Kesehatan Tubuh
Tulang Keras: Kenali Struktur, Fungsi, dan Cara Menjaganya

Table of Contents
Tulang keras adalah salah satu jaringan yang berperan penting bagi tubuh manusia. Jenis tulang inilah yang menyusun struktur tubuh dan memungkinkan manusia untuk bergerak dan bekerja dengan baik. Tulang keras mencakup sebagian besar kerangka manusia di seluruh tubuh.
Ingin tahu struktur tulang keras, fungsi, dan bagaimana cara menjaganya agar tetap sehat? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Tulang Keras?
Berdasarkan zat penyusunnya, tulang manusia terbagi menjadi dua jenis, yaitu tulang keras dan tulang rawan. Tulang keras adalah jenis tulang yang padat, keras, dan kaku. Tulang ini terbentuk dari tulang rawan yang mengalami osifikasi (proses pembentukan tulang keras).
Nama lain dari tulang keras adalah tulang sejati. Tulang ini mengandung lebih sedikit zat perekat, namun diperkaya dengan zat kapur, matriks kolagen, fosfor, dan sedikit air. Tulang keras dapat ditemukan di bagian lengan,, paha, betis, dan tulang selangka.
Ciri-Ciri Tulang Keras
Di samping sifatnya yang kaku dan keras, tulang keras juga memiliki beberapa karakteristik lain, seperti:
-
Rentan atau mudah mengalami patah atau retak tulang.
-
Tinggi kandungan zat kalsium dan fosfor, namun kadar matriks kolagennya rendah.
-
Struktur sel tulang membentuk lapisan-lapisan lingkaran konsentris.
-
Terdapat saluran Havers (Haversian canal) pada tulang keras yang berisi pembuluh darah untuk memberikan nutrisi pada tulang.
-
Jaringan tulang keras terdiri dari sel-sel tulang (osteosit), sel-sel pembentuk tulang (osteoblas), dan sel-sel perombak tulang (osteoklas).
Fungsi Tulang Keras
Tulang keras, juga dikenal sebagai tulang sejati, memiliki fungsi penting dalam menunjang mekanisme tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Adapun beberapa fungsi tulang keras adalah sebagai berikut:
-
Menyimpan mineral penting, seperti fosfor dan kalsium.
-
Sebagai alat gerak pasif.
-
Memberikan bentuk pada tubuh.
-
Menopang tubuh.
-
Sebagai tempat perlekatan otot.
-
Sebagai tempat pembentukan sel darah merah.
-
Melindungi organ vital, seperti jantung, otak, dan paru-paru.
Jenis-Jenis Tulang Keras
Terdapat beberapa jenis tulang keras, mulai dari radius hingga fibula. Berikut adalah masing-masing penjelasan selengkapnya.
-
Radius, yaitu salah satu dari dua tulang di lengan bawah yang membentang dari siku hingga ke sisi pergelangan tangan di sebelah ibu jari.
-
Ulna (tulang hasta), yaitu tulang lengan bawah lainnya, membentang dari siku hingga ke sisi pergelangan tangan di sebelah jari kelingking.
-
Tulang metakarpal, yaitu lima tulang panjang di tangan yang menghubungkan pergelangan tangan dengan jari-jari.
-
Tulang metatarsal, serupa dengan metakarpal, merupakan lima tulang panjang di kaki, menghubungkan pergelangan kaki dengan jari-jari kaki.
-
Femur (tulang paha), yaitu tulang yang terletak di bagian atas paha dan merupakan tulang terpanjang sekaligus terkuat dalam tubuh manusia.
-
Humerus, yang ditemukan pada lengan atas, menghubungkan bahu dengan sendi siku.
-
Tibia (tulang kering), terletak di bagian bawah kaki dan merupakan tulang yang lebih besar di antara dua tulang di area lutut dan pergelangan kaki.
-
Fibula, tulang yang juga terletak di bagian bawah kaki, berjalan sejajar dengan tibia dan memberikan dukungan untuk otot-otot kaki.
Gangguan pada Tulang Keras
Adapun beberapa gangguan atau kondisi medis yang umum terjadi pada tulang keras adalah sebagai berikut:
-
Osteoporosis, yaitu kondisi ketika tulang mengalami pengeroposan akibat berkurangnya atau hilangnya kepadatan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan tulang menjadi rentan patah, retak, atau mengalami kerusakan lainnya.
-
Infeksi tulang (osteomielitis), yaitu peradangan pada tulang akibat infeksi bakteri. Kondisi ini sering dialami oleh pengidap patah tulang terbuka.
-
Rakitis, yaitu kondisi ketika perkembangan tulang pada anak-anak mengalami gangguan. Kondisi ini ditandai dengan tulang menjadi lemah dan lunak. Akibatnya, penderita rentan mengalami deformasi tulang dan fraktur (patah tulang).
-
Osteomalasia, pada dasarnya kondisi ini sama dengan rakitis, hanya saja osteomalasia terjadi pada orang dewasa. Osteomalasia maupun rakitis dapat terjadi ketika tubuh kekurangan vitamin D.
Cara Menjaga Kesehatan Tulang Keras
Sejumlah upaya bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang keras agar dapat menjalankan fungsinya dengan optimal, mulai dari mencukupi asupan kalsium dan menghindari alkohol. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
1. Asupan Kalsium dan Vitamin D
Pastikan tubuh mendapatkan asupan kalsium yang cukup, karena kalsium sangat penting untuk menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Sumber kalsium meliputi susu, yoghurt, keju, tahu, tempe, sayuran hijau, kacang, serta makanan laut seperti ikan teri dan salmon. Selain itu, pastikan juga asupan vitamin D terpenuhi untuk membantu penyerapan kalsium dalam tubuh.
2. Olahraga Teratur
Berolahraga secara rutin dapat membantu membangun tulang yang kuat dan memperlambat pengeroposan tulang. Jenis olahraga yang baik untuk membentuk dan menjaga kekuatan tulang meliputi berenang, jalan santai, bersepeda, joging, atau yoga.
3. Berjemur di Bawah Sinar Matahari
Paparan sinar matahari pagi pada kulit dapat membantu mendukung sintesis vitamin D dalam tubuh yang penting untuk mendukung kesehatan tulang. Vitamin D juga bermanfaat untuk membuat penyerapan kalsium menjadi lebih mudah.
4. Hindari Gaya Hidup yang Merusak Tulang
Hindari merokok dan konsumsi alkohol secara berlebihan, karena kedua hal ini dapat merusak kesehatan tulang. Bahkan, dua kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami osteoporosis.
Itulah penjelasan mengenai tulang keras, mulai dari fungsi hingga bagaimana cara menjaganya. Pada dasarnya, tulang adalah bagian penting dari tubuh yang perlu dijaga kesehatannya sehingga postur tubuh tetap optimal dan tidak mudah mengalami cedera.
Guna menjaga kesehatan tulang, Anda dapat melakukan pemeriksaan tulang secara berkala menggunakan paket medical check up Paket Cek kesehatan Tulang dari Siloam Hospitals untuk mendeteksi masalah pada tulang sejak dini.
Anda pun dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat secara langsung apabila mengalami keluhan lain seputar kesehatan tulang. Praktis, cukup buat janji temu melalui fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Pedis / Rontgen Kaki
Rontgen / X-Ray
Rp335.000
TERPOPULER
Rontgen Sendi Bahu
Rontgen / X-Ray
Rp353.000
TERPOPULER
Rontgen Tangan/Manus
Rontgen / X-Ray
Rp382.000
TERPOPULER
Rontgen Pergelangan Tangan
Rontgen / X-Ray
Rp347.000
TERPOPULER
Rontgen Tulang Paha/Femur
Rontgen / X-Ray
Rp335.000
TERPOPULER
1.5T MRI KNEE NON CONTRAST (1 SIDE)
MRI / MRA, Tulang/ Ortopedi
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI Sendi Bahu/Shoulder Non-Kontras (1 Sisi)
MRI / MRA
Rp2.870.000







