Diffuse Large B-Cell Lymphoma, Kanker Langka yang Ancam Jiwa
Kesehatan Tubuh

Diffuse Large B-Cell Lymphoma, Kanker Langka yang Ancam Jiwa

28 Mei 2025 4 menit waktu baca
diffuse large b cell lymphoma adalah

 

Diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL) adalah salah satu jenis kanker sel darah putih yang tumbuh dengan cepat. Kondisi ini juga merupakan jenis limfoma non-Hodgkin yang paling umum ditemukan. DLBCL ditandai dengan tumor yang tumbuh cepat di kelenjar getah bening, limpa, hati, sumsum tulang, atau jaringan dan organ lainnya. Lebih lanjut, simak penjelasan mengenai diffuse large B-cell lymphoma melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Diffuse Large B-Cell Lymphoma?

 

Diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL) adalah jenis limfoma yang paling umum, mencakup sekitar 25% hingga 30% dari semua limfoma non-Hodgkin. Sebagai informasi, limfoma non-Hodgkin merupakan kondisi ketika salah satu jenis sel darah putih, yaitu limfosit,  mengalami mutasi atau perubahan gen. Sel-sel ini meliputi sel B, sel T, dan sel NK (natural killer).

 

Terdapat dua kategori limfoma non-Hodgkin, yaitu limfoma sel B dan limfoma sel T. Seperti namanya, DLBCL termasuk dalam limfoma sel B. Limfoma sel B sering kali memengaruhi sistem limfatik (jaringan, pembuluh, dan organ yang bekerja sama memindahkan limfa kembali ke aliran darah). Limfa tersebut mengandung sel B pembuat antibodi.

 

Pada DLBCL, sel kanker bisa muncul di kelenjar getah bening. Namun, dalam beberapa kasus bisa muncul di hampir semua organ, termasuk saluran pencernaan, tiroid, kulit, payudara, tulang, hingga otak. DLBCL bersifat agresif yang artinya bisa menyebar dengan sangat cepat.

 

Penyebab Diffuse Large B-Cell Lymphoma

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab diffuse large B-cell lymphoma maupun jenis limfoma non-Hodgkin lainnya. Namun, beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko diffuse large B-cell lymphoma adalah:

 

  • Berusia setengah baya atau lebih tua. Rata-rata orang terdiagnosis DLBCL ketika berusia sekitar 64 tahun.

  • Berjenis kelamin pria.

  • Memiliki penyakit autoimun atau sistem kekebalan tubuh yang melemah dengan cara lain.

  • Pernah menjalani terapi radiasi atau kemoterapi sebelumnya.

  • Terinfeksi virus tertentu, seperti virus Epstein-Barr, HIV, hepatitis B, dan hepatitis C.

 

Gejala Diffuse Large B-Cell Lymphoma

 

Gejala pertama DLBCL sering kali berupa benjolan di selangkangan, ketiak, atau leher. Benjolan ini kemungkinan besar tumbuh dengan cepat dan bisa terasa nyeri atau tidak. Adapun gejala lain yang menyertai diffuse large B-cell lymphoma adalah:

 

  • Demam yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya.

  • Berkeringat deras di malam hari.

  • Penurunan berat badan tanpa sebab.

  • Nyeri atau tekanan pada perut atau dada.

  • Sesak napas atau batuk.

  • Gatal-gatal. 

 

Diagnosis Diffuse Large B-Cell Lymphoma

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk melihat adanya benjolan di area tubuh tertentu. Guna mengonfirmasi diagnosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan tambahan yang meliputi:

 

  • Tes laboratorium darah seperti pemeriksaan darah lengkap dengan hitung jenis leukosit, comprehensive metabolic profile (CMP), lactate dehydrogenase (LDH), HIV/AIDS, hepatitis B, hepatitis C, dan lain-lain.

  • Pencitraan menggunakan CT scan, MRI, atau PET scan.

  • Biopsi kelenjar getah bening.

  • Pungsi lumbal.

 

Apabila pasien terdiagnosis DLBCL, dokter juga akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan stadium kanker guna merencanakan perawatan yang tepat. Adapun stadium kanker untuk diffuse large B-cell lymphoma adalah sebagai berikut:

 

  • Stadium I, ditandai dengan:

    • Terdapat limfoma di satu area kelenjar getah bening atau di satu organ limfoid.

  • Stadium IE, ditandai dengan:

    • Terdapat limfoma hanya di satu area dari satu organ  di luar sistem limfatik. "E" berarti keterlibatan ekstranodal yang terbatas.

  • Stadium II, ditandai dengan:

    • Terdapat limfoma di dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening di sisi yang sama (atas atau bawah) diafragma (pita otot yang memisahkan dada dan perut).

    • Limfoma merupakan bagian dari sekelompok kelenjar getah bening dan berada di satu area organ di dekatnya.

    • Limfoma memengaruhi kelenjar getah bening lain di dekat diafragma.

  • Stadium III, ditandai dengan:

    • Terdapat limfoma di area kelenjar getah bening di kedua sisi diafragma.

  • Stadium IV, ditandai dengan:

    • Terdapat limfoma di setidaknya satu area di luar sistem limfatik, seperti sumsum tulang, hati, atau paru-paru.

 

Pengobatan Diffuse Large B-Cell Lymphoma

 

Perawatan standar untuk diffuse large B-cell lymphoma adalah R-CHOP (rituximab, cyclophosphamide, doxorubicin hydrochloride, vincristine sulfate, dan prednisone). Perawatan ini mengombinasikan obat antibodi monoklonal rituximab dengan tiga obat kemoterapi dan obat yang membantu membunuh sel limfoma. R-CHOP tergolong aman dan cukup efektif, namun tidak selalu berhasil untuk mencegah kekambuhan DLBCL.

 

Jika terjadi kekambuhan, dokter dapat merekomendasikan beberapa perawatan berikut ini:

 

  • Terapi lini kedua dan transplantasi sel punca autologus.

  • Terapi chimeric antigen receptor (CAR) T-cell.

  • Terapi target yaitu terapi spesifik yang menargetkan perubahan atau genetik penyebab terjadinya DLBCL.

 

Perlu dipahami bahwa penjelasan mengenai penyebab, gejala, hingga pengobatan diffuse large B-cell lymphoma di atas tidak bisa dijadikan acuan utama maupun pengganti diagnosis dari tenaga medis profesional. Untuk itu, bila mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada kondisi ini, seperti benjolan di area tubuh tertentu, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik di Siloam Hospitals terdekat.

 

Penting pula untuk dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

 

Apabila ingin mendapatkan perawatan komprehensif untuk kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. MRCCC Siloam Hospitals menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur lain beserta tim dokter yang berpengalaman.

Sumber

National Cancer Institute. diffuse large B-cell lymphoma. Diakses pada 2024 | WebMD. Diffuse Large B-Cell Lymphoma. Diakses pada 2024 | Cancer Research UK. Diffuse large B cell lymphoma. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Diffuse Large B-Cell Lymphoma. Diakses pada 2024 |

message

ArticleDetail