Aterosklerosis Aorta, Salah Satu Faktor Risiko Serangan Jantung
Kesehatan Tubuh

Aterosklerosis Aorta, Salah Satu Faktor Risiko Serangan Jantung

30 Juni 2025 5 menit waktu baca
atherosclerosis aorta

 

Aterosklerosis aorta adalah kondisi medis yang ditandai dengan penumpukan plak secara bertahap pada aorta, yaitu pembuluh darah utama yang berfungsi mengangkut darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung hingga stroke. Untuk mewaspadainya, mari kenali lebih jauh mengenai penyebab, gejala, hingga pengobatan aterosklerosis aorta di bawah ini.

 

Apa Itu Aterosklerosis Aorta?

 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, aterosklerosis aorta (aortic atherosclerosis) adalah salah satu jenis aterosklerosis, yaitu kondisi ketika pembuluh darah aorta menjadi kaku dan mengeras. Aorta sendiri merupakan salah satu pembuluh darah terbesar yang berfungsi untuk mengangkut darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh.

 

Ketika pembuluh darah aorta menyempit dan mengeras, maka aliran darah di dalam tubuh dapat berkurang secara signifikan. Kondisi ini bisa meningkatkan berbagai risiko komplikasi, seperti aneurisma, diseksi, penyakit arteri perifer, hingga serangan jantung.

 

Penyebab Aterosklerosis Aorta

 

Aterosklerosis aorta terjadi ketika terdapat penumpukan plak yang terdiri dari lemak, kolesterol, kalsium, serta zat-zat lainnya pada dinding bagian dalam aorta. Karena plak tersebut, pembuluh darah aorta dapat menjadi mengeras dan menyempit sehingga mengganggu aliran darah. Kondisi ini umumnya terjadi ketika ada kerusakan pada lapisan dalam aorta, yakni endotelium, secara bertahap selama bertahun-tahun.

 

Plak ini bisa terbentuk di mana saja di dalam pembuluh aorta yang memiliki panjang sekitar 30 cm dan memanjang dari jantung hingga panggul. Namun, penumpukan plak yang parah kemungkinan besar terjadi di aorta abdominal, yaitu bagian aorta yang membentang melalui perut.

 

Adapun beberapa faktor dan kondisi yang dapat merusak lapisan endotelium aorta dan meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis aorta adalah sebagai berikut:

 

  • Faktor usia. Risiko aterosklerosis aorta bisa meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung atau stroke.

  • Kebiasaan merokok.

  • Kolesterol tinggi.

  • Hipertensi.

  • Hiperglikemia.

  • Penyakit autoimun.

  • Peradangan, seperti vaskulitis (peradangan pada pembuluh darah). 

  • Gaya hidup tidak sehat, seperti jarang berolahraga, sedentary lifestyle, serta mengonsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi gula secara berlebihan.

  • Obesitas.

  • Sleep apnea.

 

Faktor Risiko Aterosklerosis Aorta

 

Apabila sudah semakin memburuk dan tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, aterosklerosis aorta dapat menyebabkan kondisi darurat medis yang dapat mengancam jiwa penderitanya. Hal ini terjadi ketika plak yang mengeras dan menumpuk di aorta terlepas, kemudian bergerak ke bagian tubuh lain hingga menghambat aliran darah menuju organ tubuh tersebut.

 

Aterosklerosis aorta bisa meningkatkan risiko kondisi darurat medis tertentu, termasuk:

 

  • Kolitis iskemik akut: Kondisi ketika aliran darah ke usus besar terhambat.

  • Iskemia tungkai akut: Kondisi ketika aliran darah ke tungkai terhambat.

  • Serangan jantung: Kondisi ketika aliran darah ke jantung terhambat.

  • Infark ginjal: Kondisi ketika aliran darah ke ginjal terhambat.

  • Infark limpa: Kondisi ketika aliran darah ke limpa terhambat.

  • Stroke atau transient ischemic attack (TIA): Kondisi ketika aliran darah ke otak terhambat.

 

Selain itu, penumpukan plak di aorta juga bisa melemahkan dinding pembuluh darah tersebut sehingga dapat meningkatkan risiko aneurisma aorta. Apabila aneurisma semakin berkembang hingga menyebabkan aneurisma pecah dan diseksi (lapisan pembuluh darah robek), hal tersebut bisa berakibat fatal hingga mengancam nyawa penderitanya.

 

Gejala Aterosklerosis Aorta

 

Pada tahap awal, aterosklerosis aorta kerap tidak menunjukkan gejala tertentu. Gejala aterosklerosis aorta biasanya baru muncul ketika ada plak yang terlepas dan menghambat aliran darah ke bagian tubuh tertentu. Hal inilah yang sering membuat aterosklerosis aorta dianggap sebagai silent killer karena bisa menimbulkan komplikasi serius secara tiba-tiba tanpa gejala sebelumnya.

 

Gejala aterosklerosis aorta cenderung beragam, tergantung pada bagian tubuh yang aliran darahnya terhambat serta kondisi darurat medis yang ditimbulkan. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

 

A. Gejala aterosklerosis aorta yang mengarah ke serangan jantung

 

  • Nyeri dada seperti tertindih benda berat.

  • Nyeri yang menjalar di area bahu, lengan, leher, atau rahang.

  • Jantung berdebar.

  • Mual atau muntah.

  • Berkeringat dingin.

  • Pusing atau pingsan.

  • Sesak napas.

 

B. Gejala aterosklerosis aorta yang mengarah ke stroke

 

  • Tiba-tiba mati rasa atau mengalami kelemahan di area wajah, lengan, atau kaki. Kondisi ini kerap terjadi hanya pada salah satu sisi tubuh.

  • Berbicara tidak jelas.

  • Pusing atau kehilangan keseimbangan.

  • Kebingungan.

  • Sakit kepala berat yang muncul secara tiba-tiba.

  • Gangguan penglihatan pada salah satu atau kedua mata.

  • Kesulitan berjalan.

 

C. Gejala aterosklerosis aorta yang mengarah ke iskemia tungkai akut

 

  • Kulit pada bagian tubuh yang terdampak terasa dingin.

  • Kulit pucat atau bahkan membiru.

  • Muncul pola garis-garis atau bintik-bintik berwarna merah, ungu, atau cokelat.

  • Kesemutan atau mati rasa.

  • Denyut nadi lemah atau bahkan tidak ada sama sekali pada bagian tubuh yang terdampak.

  • Gangrene (kematian jaringan) yang ditandai dengan kulit berwarna kehitaman.

 

D. Gejala aterosklerosis aorta yang mengarah ke penyumbatan aliran darah pada organ-organ di dalam perut

 

  • Nyeri di area perut.

  • Muncul darah dalam tinja.

  • Diare.

  • Mual.

 

E. Gejala aterosklerosis aorta yang mengarah ke aneurisma aorta abdominal

 

  • Nyeri di area punggung, kaki, atau perut yang tidak kunjung menghilang.

  • Sensasi berdenyut di area perut, seperti detak jantung.

  • Sesak napas.

 

Jika aneurisma aorta abdominal pecah, beberapa gejala yang dapat muncul adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri di perut, punggung bawah, serta kaki secara tiba-tiba dan parah.

  • Denyut jantung cepat.

  • Mual dan muntah.

  • Sesak napas.

  • Kulit lembap dan berkeringat.

  • Pusing atau pingsan.

  • Syok.

 

Diagnosis Aterosklerosis Aorta

 

Dalam menegakkan diagnosis aterosklerosis aorta, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan, gaya hidup, serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, mulai dari tanda vital (tekanan darah, laju nadi, laju napas, suhu tubuh) dan pemeriksaan menggunakan stetoskop.

 

Kemudian, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis aterosklerosis aorta. Beberapa pemeriksaan penunjang tersebut, di antaranya:

 

 

Pengobatan Aterosklerosis Aorta

 

Fokus utama pengobatan aterosklerosis aorta adalah untuk memperlambat perkembangan penyakit serta meminimalkan risiko terjadinya komplikasi serius. Dalam hal ini, dokter dapat memberikan obat-obatan tertentu serta merekomendasikan gaya hidup sehat. Beberapa obat-obatan yang mungkin diresepkan dokter untuk menangani aterosklerosis aorta adalah:

 

  • Antikoagulan atau antiplatelet untuk meminimalkan risiko pembekuan darah.

  • Obat antihipertensi untuk mengelola tekanan darah.

  • Statin untuk mengelola kadar kolesterol.

  • Obat antidiabetes untuk mengontrol kadar gula dalam darah.

 

Sementara itu, perubahan gaya hidup yang dianjurkan, di antaranya:

 

  • Menghindari konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol.

  • Menghindari konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.

  • Rutin berolahraga.

  • Membatasi asupan garam.

  • Berhenti merokok.

 

Sementara itu, bila aterosklerosis aorta telah menyebabkan komplikasi, dokter dapat melakukan sejumlah prosedur perawatan yang disesuaikan dengan kerusakannya pada bagian tubuh. Beberapa prosedur perawatan yang dilakukan, yaitu:

 

  • Amputasi, jika aterosklerosis aorta menyebabkan iskemia tungkai akut.

  • Hemodialisis (cuci darah), jika aterosklerosis aorta menyebabkan infark ginjal.

  • Pemberian obat-obatan tertentu.

  • Prosedur operasi. 

 

Perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi aterosklerosis aorta secara komprehensif. Penyebab dan gejala tersebut bisa saja serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Maka dari itu, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Vaskular di Siloam Hospitals terdekat.

 

Seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani pasien terkait dengan kondisinya bisa berbeda di setiap rumah sakit, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Dalam hal ini, tenaga medis profesional akan menentukan prosedur pemeriksaan dan pengobatan agar sesuai dengan kondisi medis pasien.

 

Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk memeriksa jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang dapat memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Cleveland Clinic. Atherosclerosis of Aorta. Diakses pada 2025 | Yale Medicine. Atherosclerosis of the Aorta. Diakses pada 2025 | National Library of Medicine. Atherosclerosis. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Arteriosclerosis/Atherosclerosis. Diakses pada 2025 | Heart org. What is Atherosclerosis. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail