Mengenal Apa itu Latah, Penyakit atau Sebuah Kebiasaan?
Kesehatan Mental

Mengenal Apa itu Latah, Penyakit atau Sebuah Kebiasaan?

29 Oktober 2025 4 menit waktu baca
latah adalah

Jumping frenchmen of maine atau latah adalah perilaku yang ditandai dengan reaksi spontan saat sedang terkejut, seperti meniru kata-kata yang diucapkan orang lain atau melakukan gerakan tertentu. Dalam dunia medis, latah adalah kondisi yang termasuk sindrom neuropsikiatrik, yaitu gangguan emosi, perilaku, dan kejiwaan yang disebabkan oleh gangguan saraf.

 

Simak pembahasan lebih lanjut mengenai jenis latah, penyebab, dan cara mengatasinya melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Latah?

 

Jumping frenchmen of maine atau latah adalah reaksi spontan dan berlebihan yang terjadi ketika seseorang dikejutkan oleh hal tertentu, seperti mendengar suara keras atau mendapatkan sentuhan tak terduga. Reaksi terkejut tersebut dapat berupa mengulang kata-kata yang diucapkan orang lain, mengucapkan kata-kata kasar atau vulgar, ataupun melakukan suatu gerakan.

 

Kondisi ini tergolong normal apabila terjadi pada anak-anak berusia di bawah 3 tahun karena dianggap menjadi bagian dari proses belajar berbicara. Namun, jika latah berlanjut hingga anak berusia lebih dari 3 tahun, hal tersebut perlu segera mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Meski menimbulkan gejala yang mirip, latah adalah kondisi yang berbeda dengan sindrom Tourette. Pada dasarnya, sindrom Tourette ditandai oleh ucapan atau gerakan berulang (tic) yang terjadi secara tiba-tiba tanpa terkendali dan tanpa dipicu oleh hal tertentu. Sementara itu, latah biasanya terjadi ketika terdapat hal-hal yang membuat penderitanya terkejut.

 

Penyebab Latah

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab dari latah. Namun, sejumlah kondisi yang diduga dapat memicu seseorang mengalami latah adalah sebagai berikut:

  • Anak-anak yang baru belajar berbicara. Namun, latah akibat kondisi ini tergolong normal dan dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan meningkatnya kemampuan anak dalam berbahasa.
  • Budaya. Masyarakat Melayu, seperti masyarakat Indonesia dan Malaysia, diduga lebih berisiko mengalami latah karena faktor budaya.
  • Kondisi psikologis. Seseorang yang merasa dikucilkan oleh masyarakat cenderung mengembangkan mekanisme pertahanan dengan latah sebagai upaya untuk menarik perhatian.
  • Autisme.
  • Sindrom Asperger.
  • Afasia.
  • Penyakit Parkinson.
  • Demensia.
  • Cedera kepala.
  • Epilepsi.
  • Stroke.
  • Radang otak atau ensefalitis.
  • Skizofrenia.

 

Gejala Latah

 

Berdasarkan gejalanya, latah dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu coprolalia, echopraxia, echolalia, dan automatic obedience. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Coprolalia

 

Coprolalia adalah reaksi spontan yang membuat penderitanya mengucapkan kata-kata tabu atau vulgar saat sedang terkejut. Jenis latah ini sering kali disertai dengan teriakan atau suara yang meledak-ledak.

 

2. Echopraxia

 

Echopraxia merupakan jenis latah yang ditandai dengan reaksi meniru gerakan orang lain secara tidak sengaja. Latah jenis ini kerap terjadi pada penderita skizofrenia, demensia, dan katatonia.

 

3. Echolalia

 

Echolalia adalah jenis latah berupa pengulangan suara ataupun kata-kata yang diucapkan oleh orang lain. Echolalia sering kali dialami oleh penderita autisme pada masa kanak-kanak yang berpotensi untuk berlanjut hingga dewasa.

 

4. Automatic Obedience

 

Automatic obedience atau forced obedience merupakan reaksi spontan yang membuat seseorang melakukan gerakan yang diperintahkan oleh orang lain. 

 

Komplikasi Latah

 

Latah yang tidak ditangani dengan tepat dan segera dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya serta mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti:

  • Penurunan produktivitas ataupun prestasi.
  • Menutup diri dan enggan bersosialisasi dengan orang lain.
  • Stres dan depresi.
  • Rentan mengalami bullying.

 

Diagnosis Latah

 

Penegakkan diagnosis latah dapat dilakukan melalui wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatannya. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan saraf dan kejiwaan, untuk melihat tanda-tanda latah.

 

Lalu, untuk mengonfirmasi penyebab latah, terdapat beberapa pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan, yaitu:

  • Tes kemampuan berbahasa dan berbicara.
  • Electroencephalogram (EEG) untuk mendeteksi gangguan aktivitas listrik otak yang dapat memicu terjadinya latah.
  • Pemindaian otak, seperti CT scan atau MRI untuk mendeteksi cedera atau tumor pada otak.

 

Cara Menghilangkan Latah

 

Latah adalah kondisi yang berkaitan dengan kondisi psikis dan perilaku seseorang. Maka dari itu, untuk menghilangkan latah, penderitanya dapat melakukan psikoterapi secara rutin. Adapun beberapa jenis terapi yang umum dilakukan untuk menangani latah adalah sebagai berikut:

  • Terapi wicara: Terapi ini bertujuan untuk melatih pengidap latah jenis echolalia agar dapat mengucapkan kata-kata atau kalimat yang mereka pikirkan dengan baik dan benar.
  • Cognitive Behaviour Therapy (CBT): Terapi yang dilakukan dengan membantu mengubah cara berpikir seseorang untuk mengurangi kebiasaan latah.
  • Hypnotherapy: Terapi ini dilakukan dengan memasuki alam bawah sadar pasien untuk memberikan sugesti tertentu agar dapat membantu proses penyembuhan.
  • Konsumsi obat-obatan: Apabila latah disebabkan oleh gangguan kecemasan, dokter juga dapat meresepkan obat antidepresan untuk menangani kondisi tersebut. Selain itu, dokter dapat memberikan obat antiepilepsi jika latah dipicu oleh epilepsi.

 

Cara Mencegah Latah

 

Sebagai upaya mencegah latah pada anak-anak, orang tua dianjurkan untuk mengajari si kecil untuk berbahasa dan berkomunikasi dua arah secara rutin. Sementara itu, pada orang dewasa, beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya latah adalah:

  • Menerapkan pola hidup sehat sebaik mungkin untuk menghindari risiko terjadinya stroke.
  • Menjaga kebersihan diri agar terhindar dari risiko infeksi meningitis dan radang otak.
  • Mengobati kondisi medis yang diderita sebaik mungkin.
  • Menggunakan alat pelindung diri saat berkendara ataupun bekerja di lapangan untuk menghindari cedera kepala.
  • Mematuhi rambu-rambu lalu lintas saat berkendara.
  • Menjalani pengobatan dengan rutin sesuai anjuran dokter jika mengidap penyakit skizofrenia atau epilepsi. 

 

Latah adalah gangguan perilaku, emosi, dan kejiwaan  yang dapat diakibatkan oleh penyakit saraf dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Maka dari itu, sebagai upaya menangani kebiasaan latah, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh penanganan yang tepat. Manfaatkan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dan reservasi janji temu dengan dokter terkait.


Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan dari Siloam Hospitals, seperti pesan paket kesehatan, cek hasil pemeriksaan, dan telekonsultasi dengan dokter berpengalaman. Unduh aplikasinya sekarang dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail