Ibu dan Anak
Mengenal Risiko Efek Samping Operasi Caesar Jangka Panjang

Table of Contents
C-section atau operasi caesar adalah prosedur persalinan yang biasanya dilakukan saat kondisi ibu tidak memungkinkan untuk menjalani persalinan normal. Operasi caesar memiliki manfaat dan tergolong aman. Namun, pada kondisi tertentu operasi caesar berpotensi menimbulkan efek samping dalam jangka panjang. Mari ketahui efek samping operasi caesar jangka panjang melalui artikel berikut.
Risiko Efek Samping Operasi Caesar Jangka Panjang
Operasi caesar merupakan prosedur yang aman dilakukan, terutama bagi ibu dan bayi dengan kondisi medis tertentu. Perlu diketahui, setiap metode persalinan memiliki manfaat dan risiko efek sampingnya tersendiri. Selama dilakukan oleh tenaga medis profesional dan memperoleh perawatan pascapersalinan yang tepat, risiko efek samping terhadap ibu dan bayi pun dapat diminimalkan.
Namun, sebagai bentuk kewaspadaan, tak ada salahnya untuk mengenali risiko efek samping operasi caesar jangka panjang berikut ini.
1. Risiko Asma dan Obesitas pada Anak
Risiko operasi caesar jangka panjang yang signifikan adalah risiko asma dan obesitas pada anak yang dilahirkan. Asma merupakan kondisi yang terjadi akibat peradangan serta penyempitan pada saluran pernapasan sehingga membuat penderitanya mengalami sesak napas. Di sisi lain, obesitas adalah kondisi ketika berat badan telah melebihi batas normal akibat penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh.
Penelitian dalam artikel Risk of Asthma and Allergies in Children Delivered by Cesarean Section: A Comprehensive Systematic Review (2024) menyebut bahwa metode persalinan berpengaruh pada kesehatan jangka panjang anak. Meta-analisis tersebut menunjukkan adanya peningkatan risiko asma sebesar 24% pada anak yang dilahirkan melalui prosedur C-section. Hal ini diduga kuat berkaitan dengan perbedaan paparan mikrobiota awal yang berperan dalam pematangan sistem kekebalan tubuh anak sejak lahir.
2. Kesuburan Ibu Terganggu
Efek samping operasi caesar jangka panjang selanjutnya adalah berpotensi memicu terjadinya subfertilitas pada ibu. Perlu dipahami bahwa subfertility adalah kondisi ketika seseorang masih memiliki kemungkinan untuk hamil secara alami, namun membutuhkan waktu yang lebih lama dari biasanya.
3. Gangguan Menyusui
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Health, Population and Nutrition (2022) menyebutkan bahwa ibu yang melahirkan anaknya melalui operasi caesar memiliki risiko lebih tinggi mengalami hambatan dalam proses laktasi, khususnya dalam mencapai target pemberian ASI eksklusif, dibandingkan dengan persalinan pervaginam.
Hal ini dapat dipicu oleh kurangnya kontak kulit (skin to skin contact) antara ibu dan anak. Prosedur bedah sering kali membatasi kontak kulit langsung antara ibu dan bayi segera setelah lahir. Padahal, interaksi ini krusial untuk menstimulasi refleks mengisap alami bayi dalam mencari puting susu ibu.
4. Komplikasi pada Kehamilan Selanjutnya
Meningkatnya risiko komplikasi pada kehamilan selanjutnya juga menjadi salah satu efek operasi caesar pada ibu yang perlu dipertimbangkan. PLOS Medicine menyebutkan bahwa ibu hamil yang pernah menjalani operasi caesar lebih berpotensi mengalami plasenta previa, yaitu kondisi ketika plasenta bayi menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir.
Selain itu, ibu yang pernah melakukan prosedur C-section juga lebih mungkin mengalami ruptur uteri, keguguran, kehamilan ektopik, hingga stillbirth di kehamilan selanjutnya. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efek samping operasi caesar jangka panjang ini.
Manfaat Operasi Caesar
Kendati memiliki risiko efek samping, operasi caesar juga memiliki sejumlah manfaat yang tidak bisa diabaikan. Salah satu manfaat yang paling signifikan adalah membantu menurunkan risiko prolaps organ panggul serta mengurangi potensi inkontinensia urine.
Prolaps organ panggul adalah kondisi ketika rahim maupun organ yang berada di dalam organ panggul mengalami prolaps atau turun dari posisi normalnya. Sementara itu, inkontinensia urine adalah kondisi yang ditandai dengan gangguan kemampuan kandung kemih untuk mengontrol dan menahan buang air kecil. Dua kondisi ini lebih berisiko dialami oleh ibu yang menjalani persalinan normal.
Demikian informasi mengenai manfaat dan efek samping operasi caesar jangka panjang yang perlu dipahami. Namun, penting untuk diingat bahwa keputusan dokter dan tim medis lainnya dalam melakukan operasi caesar sudah melalui pertimbangan mendalam berdasarkan kondisi pasien secara keseluruhan. Selain itu, dokter juga akan melakukan tindakan tersebut seaman mungkin guna menghindari risiko terjadinya komplikasi pascaprosedur.
Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Apabila Anda membutuhkan penjelasan yang lebih komprehensif untuk menentukan metode persalinan yang tepat sesuai kondisi tubuh, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) di Siloam Hospitals terdekat.
Buat janji temu dengan dokter terkait melalui aplikasi MySiloam. Dengan MySiloam, Anda juga dapat melihat jadwal praktik dokter dan memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Tommy’s. C-section - benefits and risks. Diakses pada 2024 | Biomed Central. Long-term effects of caesarean delivery on health and behavioural outcomes of the mother and child in Bangladesh. Diakses pada 2024 | NCBI. Long-term risks and benefits associated with caesarean delivery for mother, baby, and subsequent pregnancies: Systematic review and meta-analysis. Diakses pada 2024 | Medical News Today. Long-term risks and benefits of C-section revealed. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Post Birthing Basic Package - Homecare
Lainnya, Perawatan Bersalin Homecare
Rp490.000
NEST - Lab Screening Trimester 2 / Trimester 3
Lainnya
5 Service/Item
Rp1.226.000
NEST - Lab Screening Preops
Lainnya
10 Service/Item
Rp2.528.000
NEST - Lab Screening Trimester 1 (PAKET B)
Lainnya
9 Service/Item
Rp1.692.000
TERPOPULER
Post Birthing Complete Package - Homecare
Perawatan Bersalin Homecare
Rp1.350.000






