Metode Baby-Led Weaning, Benarkah Baik untuk Si Kecil?
Ibu dan Anak

Metode Baby-Led Weaning, Benarkah Baik untuk Si Kecil?

13 Oktober 2025 5 menit waktu baca
baby-led weaning adalah

Baby-led weaning (BLW) adalah salah satu metode pengenalan MPASI pada bayi 6 bulan yang baru-baru ini cukup menjadi kontroversi. Pasalnya, ada berbagai perdebatan mengenai metode BLW sebagai langkah pemberian MPASI pertama.

 

BLW atau baby-led weaning adalah metode untuk memperkenalkan makanan pada bayi yang sudah berusia 6 bulan atau di atasnya. Melalui metode ini, bayi dapat memilih sendiri makanannya menggunakan tangannya sendiri.

 

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan dalam menerapkan baby-led weaning pada bayi 6 bulan yang baru dikenalkan dengan MPASI? Mari simak penjelasan selengkapnya di sini.

 

Apa itu Baby-Led Weaning (BLW)?

 

Baby-led weaning atau BLW adalah metode yang digunakan untuk memperkenalkan MPASI (makanan pendamping ASI) pada anak. Metode ini dilakukan dengan membiarkan anak memilih dan memakan makanannya sendiri dengan tangannya, tanpa disuapi oleh orang tua.

 

Umumnya, BLW dapat diterapkan ketika usia bayi sudah mencapai 6–9 bulan. Sebagian orang tua memilih metode BLW karena dianggap bisa membantu bayi menjadi lebih mandiri dan dapat mendorong perkembangan motoriknya.

 

Pada metode ini, orang tua tidak lagi memberikan makanan dengan tekstur lunak, melainkan makanan padat yang sudah di potong-potong. Jadi, ibu bisa menawarkan beberapa pilihan makanan kepada si kecil, namun ia sendiri yang akan menentukan pilihan makanannya. Tidak hanya itu, si kecil pun juga dapat menentukanseberapa banyak makanan yang ingin ia makan.

 

Kelebihan dan Kekurangan Metode Baby-Led Weaning

 

Seperti yang telah disebutkan di atas, baby-led weaning adalah metode memperkenalkan MPASI pada bayi yang sering menjadi perdebatan akan keamanannya. Adapun beberapa kelebihan dan kekurangan dari metode baby-led weaning adalah sebagai berikut:

 

Kelebihan Baby-Led Weaning

 

Beberapa kelebihan metode baby-led weaning adalah sebagai berikut:

 

  • Mengenalkan berbagai tekstur dan rasa makanan pada anak.

  • Mengurangi risiko obesitas.

  • Membiasakan pola makan sehat pada anak sejak dini.

  • Melatih kemampuan anak dalam mengunyah dan menelan makanannya sendiri.

  • Melatih kemampuan anak untuk bisa makan sendiri.

  • Mengatur asupan nutrisi dan makanan yang masuk ke dalam mulut.

  • Melatih koordinasi mata serta kekuatan cengkraman tangan anak.

  • Membuat anak menikmati makanan yang sedang dimakan.

 

Kekurangan Baby-Led Weaning

 

Di sisi lain, beberapa hal yang dianggap sebagai kekurangan dari metode baby-led weaning adalah sebagai berikut:

 

  • Bayi bisa saja mengalami kesulitan dalam mengunyah dan menelan makanannya, sehingga meningkatkan risiko tersedak saat makan.

  • Bayi berisiko kekurangan gizi karena tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dari porsi makanan yang dimakan, terlebih jika anak sangat pemilih.

  • Dapat memicu refleks muntah.

  • Bayi sering melempar-lempar makanannya, sehingga aktivitas makannya pun menjadi tidak optimal, berantakan, dan makanan bisa terbuang begitu saja.

 

Kapan Baby-Led Weaning Bisa Diterapkan?

 

Umumnya, waktu yang direkomendasikan untuk menerapkan baby-led weaning adalah ketika bayi sudah berusia 6 bulan. Pada usia ini, bayi sudah memiliki kemampuan untuk duduk sendiri dan mengambil benda-benda yang berada di dekatnya.

 

Di samping itu, si kecil juga sudah memiliki refleks lidah yang lebih baik, serta mampu mengunyah dan mengeluarkan makanan. Begitu pun dengan sistem pencernaan si kecil yang sudah siap untuk mencerna makanan padat.

 

Namun, usia 6 bulan tidak selalu menjadi waktu yang tepat untuk menerapkan baby-led weaning. Pasalnya, beberapa bayi dengan usia yang sama mungkin masih belum siap untuk menjalaninya. Misalnya, ada bayi yang belum mampu mengambil barang di sekitarnya atau belum bisa mengunyah makanannya secara mandiri.

 

Pada dasarnya, kesiapan bayi dalam menerapkan baby-led weaning adalah tergantung dari kondisi masing-masing bayi.

 

Cara Menerapkan Baby-Led Weaning

 

Sebelum menerapkan baby-led weaning, orang tua perlu memastikan bahwa anak sudah siap dan mampu makan sendiri. Adapun beberapa tanda yang menunjukkan bahwa si kecil sudah bisa makan sendiri tanpa bantuan orang lain adalah:

 

  • Mampu menegakkan kepala dan dada.

  • Mampu membuat gerakan mengunyah dan menggigit.

  • Merasa tertarik pada makanan.

  • Bisa menaruh benda-benda di mulutnya.

  • Bisa duduk dengan tegak tanpa sandaran.

 

Setelah memastikan anak siap dan mampu menerapkan metode BLW, maka ibu dapat mempraktikkan langkah-langkah berikut ini:

 

  • Memotong makanan kecil-kecil. Pastikan teksturnya lunak dan lembut sehingga memudahkan si kecil untuk memakannya.

  • Memosisikan anak duduk di kursi makan khusus bayi, pastikan ia duduk dengan tegak dan tidak bersandar.

  • Meletakkan beberapa jenis makanan di depan anak dan biarkan ia memilih sendiri dengan tangannya.

  • Pilihlah menu MPASI yang sehat, hindari memberikan makanan cepat saji.

  • Cobalah mengenalkan beberapa jenis makanan baru setiap 2–3 hari sekali untuk melihat ada atau tidaknya reaksi alergi pada anak terhadap makanan tertentu.

  • Usahakan untuk mendampingi si kecil dengan makan bersama agar ia bisa menirukan cara makan yang tepat.

  • Jangan lepaskan pengawasan kepada anak selama ia makan.

 

Pada awal penerapan BLW, biasanya bayi belum bisa menggenggam makanan dengan sempurna atau hanya bermain-main dengan makanannya. Namun seiring berjalannya waktu, biasanya ia akan mengerti apa yang seharusnya dilakukan.

 

Meski telah menerapkan metode BLW, pastikan ibu tetap memberikan asupan susu formula atau ASI eksklusif di sela-sela waktu makan bayi. Hal ini perlu dilakukan agar kebutuhan nutrisi harian anak tetap terpenuhi.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam BLW

 

Beberapa hal yang perlu ibu perhatikan sebelum menerapkan baby-led weaning adalah sebagai berikut.

 

Jenis Makanan selama BLW

 

Jenis makanan yang cocok untuk diberikan kepada si kecil selama mempraktikkan baby-led weaning adalah makanan yang mudah digenggam oleh bayi (finger food). Selain itu, mulailah dengan memberikan makanan bertekstur padat namun lembut, mengingat bahwa gigi bayi belum tumbuh sepenuhnya.

 

Berikan berbagai macam makanan dengan kandungan nutrisi yang berbeda-beda agar kebutuhan gizi bayi bisa terpenuhi. Adapun beberapa rekomendasi makanan selama bayi belajar baby-led weaning adalah:

 

  • Sumber protein, seperti telur, daging suwir yang empuk, ikan tanpa duri.

  • Sumber karbohidrat, seperti nasi lunak, roti, kentang, dan pasta.

  • Buah-buahan dan sayuran, seperti wortel kukus, irisan pisang, brokoli kukus, atau kentang kukus.

 

Ibu juga bisa menambahkan gula dan garam pada makanan si kecil, namun jangan diberikan secara berlebihan. Pasalnya, cara ini dapat membantu anak menikmati makanannya dan memperkenalkannya pada rasa makanan. Dan yang tak kalah penting, tetapkan jadwal makan MPASI secara rutin setiap harinya.

 

Bayi yang Tidak Diperbolehkan Menjalani BLW

 

Beberapa kondisi yang tidak memungkinkan bayi untuk menjalani baby-led weaning adalah:

 

  • Memiliki riwayat alergi, intoleransi makanan, dan masalah pencernaan.

  • Menderita bibir sumbing.

  • Menderita hipotonia (kelemahan otot).

  • Lahir prematur.

  • Memiliki kebutuhan khusus.

  • Berat badan lahir rendah.

  • Mengalami keterlambatan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.



Demikian informasi terkait metode BLW yang penting untuk diketahui oleh orang tua. Seperti yang telah dijelaskan di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan menjadi pertimbangan dalam menerapkan metode baby-led weaning. Jika ingin mendapatkan saran dan rekomendasi tepat terkait pemberian MPASI pada si kecil, Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak di Siloam Hospitals terdekat.

 

Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.

 

Gunakan juga fitur dalam aplikasi MySiloam untuk menemukan Rumah Sakit Siloam terdekat dan melakukan Self Check In agar memudahkan Anda check in dan antre lewat virtual queue. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail