Mengenal Gejala Penurunan Curah Jantung dan Penanganannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Gejala Penurunan Curah Jantung dan Penanganannya

02 Mei 2025 4 menit waktu baca
 penurunan curah jantung

Cardiac output atau curah jantung adalah volume darah yang dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh per menit. Curah jantung pada dasarnya menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kekuatan dan kesehatan jantung secara keseluruhan. Lantas, bagaimana jika terjadi penurunan curah jantung? Apa arti dari kondisi tersebut dan bagaimana dengan gejalanya? Mari temukan jawaban selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Gejala Penurunan Curah Jantung

Seperti yang telah dijelaskan, cardiac output (curah jantung) adalah jumlah atau volume darah yang dipompa oleh jantung selama satu menit. Curah jantung biasanya diukur dalam satuan liter per menit (L/min). Secara umum, curah jantung dapat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu:

 

  • Stroke volume: Jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap berdetak.

  • Heart rate: Jumlah denyut jantung per menit.

Dalam kondisi normal, volume curah jantung pada orang dewasa adalah sekitar 5 liter/menit ketika sedang beristirahat. Apabila saat melakukan aktivitas fisik tertentu, volume curah jantung bisa meningkat hingga 3–4 kali lipat karena tubuh memerlukan lebih banyak suplai oksigen.

 

Namun, pada beberapa orang, curah jantung bisa menurun karena kondisi tertentu. Penurunan curah jantung terjadi ketika kondisi jantung tidak optimal untuk memompa darah kaya oksigen guna memenuhi kebutuhan organ tubuh.

 

Kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi indikasi dari gangguan jantung tertentu. Terdapat beberapa tanda dan gejala penurunan curah jantung yang mungkin terjadi, di antaranya:

 

  • Kelelahan.

  • Tangan dan kaki dingin.

  • Mual dan muntah.

  • Nyeri perut.

  • Nyeri dada.

  • Sesak napas.

  • Frekuensi dan volume urine yang keluar saat buang air kecil menurun.

  • Kaki dan tangan membengkak (edema).

  • Tekanan darah rendah (hipotensi).

  • Denyut nadi cenderung lemah.

  • Gangguan irama jantung.

  • Penurunan kesadaran.

Sementara itu, hasil tes laboratorium pada pasien yang mengalami penurunan curah jantung dapat menunjukkan beberapa hal berikut ini:

 

  • Tingginya kadar asam di dalam tubuh (asidosis metabolik).

  • Peningkatan kadar asam laktat.

  • Peningkatan kadar enzim jantung.

Apa Artinya Jika Terjadi Penurunan Curah Jantung?

Penurunan volume curah jantung bisa menjadi indikasi adanya kondisi medis tertentu, seperti gangguan jantung, yang membuat organ vital tersebut tidak mampu memompa darah dalam jumlah yang cukup ke paru-paru dan seluruh tubuh. Sejumlah kondisi medis yang dapat menimbulkan penurunan curah jantung adalah:

 

Selain itu, penurunan curah jantung juga dapat disebabkan oleh faktor usia dan komplikasi tindakan pembedahan. Adapun beberapa prosedur pembedahan yang bisa menyebabkan penurunan volume curah jantung adalah:

 

  • Tindakan operasi untuk menangani kelainan jantung bawaan.

  • Tindakan operasi katup jantung.

  • Bypass jantung.

Diagnosis Penurunan Curah Jantung

Untuk menegakkan diagnosis penyebab penurunan volume curah jantung, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Selain itu, pemeriksaan fisik, seperti pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan dada dilakukan dengan stetoskop, juga akan dilakukan untuk memeriksa gejala-gejala yang dialami oleh pasien.

 

Kemudian, beberapa pemeriksaan penunjang dapat digunakan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis kondisi ini adalah:

 

  • Ekokardiogram.

  • Elektrokardiogram.

  • Rontgen dada.

  • Pulse oximetry untuk memeriksa tingkat saturasi oksigen pasien.

  • Tes laboratorium, seperti tes darah untuk memeriksa kadar enzim jantung, elektrolit, dan sebagainya.

Penanganan Penurunan Curah Jantung

Penanganan penurunan curah jantung dapat dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Selain itu, pengobatan kondisi ini juga bertujuan untuk mencegah atau memperbaiki kegagalan organ dalam tubuh akibat kekurangan suplai oksigen. Adapun beberapa metode yang umum digunakan untuk menangani kondisi ini, di antaranya:

 

  • Terapi oksigen untuk meningkatkan kadar oksigen di dalam darah.

  • Penggunaan obat inotropik untuk meningkatkan kontraksi jantung, sehingga dapat mengoptimalkan kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

  • Penggunaan obat golongan vasopressor untuk membantu meningkatkan tekanan darah apabila terjadi hipotensi.

  • Penggunaan obat golongan vasodilator untuk menurunkan tekanan darah apabila penurunan curah jantung diakibatkan oleh hipertensi.

  • Penggunaan left ventricular assist device untuk membantu ventrikel kiri jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

Itu dia beberapa gejala penurunan curah jantung yang perlu diwaspadai beserta cara tepat untuk menanganinya. Namun, perlu diingat bahwa gejala-gejala yang dijelaskan di atas tidak secara spesifik mewakili kondisi penurunan curah jantung. Artinya, gejala tersebut juga bisa terjadi pada kondisi medis lainnya, sehingga tidak dapat digunakan untuk menggantikan diagnosis dari dokter.

 

Jika mengalami kondisi yang berkaitan dengan gangguan curah jantung, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan prosedur pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan di masing-masing rumah sakit mungkin akan berbeda, karena hal tersebut perlu disesuaikan dengan fasilitas medis yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan merencanakan seluruh prosedur medis tersebut sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.


Lebih lanjut, Anda juga dapat memesan paket Skrining Jantung dari Siloam Hospitals untuk deteksi dini berbagai masalah pada jantung. Agar lebih praktis, paket Skrining Jantung dapat dipesan secara online melalui fitur dalam aplikasi MySiloam.

Sumber

Healthline. What are the Symptoms of Decreased Cardiac Output?. Diakses pada 2024 | Simple Nursing. Nursing Care Plan for Decreased Cardiac Output. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Cardiac Output. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail