Apa itu Mielopati? Ini Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Mielopati? Ini Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

30 Oktober 2025 4 menit waktu baca
mielopati adalah

Myelopathy atau mielopati adalah suatu sindrom atau sekumpulan gejala yang muncul akibat adanya tekanan berlebih pada sumsum tulang belakang. Kondisi ini dapat dipicu oleh cedera tulang belakang akibat kecelakaan ataupun kondisi medis tertentu, seperti spondylosis, tumor tulang belakang, dan lain sebagainya.

 

Mari ketahui penyebab, gejala, komplikasi, serta penanganan mielopati selengkapnya melalui pembahasan berikut.

 

Apa itu Mielopati?

 

Myelopathy atau mielopati adalah sekumpulan gejala yang terjadi karena terdapat penekanan atau kompresi berlebih pada sumsum tulang belakang atau medula spinalis. Sumsum tulang belakang adalah sekumpulan saraf yang menghubungkan dan membawa pesan atau sinyal antara anggota tubuh dengan otak.

 

Berdasarkan bagian sumsum tulang belakang yang terdampak, mielopati dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Mielopati torakal: Jenis mielopati yang terjadi pada bagian tengah dari tulang belakang (area punggung bagian tengah dan atas).
  • Mielopati servikal: Mielopati yang terjadi akibat adanya tekanan berlebih pada tulang belakang servikal (di sekitar leher).
  • Mielopati lumbal: Mielopati yang terjadi pada tulang belakang bawah (lumbal) atau di sekitar bagian bawah punggung.

 

Selain itu, berdasarkan penyebabnya, mielopati juga dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Post-traumatic compressive myelopathy: Mielopati yang dapat terjadi akibat cedera atau trauma serius. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kecelakaan, terjatuh dari ketinggian, kekerasan fisik, atau cedera saat berolahraga. Mielopati tipe ini dapat menyebabkan pembengkakan atau perdarahan internal.
  • Abscess-related compressive myelopathy: Jenis mielopati yang disebabkan oleh pembentukan abses akibat infeksi ataupun penggunaan peralatan medis yang tidak steril. Apabila abses menekan sumsum tulang belakang, maka kondisi ini berisiko menyebabkan kelumpuhan pada kaki hingga gangguan kandung kemih dan pencernaan.
  • Myelopathy of vascular origin: Mielopati yang disebabkan oleh gangguan suplai darah pada sumsum tulang belakang.

 

Penyebab Mielopati

 

Penyebab utama mielopati adalah  kondisi apapun yang dapat menyebabkan terjadinya penekanan atau kompresi berlebih pada sumsum tulang belakang. Sering kali, mielopati terjadi karena faktor penuaan yang berkembang seiring waktu. Di samping itu, sejumlah kondisi lainnya yang kerap menyebabkan penekanan pada sumsum tulang belakang dan memicu terjadinya mielopati adalah sebagai berikut:

 

Gejala Mielopati

 

Mielopati adalah sekumpulan gejala yang terjadi ketika terdapat penekanan berlebih pada sumsum tulang belakang. Sejumlah gejala tersebut di antaranya:

  • Nyeri pada leher, lengan, kaki atau punggung bagian bawah.
  • Sensasi kesemutan atau mati rasa pada lengan, tangan, atau kaki.
  • Gangguan motorik halus, seperti kesulitan saat mengancingkan baju atau menulis.
  • Gangguan keseimbangan tubuh.
  • Gangguan pada usus dan kandung kemih.
  • Inkontinensia urine atau inkontinensia tinja.
  • Disfungsi seksual.
  • Peningkatan refleks abnormal pada lengan atau kaki.
  • Otot mengalami kejang atau kontraksi, melemah, dan kaku.

 

Komplikasi Mielopati

 

Mielopati adalah kondisi progresif yang dapat memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Karenanya, dibutuhkan penanganan yang tepat dan segera untuk menghindari risiko kerusakan saraf secara permanen. Dalam jangka panjang, mielopati diketahui mampu memengaruhi keseimbangan dan pergerakan tubuh sehingga dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.

 

Diagnosis Mielopati

 

Langkah awal yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis mielopati adalah pemeriksaan fisik serta anamnesis atau wawancara medis dengan pasien guna mengetahui keluhan dan riwayat penyakit yang diderita. Selain itu, untuk mengonfirmasi penyebab yang mendasari mielopati, dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Prosedur pencitraan, seperti rontgen, MRI, dan CT scan.
  • Elektromiografi untuk mendeteksi aktivitas listrik pada otot dan saraf yang mengendalikannya.
  • Myelogram, yaitu prosedur pemeriksaan yang menggunakan zat kontras dan sinar-X untuk mendapatkan gambar yang jelas dari tulang belakang dan struktur lain di sekitarnya.

  

Penanganan Mielopati

 

Pengobatan mielopati dapat disesuaikan dengan bagian tulang belakang yang terdampak serta penyebab yang mendasarinya. Namun, sejumlah tindakan medis yang umum dilakukan untuk menangani mielopati adalah:

 

1. Penggunaan Obat-obatan

 

Untuk membantu meredakan rasa nyeri, dokter dapat memberikan obat analgesik, seperti Non Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) dan acetaminophen. Selain itu, dokter juga dapat memberikan injeksi steroid untuk menangani pembengkakan pada sumsum tulang belakang.

 

2. Fisioterapi

 

Fisioterapi merupakan terapi rehabilitasi yang bertujuan untuk mengembalikan dan meningkatkan kemampuan fisik tubuh setelah mengalami trauma atau cedera. Melalui tindakan ini, ahli fisioterapi juga dapat merekomendasikan pasien mielopati untuk melakukan latihan dan aktivitas fisik tertentu sebagai upaya mengoptimalkan kemampuan fisik tubuh.

 

3. Tindakan Operasi

 

Untuk kasus mielopati derajat sedang hingga parah, di mana tindakan medis non bedah tidak membantu, dokter dapat menindaklanjutinya melalui prosedur operasi. Tindakan ini bertujuan untuk menghilangkan penekanan atau kompresi pada sumsum tulang belakang atau mengangkat tumor yang terdapat pada tulang belakang. Adapun beberapa tindakan operasi yang dapat dilakukan untuk mengobati mielopati adalah:

  • Laminektomi.
  • Laminoplasty.
  • Spinal fusion.

 

Cara Mencegah Mielopati

 

Pada dasarnya, mielopati tidak dapat dicegah sepenuhnya mengingat kondisi tersebut juga bisa dipicu oleh faktor usia. Namun, untuk mengurangi risiko terjadinya mielopati, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Berhenti merokok untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit neurodegeneratif.
  • Rutin berolahraga untuk melatih kekuatan dan fleksibilitas otot, terutama otot pada punggung dan perut.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Selalu berhati-hati jika sedang mengangkat atau mendorong beban berat dan lakukan secara perlahan. Jika perlu, minta bantuan orang lain saat hendak mengangkat atau mendorong beban apabila dirasa terlalu berat dan tidak bisa dilakukan sendiri.

 

Melalui ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa mielopati adalah kondisi yang perlu ditangani dengan tepat untuk menghindari risiko berbagai komplikasi yang dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Oleh karena itu, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat apabila Anda atau kerabat terdekat mengeluhkan sejumlah gejala seperti ulasan di atas.


Praktis, Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan informasi jadwal, booking, dan buat janji temu dengan dokter terkait. Atau, untuk memudahkan Anda dalam mengakses semua layanan kesehatan Siloam Hospitals, Anda dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Radiology Digital Booking

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail