Degenerative Disc Disease - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Degenerative Disc Disease - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

16 Oktober 2025 5 menit waktu baca
degenerative disc disease adalah

Penyakit cakram degeneratif atau degenerative disc disease adalah salah satu penyakit tulang pada lansia yang terjadi karena terkikisnya bantalan di antara ruas tulang belakang (diskus atau cakram) secara bertahap. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri berkepanjangan yang bisa memengaruhi aktivitas penderitanya.

 

Meski cenderung umum terjadi seiring dengan bertambahnya usia, perkembangan degenerative disc disease dapat diperlambat dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai degenerative disc disease, Anda dapat menyimak ulasan berikut ini.

 

Apa itu Degenerative Disc Disease (Penyakit Cakram Degeneratif)?

 

Penyakit cakram degeneratif atau degenerative disc disease adalah kondisi medis ketika terdapat pengikisan pada cakram atau bantalan di antara ruas tulang belakang sehingga membuat tulang belakang saling bergesekan. Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya penurunan fungsi cakram tulang belakang akibat penuaan.

 

Penyebab Degenerative Disc Disease

 

Pada dasarnya, penurunan fungsi atau aus pada cakram tulang belakang akan secara alami terjadi seiring dengan bertambahnya usia, terutama sejak seseorang menginjak usia di atas 40 tahun.

 

Namun, hanya sekitar 5% orang mengeluhkan rasa nyeri akibat penyakit cakram degeneratif ini. Adapun sejumlah kondisi yang dapat memperburuk kondisi degenerative disc disease adalah sebagai berikut.

 

  • Seiring dengan pertambahan usia, inti cakram dapat mengering sehingga membuat cakram tidak memiliki ketebalan yang cukup untuk meminimalkan gesekan antara tulang belakang.

  • Cedera, seperti sobek atau retak pada struktur cakram. Kondisi ini dapat membuat bantalan cakram menonjol keluar (hernia nukleus pulposus) yang menimbulkan tekanan berlebih pada saraf tulang belakang.

 

Selain itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya degenerative disc disease adalah:

 

  • Obesitas.

  • Cedera tulang belakang.

  • Aktivitas fisik berlebihan.

  • Kebiasaan merokok.

 

Gejala Degenerative Disc Disease

 

Degenerative disc disease adalah kondisi yang dapat menimbulkan gejala beragam tergantung pada bagian yang mengalami pengikisan dan tingkat pengikisan yang terjadi. Pada kasus yang tergolong ringan, kondisi ini mungkin tidak menunjukkan gejala.

 

Namun, pada kasus lebih parah, degenerative disc disease dapat menimbulkan sejumlah gejala, yaitu:

 

  • Nyeri leher.

  • Nyeri punggung.

  • Kesemutan atau mati rasa di sekitar lengan dan kaki.

  • Rasa nyeri yang menjalar ke bokong dan punggung bagian bawah.

  • Rasa nyeri yang semakin memburuk saat melakukan perubahan posisi seperti duduk, membungkuk, atau berdiri dari posisi duduk.

 

Komplikasi Degenerative Disc Disease

 

Dalam jangka panjang, kerusakan cakram tulang belakang yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu terjadinya berbagai kondisi medis, seperti:

 

 

Diagnosis Degenerative Disc Disease

 

Langkah awal yang dapat dilakukan dokter dalam mendiagnosis degenerative disc disease adalah wawancara medis dengan pasien (anamnesis) untuk mengetahui gejala dan riwayat kesehatan pasien. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi fungsi saraf, kekuatan otot, serta rasa nyeri yang dialami pasien.

 

Setelah itu, sejumlah pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis degenerative disc disease adalah:

 

  • Foto rontgen.

  • CT scan.

  • MRI.

  • Diskogram (diskografi).

 

Pengobatan Degenerative Disc Disease

 

Tujuan utama dari pengobatan degenerative disc disease adalah untuk meringankan gejala, menghentikan kerusakan lebih lanjut pada diskus, dan menghindari risiko komplikasi. Beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menangani degenerative disc disease adalah:

 

1. Perawatan Mandiri

 

Dalam kasus yang tergolong ringan, dokter dapat menyarankan pasien degenerative disc disease untuk menerapkan perawatan mandiri, seperti:

 

  • Melakukan olahraga dengan beban rendah (low impact), seperti jalan kaki dan berenang untuk membantu memperkuat otot punggung dan meredakan nyeri.

  • Meletakkan kompres hangat dan dingin selama 10–15 menit 3–4 kali sehari di sekitar punggung yang nyeri secara bergantian.

  • Melakukan peregangan secara rutin untuk membantu meredakan ketegangan dan menjaga postur tubuh.

 

2. Pemberian Obat-obatan

 

Dokter biasanya meresepkan obat-obatan tertentu, seperti aspirin dan ibuprofen untuk membantu mengatasi peradangan dan meringankan rasa nyeri yang kerap dialami pasien degenerative disc disease. Selain itu, dokter juga dapat meresepkan obat antispasmodik untuk membantu merilekskan otot yang tegang akibat penyakit cakram degeneratif.

 

3. Injeksi Steroid

 

Metode pengobatan degenerative disc disease berikutnya adalah dengan injeksi streoid. Prosedur ini dapat dilakukan di sekitar sendi, diskus, atau saraf tulang belakang untuk meredakan nyeri, bengkak, dan peradangan akibat degenerative disc disease.

 

4. Fisioterapi

 

Fisioterapi adalah terapi rehabilitasi yang dapat dilakukan untuk membantu mengembalikan kekuatan dan fleksibilitas punggung. Selain itu, terapi ini juga penting dilakukan oleh penderita degenerative disc disease untuk meminimalkan risiko cedera berkelanjutan.

 

5. Radiofrequency Ablation (RFA)

 

Radiofrequency ablation merupakan prosedur medis yang menggunakan gelombang radio untuk menghambat kerja jaringan saraf di sekitar tulang belakang yang membawa sinyal rasa sakit ke otak.

 

6. Tindakan Pembedahan

 

Apabila metode pengobatan lainnya tidak efektif dalam menangani gejala degenerative disc disease, dokter biasanya akan menyarankan pasien degenerative disc disease untuk menjalani tindakan pembedahan. Secara umum, terdapat sejumlah prosedur pembedahan yang umum dilakukan untuk menangani kondisi ini, yaitu:

 

  • Discectomy (discectomy): Prosedur pembedahan dengan cara mengangkat sebagian atau seluruh bantalan cakram tulang belakang untuk mengurangi tekanan pada saraf.

  • Artificial disc replacement: Melalui prosedur ini, dokter dapat mengganti cakram yang telah diangkat menggunakan cakram buatan berbahan dasar logam atau kombinasi metal dan plastik khusus.

  • Foraminotomy atau laminectomy: Prosedur pengangkatan sebagian kecil tulang belakang (bagian foramen atau lamina) untuk mengurangi tekanan pada saraf.

  • Osteophyte removal: Prosedur pembedahan untuk menghilangkan taji tulang (bone spur) yang terbentuk di sekitar tulang belakang yang menyebabkan penyakit cakram degeneratif.

  • Spinal fusion: Prosedur pembedahan ini dilakukan dengan cara mengangkat cakram yang rusak, lalu menghubungkan dua atau lebih tulang belakang untuk meningkatkan stabilitas tubuh.

 

Pencegahan Degenerative Disc Disease

 

Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko dan memperlambat perkembangan degenerative disc disease adalah sebagai berikut.

 

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Menghindari atau berhenti merokok.

  • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

  • Rutin berolahraga untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas tulang belakang.

 

Untuk penanganan lebih lanjut terkait kondisi degenerative disc disease, Anda juga dapat mengunjungi Siloam Hospitals Mampang yang menjadi pusat unggulan ortopedi. Dengan mengunjungi Siloam Hospitals Mampang, Anda bisa mendapatkan tindakan medis secara komprehensif terkait dengan gangguan tulang, sendi, dan jaringan ikat karena didukung dengan tim ahli ortopedi berpengalaman dan fasilitas medis mutakhir.

 

Sebelum mengunjungi Siloam Hospitals Mampang, jadwalkan pertemuan Anda dengan dokter terlebih dahulu menggunakan fitur Cari Dokter. Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam yang menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari pesan paket kesehatan, cek hasil pemeriksaan, hingga konsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Mari percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-donny-argie-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Donny Argie, SpBS, NVas, FINPS, FICS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ivanmorl-ruspanah-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivanmorl Ruspanah, SpBS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Ambon

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-bagus-sasongko-spbs

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Bagus Sasongko, SpBS, M.Kes, FN-TB, FINSS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail