Mengenal Teratoma - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Teratoma - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

28 Mei 2025 5 menit waktu baca
teratoma adalah

Teratoma adalah jenis tumor sel germinal yang mengandung beberapa jenis jaringan berbeda, seperti tulang, rambut, otot, gigi, dan lain sebagainya. Terdapat dua jenis teratoma, yaitu immature dan mature. Mari kenali lebih lanjut mengenai teratoma, mulai dari penyebab, gejala, hingga pengobatannya dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Teratoma?

 

Seperti yang telah dijelaskan, teratoma adalah jenis tumor sel germinal yang mengandung beberapa jenis jaringan berbeda, seperti rambut, otot, gigi, dan tulang. Selain itu, dalam beberapa kasus, tumor ini juga bisa berisi potongan organ tubuh lain, misalnya hati (liver), paru-paru, kelenjar tiroid, atau bahkan otak. 

 

Secara umum, teratoma dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu immature teratoma dan mature teratoma. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Immature teratoma: Tumor ganas germinal yang terdiri dari tiga lapisan sel germinal (ektoderm, endoderm, dan mesoderm). Secara histologis atau melalui pemeriksaan di bawah mikrosop, teratoma ini ditandai oleh jaringan yang belum matang (immature). Jenis teratoma ini kemungkinan besar berkembang menjadi kanker dan bisa menyebar dengan cepat ke seluruh bagian tubuh. Immature teratoma paling sering terjadi pada remaja atau dewasa muda.

  • Mature teratoma: Jenis teratoma yang cenderung bersifat jinak dan biasanya muncul pada usia reproduktif. Mature teratoma mengandung jaringan yang sudah berkembang dengan sempurna (mature).

 

Teratoma pada dasarnya dapat muncul di berbagai bagian tubuh. Namun, beberapa bagian tubuh yang kerap menjadi lokasi tumbuhnya teratoma adalah:

 

  • Ovarian teratoma: Teratoma yang muncul di ovarium.

  • Testicular teratoma: Teratoma yang muncul di testis.

  • Sacrococcygeal teratoma: Teratoma yang muncul di tulang ekor. Jenis teratoma ini lebih sering terjadi pada anak-anak.

 

Selain itu, teratoma juga bisa berupa fetiform teratoma, yaitu tumor yang tampak seperti janin cacat tanpa kantong ketuban atau plasenta. Jenis teratoma ini tergolong langka dan lebih sering ditemukan pada bayi berusia di bawah 18 bulan.

 

Penyebab Teratoma

 

Hingga kini, masih belum diketahui secara pasti apa penyebab munculnya teratoma. Namun, kondisi ini bisa berkembang ketika terdapat gangguan dalam proses diferensiasi sel (proses pematangan sel ketika sel berkembang menjadi sel dengan jenis serta fungsi tertentu, seperti sel saraf, sel darah, atau sel otot).

 

Selama masa perkembangan janin, beberapa sel germinal tidak mengalami proses diferensiasi, sehingga sel tersebut akan mempertahankan kemampuannya untuk berubah menjadi jenis sel lain. Kemudian, sel germinal tersebut akan berpindah ke berbagai bagian tubuh (utamanya ovarium atau testis) dan bisa berubah menjadi jenis sel tertentu.

 

Di samping itu, terdapat sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami teratoma, di antaranya:

 

Faktor risiko ovarian teratoma

 

  • Mengalami infertilitas.

  • Menstruasi tidak teratur.

  • Menstruasi pertama terlambat.

  • Penyalahgunaan alkohol.

 

Faktor risiko testicular teratoma

 

 

Gejala Teratoma

 

Teratoma biasanya tidak menimbulkan gejala tertentu pada tahap awal. Namun, ketika tumor sudah berkembang, gejala yang muncul bisa beragam, tergantung pada lokasi keberadaan tumor. Secara umum, beberapa gejala yang kerap dialami penderita teratoma adalah:

 

  • Nyeri. 

  • Perdarahan.

  • Pembengkakan.

  • Peningkatan kadar hormon BhCG (beta-human chorionic gonadotropin).

  • Peningkatan kadar penanda tumor AFP (alpha-fetoprotein).

 

Di samping itu, beberapa gejala spesifik yang muncul berdasarkan lokasi tumor teratoma, di antaranya:

 

Gejala ovarian teratoma

 

  • Nyeri perut.

  • Nyeri panggul, terutama jika tumor memberikan tekanan berlebih pada ovarium.

  • Dalam beberapa kasus, ovarian teratoma juga bisa terjadi bersamaan dengan ensefalitis NMDA, yaitu kondisi langka yang dapat menimbulkan gejala berupa:

 

Gejala testicular teratoma

 

  • Munculnya benjolan pada testis.

  • Pembengkakan pada salah satu atau kedua testis.

 

Gejala sacrococcygeal teratoma

 

  • Nyeri pada tulang ekor.

  • Munculnya benjolan atau massa di area tulang ekor.

  • Nyeri perut.

  • Konstipasi.

  • Nyeri saat buang air kecil (disuria).

  • Pembengkakan di area selangkangan.

  • Kelemahan pada kaki.

 

Diagnosis Teratoma

 

Langkah pertama yang dapat dilakukan dokter dalam mendiagnosis teratoma adalah wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien beserta keluarganya. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat benjolan atau pembengkakan pada bagian tubuh yang dicurigai terdapat teratoma.

 

Kemudian, beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis teratoma adalah:

 

  • Tes darah, untuk memeriksa kadar hormon BhCG dan penanda tumor seperti AFP.

  • Tes pencitraan, seperti X-rays, CT scan, MRI, dan USG.

  • Biopsi, untuk memeriksa apakah teratoma bersifat jinak atau ganas (kanker).

 

Pengobatan Teratoma

 

Pengobatan teratoma akan disesuaikan dengan lokasi, ukuran tumor, risiko berkembangnya tumor menjadi kanker, serta kondisi masing-masing pasien seperti usia, fertilitas, dan lain-lain. Pada tumor yang berukuran besar, bersifat ganas, dan berisiko menekan organ tubuh di sekitarnya, dokter akan mengangkat tumor tersebut melalui prosedur operasi.

 

Di samping itu, teratoma yang bersifat ganas atau kanker dapat ditangani melalui beberapa prosedur medis berikut ini:

 

 

Komplikasi Teratoma

 

Jika tidak segera ditangani dengan tepat, teratoma berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi sesuai dengan lokasi tumornya. Adapun beberapa risiko komplikasi yang bisa muncul apabila tidak segera menangani teratoma adalah sebagai berikut:

 

  • Torsio (terpelintirnya bagian tubuh tertentu yang menimbulkan rasa nyeri).

  • Ruptur (kondisi ketika tumor pecah).

  • Infeksi.

  • Infertilitas.

  • Tumor yang awalnya bersifat jinak berubah menjadi ganas (kanker).

 

Perlu diingat, penyebab dan gejala yang disebutkan di atas tidak mewakili teratoma secara pasti. Artinya, hal tersebut juga bisa terjadi pada kondisi medis lainnya, sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran medis dari dokter.

 

Oleh karenanya, apabila mengalami gejala-gejala yang dicurigai sebagai teratoma, berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Onkologi Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat bisa menjadi langkah awal untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan terkait dengan teratoma bisa bervariasi di setiap rumah sakit, mengingat prosedurnya bergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan tahapan tindakan medis yang dilakukan sudah sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Lebih lanjut, Anda juga bisa mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi untuk memperoleh diagnosis dan penanganan tumor maupun kanker secara komprehensif. Sebagai pusat unggulan kanker di Indonesia, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi menyediakan fasilitas kesehatan yang lengkap dan tim dokter multidisiplin berpengalaman untuk deteksi dini kanker, onkologi bedah, radioterapi, kemoterapi, serta pengobatan kanker lainnya.

Sumber

Cleveland Clinic. Teratoma. Diakses pada 2024 | National Cancer Institute. Teratoma. Diakses pada 2024 | Osmosis. Teratoma. Diakses pada 2024 | Webmd. What is Teratoma. Diakses pada 2024 | Children Hospital. Teratoma. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail