Poliarteritis Nodosa - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Poliarteritis Nodosa - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

06 Mei 2025 4 menit waktu baca
poliarteritis nodosa

Poliarteritis nodosa adalah suatu kondisi yang ditandai dengan peradangan, kelemahan, dan kerusakan pembuluh darah nadi (arteri) kecil atau sedang. Setiap penderita mungkin mengalami gejala yang berbeda karena penyakit ini dapat memengaruhi berbagai sistem organ. Ketahui penyebab, gejala, hingga pengobatan poliarteritis nodosa melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Poliarteritis Nodosa?

 

Poliarteritis nodosa atau polyarteritis nodosa (PAN) adalah penyakit langka akibat vaskulitis yang dapat menyebabkan cedera pada organ tubuh. Area yang paling sering terdampak PAN adalah saraf, usus, jantung, dan persendian. Kondisi ini juga bisa memengaruhi pembuluh darah ke ginjal hingga memicu tekanan darah tinggi dan kerusakan fungsi ginjal.

 

Sebagai informasi, vaskulitis adalah peradangan pada pembuluh darah. Pada kondisi vaskulitis, pembuluh darah akan melemah dan meregang. Kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit, bahkan menutup seluruhnya sehingga organ menjadi rusak akibat kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi yang seharusnya disuplai oleh darah.

 

PAN lebih sering ditemukan pada orang dewasa usia paruh baya dan cenderung lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita. Menurut sebuah penelitian di Prancis, prevalensi PAN adalah sekitar 30,7 per 1.000.000.

 

Penyebab Poliarteritis Nodosa

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab poliarteritis nodosa. PAN tidak tergolong kanker, tidak menular, maupun diturunkan dari keluarga. Namun, terdapat penelitian yang membuktikan bahwa sistem kekebalan tubuh berperan besar dalam terjadinya peradangan dan kerusakan pembuluh darah serta jaringan. PAN juga diduga berkaitan erat dengan infeksi virus hepatitis B, hepatitis C, dan keganasan seperti leukemia.

 

Pasalnya, hepatitis B sendiri diketahui dapat menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah dan akan membentuk sistem imun yang dapat memicu polyarteritis nodosa. Selain itu, sejak vaksin hepatitis B dikembangkan, tingkat atau angka kejadian PAN ditemukan menurun secara signifikan.

 

Penyebab lain yang dikaitkan dengan PAN adalah infeksi Klebsiella, Toxoplasma, dan Pseudomonas. Sedangkan penyakit lainnya yang dikaitkan pula dengan PAN adalah Sjögren syndrome dan rheumatoid arthritis.



Gejala Poliarteritis Nodosa

 

Mengingat bahwa polyarteritis nodosa dapat memengaruhi berbagai sistem organ, gejala yang timbul bisa berbeda-beda pada setiap orang. Gejala awal atau gejala umum PAN sama dengan infeksi virus pada umumnya, yaitu demam, kelelahan, kehilangan nafsu makan, serta nyeri sendi dan otot.

 

Ketika penyakit ini sudah semakin berkembang, penderita poliarteritis nodosa dapat mengalami sejumlah gejala lain, di antaranya:

 

  • Luka pada kulit yang muncul sebagai bintil atau bisul.

  • Nyeri perut.

  • Mual dan muntah.

  • BAB berdarah.

  • Sesak napas.

  • Nyeri dada.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Mati rasa.

  • Kelemahan otot.

  • Berkeringat di malam hari.

  • Penurunan berat badan.

  • Gangguan penglihatan sementara di salah satu mata.

 

Pada penderita PAN yang memengaruhi ginjal, gejala paling sering terjadi adalah hipertensi yang dapat menyebabkan gagal jantung, sesak napas, dan bengkak pada tungkai. Sementara itu, gejala yang dapat muncul pada sistem pencernaan adalah nyeri perut hilang timbul, muntah, BAB hitam (darah), atau diare.

 

Diagnosis Poliarteritis Nodosa

 

Untuk mendiagnosis polyarteritis nodosa, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu keterlibatan organ. Adapun beberapa tes penunjang yang biasanya diperlukan dalam penegakan diagnosis PAN adalah:

 

  • Tes darah dan tes urine (urinalisis) untuk mendeteksi peradangan dan mencari tahu organ yang terdampak.

  • Pemeriksaan hepatitis B dan C.

  • Tes pencitraan dengan sinar-X, CT scan, atau MRI untuk mendeteksi kelainan pada organ yang terdampak.

  • Arteriogram, yaitu prosedur medis yang dilakukan dengan menyuntikkan zat pewarna ke dalam aliran darah untuk dapat memvisualisasi pembuluh darah. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat melihat ada atau tidak adanya aneurisma (penyempitan pembuluh darah) yang mengarah pada vaskulitis.

  • Biopsi pada organ yang terdampak untuk mengonfirmasi vaskulitis dalam jaringan tertentu.

 

Pengobatan Poliarteritis Nodosa

 

Pengobatan PAN bergantung pada derajat keparahan penyakitnya. PAN derajat ringan didefinisikan sebagai penyakit yang memiliki gejala konstitusional (umum) tetapi dengan fungsi ginjal normal dan tidak ada kerusakan organ atau iskemia yang signifikan. Pasien dengan gejala ringan dapat diobati dengan kortikosteroid. 

 

Pengobatan steroid ini diberikan selama sebulan dan kemudian dikurangi secara perlahan selama 6–8 bulan. Penggunaan steroid perlu diawasi secara ketat oleh dokter karena berisiko memicu efek samping. Pasien dengan penyakit sedang hingga berat diobati dengan steroid dan obat imunosupresan (obat untuk menekan sistem imun tubuh) lainnya seperti cyclophosphamide.

 

Bila tidak mendapatkan pengobatan, harapan hidup penderita poliarteritis nodosa bisa semakin menurun. Namun, dengan mengonsumsi obat secara teratur, maka gejala PAN dapat dikendalikan. Karenanya, kondisi ini memerlukan pengobatan sesegera mungkin guna mencegah terjadinya komplikasi.

 

Jika Anda mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada gejala-gejala PAN, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk membuat janji temu dengan dokter terkait, melakukan check in secara mandiri, hingga memantau hasil pemeriksaan.

 

Aplikasi My Siloam

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail