4 Pemeriksaan Diagnosis Serangan Jantung yang Penting Dilakukan
Kesehatan Tubuh

4 Pemeriksaan Diagnosis Serangan Jantung yang Penting Dilakukan

16 April 2026 4 menit waktu baca
Pemeriksaan untuk Risiko Serangan Jantung

Serangan jantung (infark miokard) adalah masalah kesehatan serius yang dapat menyebabkan jantung berhenti bekerja secara tiba-tiba. Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan aliran darah menuju otot jantung. Sebagai upaya pencegahan, ada sejumlah pemeriksaan jantung yang bisa dilakukan secara rutin sedini mungkin. Mari ketahui berbagai prosedur pemeriksaan untuk diagnosis serangan jantung selengkapnya melalui ulasan berikut.

 

Pentingnya Melakukan Pemeriksaan Jantung secara Rutin

 

Skrining jantung merupakan tindakan medis yang dilakukan untuk memeriksa kondisi jantung secara menyeluruh. Skrining jantung menjadi salah satu prosedur pemeriksaan yang penting untuk dilakukan secara rutin karena:

 

  • Membantu menegakkan diagnosis dan memprediksi risiko serangan jantung dan gangguan kardiovaskular lainnya sedini mungkin.

  • Meminimalkan risiko komplikasi penyakit jantung.

  • Mendapatkan gambaran dari kondisi tubuh dan kesehatan secara berkala.

  • Sebagai pemeriksaan penunjang untuk menentukan penanganan medis yang tepat terkait dengan gangguan kardiovaskular ataupun gangguan kesehatan lainnya.

 

Berbagai Prosedur Pemeriksaan untuk Mengevaluasi Risiko dan Diagnosis Serangan Jantung

 

Salah satu gangguan kardiovaskular yang dapat dideteksi dengan skrining jantung secara rutin adalah infark miokard atau serangan jantung. Gangguan kardiovaskular ini perlu dideteksi sedini mungkin untuk menghindari risiko henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest), hipoksia, gagal jantung, kerusakan otak permanen, hingga kematian.

 

Lantas, apa saja prosedur pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendeteksi risiko dan diagnosis serangan jantung? Berikut penjelasan lengkapnya.

 

1. Pemeriksaan Penanda Fungsi Jantung Troponin T

 

Pemeriksaan penanda fungsi jantung troponin T ditujukan untuk mendeteksi kadar protein troponin T di dalam darah yang keberadaannya dapat mengindikasikan kerusakan otot jantung. Troponin T sendiri merupakan protein yang pada kondisi normal dapat ditemukan pada otot jantung

 

Pada dasarnya, terdapat tiga jenis protein troponin yang berada di dalam otot jantung dan rangka, yaitu troponin I (TnI), troponin T (TnT), dan troponin C (TnC). Namun, troponin I dan troponin T cenderung lebih mudah terdeteksi saat terjadi kerusakan otot jantung.

 

Pada kondisi normal, nilai TnT di dalam darah berkisar antara 0–0,01 ng/mL. Namun, saat terjadi serangan jantung, protein troponin T dapat meningkat secara signifikan pada 3–4 jam dan mencapai puncaknya pada 12–24 jam setelah serangan jantung. Selain itu, kadar protein troponin T mungkin juga akan tetap bertahan selama 10–14 hari setelah terjadi serangan jantung sampai akhirnya kembali ke kadar normal.

 

2. Pemeriksaan Penanda Fungsi Jantung CK-MB

 

Pemeriksaan penanda fungsi jantung CK-MB dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien untuk memeriksa kadar enzim creatine kinase-MB (CK-MB) di dalam darah. Utamanya, sebagian besar enzim CK-MB dapat ditemukan di dalam jaringan sel jantung.

 

Enzim ini akan dilepaskan ke dalam darah jika terdapat kerusakan pada sel-sel dan jaringan organ jantung, otak, dan otot tubuh. Oleh karena itu, pemeriksaan kadar CK-MB kerap dilakukan untuk mendeteksi berbagai gangguan kesehatan, seperti gagal jantung, acute myocardial infarction (AMI), dan lain sebagainya.

 

Secara umum, kadar normal dari CK-MB berkisar antara 5–25 U/liter darah. Jika kadarnya melebihi 25 U/liter darah, hal ini bisa menjadi indikasi dari gangguan jantung ataupun otot rangka. Selain itu, untuk menegakkan diagnosis serangan jantung, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang lainnya, seperti pemindaian jantung.

 

Saat terjadi serangan jantung, kadar CK-MB dapat meningkat secara signifikan pada 3–4 jam dan mencapai puncaknya pada 15–24 jam setelah serangan jantung. Namun, berbeda dengan troponin T, perubahan kadar CK-MB ini hanya dapat bertahan selama 24–36 jam setelah serangan jantung sebelum akhirnya kembali ke kadar normal. 

 

3. Pemeriksaan Penanda Fungsi Jantung NT-PROBNP

 

Pemeriksaan penanda fungsi Jantung NT-PROBNP (N-terminal prohormone of brain natriuretic peptide) adalah salah satu metode skrining jantung untuk memeriksa kadar natriuretic peptide, yaitu hormon yang disekresikan oleh ventrikel kiri jantung sebagai respons terhadap tekanan berlebih. Pemeriksaan ini kerap dilakukan untuk deteksi dini dan untuk menilai risiko terjadinya gagal jantung di kemudian hari.

 

Umumnya, pemeriksaan kadar NT-PROBNP juga dikombinasikan dengan beberapa prosedur pemeriksaan lainnya, seperti pemeriksaan fisik, elektrokardiogram (EKG), ekokardiografi, dan rontgen toraks untuk mendeteksi kemungkinan risiko gagal jantung pada pasien secara lebih akurat.

 

4. Pemeriksaan Kadar Mineral Kalsium

 

Pemeriksaan kadar mineral kalsium merupakan prosedur pemeriksaan dengan mengukur kadar mineral kalsium di dalam darah. Prosedur pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi kemungkinan pembentukan plak kalsium yang bisa menyumbat pembuluh darah dan memicu terjadinya serangan jantung.

 

Terdapat dua jenis pemeriksaan kadar kalsium darah yang umum dilakukan, yaitu skrining kalsium total dan skrining kalsium terionisasi. Pada kondisi normal, kadar kalsium total pada orang dewasa adalah sebesar 8,8–10,4 mg/dL atau 2,2–26 mmol/L. Sementara itu, nilai normal kadar kalsium terionisasi pada orang dewasa adalah 4,65–5,28 mg/dL atau 1,16–1,32 mmol/L.

 

Selain untuk deteksi dini serangan jantung, pemeriksaan kadar mineral kalsium juga dapat dilakukan untuk memeriksa berbagai kondisi kesehatan lainnya seperti gangguan tulang, penyakit ginjal, gangguan tiroid, ataupun efek samping obat-obatan.

 

Sebagai informasi, tahap dan jenis pemeriksaan dalam mengevaluasi risiko serta diagnosis serangan jantung dapat berbeda tergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tidak semua fasilitas kesehatan mungkin menyediakan layanan tersebut. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Sebelum melakukan skrining jantung, ada baiknya apabila Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh saran medis yang tepat sesuai kondisi kesehatan tubuh.

 

Siloam International Hospitals memiliki layanan Chest Pain Ready Hospital untuk penanganan emergensi jantung yang cepat dan tepat. Setibanya di rumah sakit, pasien akan langsung menjalani pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dalam waktu kurang dari 10 menit, ditangani oleh tim jantung multidisiplin yang siaga 24/7, serta didukung fasilitas cath lab dan perawat bersertifikasi. Manfaatkan Chest Pain Ready Hospitals di Siloam dan hubungi 1-500-911 untuk selamatkan lebih banyak jantung​.

 

Image Article Cardiac by Condition

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail