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami rasa tidak nyaman pada mata.

 

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami beberapa keluhan yang mengarah ke kondisi tersebut. Kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan secara tepat.

 

Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.

 

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-anastasia-vanny-launardo-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anastasia Vanny Launardo, M.Kes, SpM

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-boyke-kuhurima-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Boyke Kuhurima, SpM (K)

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-nursyamsi-spm-m-kes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Nursyamsi, SpM, M.Kes

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail