Laminoplasty - Tujuan, Prosedur, dan Efek Sampingnya
Kesehatan Tubuh

Laminoplasty - Tujuan, Prosedur, dan Efek Sampingnya

22 April 2025 4 menit waktu baca
laminoplasty adalah

 

Laminoplasty adalah prosedur yang biasanya digunakan untuk mengatasi mielopati atau stenosis tulang belakang. Prosedur ini diketahui dapat membantu mengurangi nyeri pada tulang belakang. Laminoplasty paling umum dilakukan pada tulang belakang leher. Mari pahami lebih lanjut tentang prosedur laminoplasty melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Laminoplasty?

 

Laminoplasty adalah operasi untuk mengurangi tekanan pada saraf dan sumsum tulang belakang. Prosedur ini dilakukan dengan cara membuka atau melebarkan kanal tulang belakang (rongga di dalam tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang) melalui lamina. Lamina sendiri merupakan tulang di bagian belakang vertebra di tulang belakang.

 

Laminoplasty dapat memberikan dukungan, stabilisasi pada tulang belakang, dan mencegah komplikasi neurologis, seperti kelumpuhan. Prosedur ini menambah ruang di dalam kanal tulang belakang dengan membuat engsel pada lamina. Operasi ini paling umum dilakukan pada tulang belakang leher dalam prosedur yang disebut laminoplasty leher.

 

Kondisi yang Membutuhkan Laminoplasty

 

Laminoplasty adalah prosedur yang direkomendasikan bagi pasien yang memiliki kanal tulang belakang sempit atau ketika saraf dan sumsum tulang belakang tidak bisa menetap dengan nyaman di tulang belakang. Gejala yang muncul seperti:

 

  • Nyeri dan mati rasa di leher serta punggung.

  • Kelemahan pada lengan dan kaki.

  • Merasa kehilangan keseimbangan atau tidak stabil saat berjalan.

  • Masalah dalam kontrol buang air besar dan buang air kecil.

 

Laminoplasty umumnya dilakukan jika pasien memiliki kondisi cervical spondylotic myelopathy atau spinal stenosis. Mielopati servikal mengacu pada kompresi sumsum tulang belakang servikal (leher) yang bisa disebabkan oleh perubahan degeneratif, penyempitan kanal tulang belakang sejak lahir (kongenital),dan lain-lain.

 

Dokter bedah mungkin juga merekomendasikan prosedur ini setelah laminektomi jika pasien berisiko tinggi mengalami failed back surgery syndrome (FBSS), yaitu suatu kondisi yang dapat menyebabkan nyeri kronis pada punggung, leher, atau kaki setelah operasi tulang belakang.

 

Namun, tindakan laminoplasty tidak dianjurkan dalam beberapa kondisi. Beberapa contoh kontraindikasi relatif dari tindakan laminoplasty adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri leher: Pasien dengan nyeri leher yang signifikan sebelum operasi atau nyeri leher aksial sebagai keluhan klinis utama tidak disarankan untuk menjalani tindakan ini.

  • Deformitas kyphotic: Laminoplasty dapat memperburuk kifosis dan tidak mengatasi kompresi di tulang belakang bagian depan. Kifosis adalah kelainan tulang belakang yang membuat postur tubuh terlihat membungkuk ke belakang secara tidak normal.

  • Fibrosis epidural: Kondisi ketika jaringan parut yang berlebihan terbentuk di sekitar akar saraf, tepatnya di ruang epidural yang berada di sekitar sumsum tulang belakang. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi atau operasi tulang belakang sebelumnya.

  • Artritis inflamasi: Beberapa peradangan sendi seperti ankylosing spondylitis (AS) dan rheumatoid arthritis (RA) dapat menjadi kontraindikasi relatif dari laminoplasty.

 

Prosedur Laminoplasty

 

Sumber: Mayo Clinic

 

Untuk memastikan apakah pasien bisa menjalani laminoplasty, dokter akan melakukan peninjauan tentang riwayat kesehatan pasien. Pasien juga perlu memberitahu dokter bedah mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Kemudian, pasien diminta untuk menjalani tes pencitraan (X-ray, MRI, dan myelogram) untuk melihat tulang belakang dan merencanakan operasi. 

 

Pada hari operasi, dokter anestesi akan memberikan anestesi umum agar pasien tertidur selama prosedur berlangsung sehingga tidak akan merasakan nyeri. Kemudian, dokter bedah akan:

 

  1. Membuat sayatan pada kulit di atas lamina yang terkena di bagian belakang leher, lalu memindahkan jaringan kulit, otot, dan ligamen dari tulang belakang.

  2. Memotong tulang lamina untuk membukanya. Dokter bedah akan membuat engsel atau celah di satu sisi lamina, bukan mengangkat tulang sepenuhnya.

  3. Menempatkan cangkok tulang atau pelat dan sekrup logam untuk mengamankan bukaan baru. Pelat ini tidak untuk menyatukan tulang, melainkan setiap tingkat vertebra mendapatkan pelatnya sendiri untuk mempertahankan mobilitasnya.

  4. Mengembalikan otot, ligamen, dan kulit ke tempatnya, lalu menutup sayatan.

 

Dokter bedah juga dapat melakukan foraminotomy setelah laminoplasty. Foraminotomy bertujuan untuk mendekompresi akar saraf sehingga dapat menghilangkan nyeri. Selain itu, dokter bedah dapat memasang drainase di lokasi sayatan untuk mengatur perdarahan, lalu melepasnya setelah 24 jam.

 

Setelah operasi, pasien akan menjalani rawat inap di rumah sakit hingga obat bius hilang dan sudah diizinkan pulang oleh tim medis. Setelah diperbolehkan pulang, pasien dianjurkan untuk mengunjungi dokter bedah beberapa minggu setelah operasi sehingga dokter dapat meninjau proses pemulihan. Dokter juga bisa merekomendasikan terapi fisik (fisioterapi) untuk mengoptimalkan pemulihan.

 

Risiko Efek Samping Laminoplasty

 

Setiap prosedur medis, khususnya yang melibatkan pembedahan, memiliki efek samping yang perlu diantisipasi. Adapun beberapa risiko efek samping laminoplasty adalah sebagai berikut:

 

  • Perdarahan.

  • Infeksi pada lokasi pembedahan.

  • Nyeri atau mati rasa.

  • Kerusakan saraf.

  • Kurangnya regulasi kandung kemih atau usus.

  • Cedera sumsum tulang belakang.

  • Komplikasi jangka panjang, seperti masalah kesejajaran tulang belakang, kifosis, stenosis berulang, dan lordosis. Namun, komplikasi ini sangat jarang terjadi.

 

Proses Pemulihan Pascaprosedur Laminoplasty

 

Pemulihan total setelah laminoplasty dapat memakan waktu 6–12 minggu. Pasien umumnya tetap bisa melakukan aktivitas ringan (seperti berjalan) segera setelah merasa nyaman, biasanya beberapa hari setelah operasi. Namun, pasien mungkin perlu waktu hingga enam minggu agar bisa kembali melakukan aktivitas berat (seperti berlari atau mengangkat beban).

 

Perlu diketahui bahwa pemeriksaan ini hanya direkomendasikan oleh dokter ketika diagnosis telah ditegakkan. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai laminoplasty, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Bedah Saraf di Siloam Hospitals Medan atau di Siloam Hospitals terdekat di kota Anda.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Mayo Clinic. Laminoplasty. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Laminoplasty. Diakses pada 2024 | Seminars in Spine Surgery. Laminoplasty: Indication, techniques, and complications. Diakses pada 2024 | National Center for Biotechnology Information (NCBI). Article on Ileostomy. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-donny-argie-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Donny Argie, SpBS, NVas, FINPS, FICS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ivanmorl-ruspanah-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivanmorl Ruspanah, SpBS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Ambon

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-bagus-sasongko-spbs

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Bagus Sasongko, SpBS, M.Kes, FN-TB, FINSS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail